
Author Up lagi. jangan pernah bosan membaca cerita ini. selamat membaca.
jangan lupa Rate-nya. di tunggu ya 😁😁🙂🙂
Mendengar tawa renyah Kenzi, dan melihat Kenzi berinteraksi dengan Kakek Neneknya membuat hati Yudha menghangat.
Ternyata Kenzi Anak yang manis, tidak rewel walaupun sehari-hari Kenzi bersama pengasuh.
Yudha sangat bersyukur di berikan anugerah dari NYA anak super pengertian seperti Kenzi yang sangat tahu kondisi Daddy-nya.
Walaupun Kenzi tumbuh dari seorang single Daddy, tak membuatnya kurang kasih sayang. Kakek, Nenek, bik Siti , dan Kania menjadi warna tersendiri untuk Kenzi, sedikit melupakan mommy kandungnya.
Terkadang Kenzi sangat rewel dan sensitif bila menyangkut mommynya Nena. walau raga tak bersama tetapi ikatan batin anak dan Ibu akan selalu ada.
"Daddy, ulang Kek Nek!" seru Kenzi dengan antusias. Yudha menghampiri ke taman belakang tempat Kenzi bermain yang di temani Kakek Neneknya.
"Sore, Ayah Mama!" sapa Yudha menyalami tangan kedua orang tuanya. Yudha mengusap-usap Puncak kepala Anaknya dengan sayang. "Maaf Mah, kalau Kenzi sering merepotkan!" ucap Yudha dengan sedikit suara tidak enak. "Mamah seneng, kalau Kenzi mau tinggal disini bersama kami", bukan begitu kah Pah?" ucap Nyonya Pradipta mengedipkan matanya ke suaminya Tuan Pradipta.
__ADS_1
"Ayah, juga senang kalau Kenzi mau tinggal disini?" ucap Tuan Pradipta . "Kenzi, mau tinggal disini sama Kakek Nenek?" tanyanya Yudha melirik Kenzi yang sedang bermain. "Nggak au, Enzi inggal ma Daddy aja!" ucap Kenzi dengan sibuk bermain.
Kenzi sudah terbiasa tinggal dengan Yudha, jadi Yudha paham betul sifat Anaknya mana mungkin Kenzi mau terpisah jauh dari Daddy-nya.
"Ken, mau pulang apa Bobo tempat Kakek Nenek?" tanyanya Yudha menghampiri Kenzi yang sedang bermain Lego.
"Bobok Cini Daddy!" ucap Kenzi.
"Daddy, pulang boleh?" tanyanya Yudha berharap-harap cemas menanti jawaban Kenzi.
Niat hati Yudha pulang cepat dari kantor untuk menjemput Kenzi, yang berada di rumah kedua orang tuanya gagal total, Kenzi tidak mau pulang. Melihat permohonan Kenzi Lewat puppy eyes membuat Yudha mengurungkan niatnya untuk pulang.
Pada akhirnya Yudha memutuskan untuk menginap di rumah Kakek Neneknya Kenzi, takut Kenzi ngambek di jalan bila di paksakan untuk pulang. Yudha sudah lama tidak menginap di rumah kedua orang tuanya juga.
"Ken, udah mandi belum?" tanyanya Yudha mendudukkan dirinya di samping Kenzi.
"Uda Daddy, di mandiin bik umi!" ucap Kenzi memperlihatkan giginya.
__ADS_1
"Good Son!" ucap Yudha mengusap puncak kepala Kenzi.
"Daddy mandi dulu ya?" tanyanya Yudha.
"Ciap Daddy!" ucap Kenzi memberikan hormat ala tentara.
Membuat Yudha tersenyum geleng-geleng dengan sikap Kenzi yang semakin menggemaskan.
Kenzi melanjutkan menyusun leggo nya dengan hati-hati takut leggo akan rubuh. Melihat tingkah laku cucunya membuat Kakek Neneknya membuncah bahagia karena Kenzi tumbuh dengan sehat tidak kurang satu apapun. walaupun pada kenyataannya mommynya pergi ke surga, saat usia Kenzi satu bulan tak membuatnya kurang kasih sayang.
Kenzi akan jadi Anak yang hebat seperti Daddy-nya Yudha.
Mengenang masa lalu tuan dan nyonya Pradipta, Nena adalah wanita yang baik, menantu yang sederhana sangat lemah lembut bila bertutur kata.
Terimakasih untuk kak Nadia Aura yang sudah vote cerita ini.
Di tunggu lagi vote nya, like, komentar.
__ADS_1