
Ayahnya Yudha meninggalkan kamar Yudha dengan tersenyum devilnya, berharap Yudha bisa membuka hati untuk wanita lainnya dan membangun rumah tangga lagi. Memberikan Ibu sambung untuk Kenzi cucu semata wayangnya dan semoga memberikan cucu-cucu yang banyak untuk meneruskan keluarga Pradipta. Yudha adalah penerus perusahaan nomor satu di dunia karna cucu laki-laki satu-satunya keturunan Pradipta.
"Daddy telepon Unda?" Ken merengek meminta menelepon Kania dengan raut wajahnya di buat lucu dan senyum merekah melihatkan gigi putihnya semua orang pasti akan berpikiran Ken sangat menggemaskan.
"Malam, mungkin Udah tidur?"
"Ken mau Unda?" lagi-lagi Ken merengek minta di telepon kan Kania.
"Unda Daddy?" iya bentar Daddy mandi dulu ya, entar habis mandi Daddy telepon. "Yeeeehh asyik bicala ma Nda?" suara Ken terdengar girang, terdengar sampai di kamar mandi.
"Hallo selamat malam, sibuk nggak?"
__ADS_1
"Nggak Pak!"
"Ada apa Pak?"
"Ken mau bicara katanya!" bentar Pak lagi ada teman kampus main ke rumah . Ya sudah kalau begitu saya matiin dulu teleponnya, nanti telepon balik kalau sempat.
"Siap Pak!"
Malam harinya Ken tidur mengingau-ngingau menyebut nama "Unda, Ken Lindu?" apa begitu rindu kah Ken dengan Kania, sampai-sampai Anaknya terbawa mimpi. "Apa tidak cukup Ken punya Daddy? ada ayah dan Mama yang menyayangi Ken dengan tulus, menemani Ken hingga dewasa nanti Batin Yudha menerawang ke masa depan hidup berdua dengan Anaknya.
"Acih antuk Daddy!" suara Ken yang terdengar serak, mata yang masih terpejam malah merapatkan selimutnya.
__ADS_1
"Ken!"
"Bental Daddy, cepuluh enit agi!" Ken semakin merapatkan selimutnya menutupi seluruh tubuhnya yang kecil mungil, membuat Yudha terkekeh melihat tingkah laku Anaknya. Yudha menghela nafasnya dengan berat, Kenzi susah untuk di bangunkan seperti dirinya waktu kecil.
"Bangun Ken mau telepon Bunda nggak?"
ya sudah kalau tidak mau bangun biar Daddy saja yang telepon Bunda. Entar Daddy bilangin ke Aunty Kania kalau Ken malas bangun karna nggak ada Aunty Kania. Daddy hitung sampai tiga kalau Ken tidak bangun, Daddy tinggal di rumah Kakek dan Nenek.
Daddy hitung ya 1.....2.... "Ken angun Daddy?" dengan muka bantalnya Ken memulai sedikit membuka matanya untuk melihat sekeliling kamarnya yang sekarang. "Ukannya semalam Ken tidul cama Akek, Enek?" Kok Ken angun di Kamal Daddy, yang mindahin Ken ke Cini siapa Daddy?"Ken masih mengucek-ngucek matanya sedikit merengek dan merajuk tidurnya di ganggu Daddy-nya. Daddy gemas mencubit pipi Ken, menoel hidungnya di iringi kekehan Yudha melihat tingkah laku Anaknya.
Daddy-nya Ken dong!" ucap Yudha dengan membanggakan dirinya sendiri di hadapan Anaknya. "Ihhh Daddy Nyebelin!" cukanya belcanda telus Ken ales ma Daddy akal, bibirnya sudah di monyongkan ke depan yang akan siap menumpahkan lahar panasnya.
__ADS_1
"Ken mandi ya!" Ken menggelengkan kepalanya tanda Ken tidak mau mandi.
"Ken ngin ain ma Daddy ja!" mandinya entar kalau udah nggak dingin Daddy katanya sedikit merajuk, Ken itu bukan anak kecil yang suka main air, Ken lebih suka mainan robot-robotan atau tembak-tembakan persis seperti Yudha kecil yang suka menghabiskan waktunya untuk bermain tembak-tembakan. Dari kecil Yudha suka sekali dengan tantangan dan suka petualangan dengan wanita-wanita cantik dan seksi.