Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 59


__ADS_3

Terimakasih yang sudah mampir ☺☺☺ autthor baik hati satnight tripel Up. selamat malam mingguan ☺☺


Bik Siti dan pegawai lainnya meninggalkan majikannya yang sedang bermesraan di dalam dapur.


Bik Siti mengendong Kenzi, membawanya ke ruang bermain karena bik Siti tidak mau bos kecilnya mengganggu daddy-nya dan calon bundanya.


"Bik angkap ola Enzi." Ujar Kenzi bermain sepakbola dengan bik Siti sebagai gawangnya.


"Iya den Ken." Teriak bik Siti kedua tangan yang siap-siap menangkap bola dari tendangan kaki Kenzi.


Gollll......gollll....


"Enzi enang bik." Serunya Kenzi bersorak gembira memutar tubuhnya di hadapan bik Siti.


"Ken emang pintar." Ujar bik Siti memuji den Ken dengan menggelap keringat di dahinya pakai handuk kecil.


Selesai bermain bik Siti mengendong Kenzi ke ruang tamu yang kata ingin menonton televisi kartun upin ipin.


Bersamaan Pak Yudha, non Kania keluar dari dapur dengan dasi yang terpasang rapi, sangat-sangat cocok di pakai di tubuhnya Pak Yudha.


Yudha berjalan merengkuh pinggang Kania yang nyengir tanpa dosa sama sekali.


"Lepasin nggak Pak." bisik Kania ke Yudha dengan berusaha melepaskan tangannya Yudha di pinggangnya agar terlepas.

__ADS_1


Yudha semakin merengkuh pinggang Kania dengan tangan Kania di letakkan di pinggangnya. "Pak lepas!" bisik Kania melototkan matanya agar Yudha takut kepadanya.


"Pak lepas dilihatin Kenzi, bik Siti!" bisiknya Kania, tetapi Yudha tidak menghiraukan ancaman Kania malah memberikan senyum kepada Kenzi dan bik Siti.


Ciiieee daddy, unda pacalan.......


Kenzi langsung membekap mulutnya takut-takut daddy, undanya mendengar kata pacaran yang di lontarkan Kenzi, pasti daddy-nya akan tanya darimana Kata itu.


"Cemoga addy ndak dengel." ucap Kenzi dari dalam hatinya.


Yudha, Kania menghampiri Kenzi yang menonton televisi kesukaan Upin Ipin dengan kepalanya di sandarkan di sofa, dengan kakinya di selonjorkan persis seperti pria dewasa.


"Kenzi." tanyanya Kania


Ya sudah bunda pergi sama daddy saja, ikut daddy ke kantor. Kania akan beranjak dari tempat duduknya.


"Enzi itut." Ujar Kenzi memegang ujung dressnya yang Kania pakai.


Kenzi menatap bunda Kania dengan intens dengan gaya puppy eyes membuat Kania menahan tawanya dengan sikap Kenzi yang posesif.


Yudha melihat Kania, anaknya bergantian, mereka berdua mempunyai ikatan batin yang sangat kuat.


"Daddy berangkat." ucap Yudha mengendong anaknya ke depan mobilnya.

__ADS_1


"Iya addy." Jawab Kenzi memainkan dasi daddy-nya.


Menyerahkan Kenzi ke Kania, Kania reflek mengambil Kenzi dari gendongan daddy-nya yang biasanya langsung mau .


Tetapi pagi ini, pagi yang berbeda Kenzi membuat drama yang mau itutt daddy-nya ke kantor.


"Di rumah sama bunda ya? nanti daddy pulang cepat." Ujar Yudha yang akan membuka pintu mobilnya.


"Benelan! anji daddy!" Celetuk Kenzi yang meminta menautkan jari kelingkingnya, takut-takut daddy-nya tidak menepati janjinya.


"Daddy janji." kata Yudha mengacak-acak rambut anaknya.


"Iiihhh daddy akal belantakin rambutnya Enzi....." adunya Kenzi ke bunda Kania.


"Sudah bunda benerin rambutnya" ujar Kania menyisir rambutnya dengan jari tangannya.


"Anak bunda udah ganteng" Celetuk Kania yang tersenyum. "Iya ganteng."


"Benelan unda" Serunya Kenzi dengan binar bahagia menampilkan giginya yang putih.


"Daddy berangkat bunda!" bisiknya di telinga Kania, mencium wangi rambutnya.


Blushhh pipi Kania memerah seperti kepiting rebus..

__ADS_1


#Bantu share ke teman-teman ya readers. #Terimakasih☺☺


__ADS_2