Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 90


__ADS_3

Kania memikirkan ucapan Yudha barusan, dan merenungkan langkah apa yang harus di ambilnya, Kania masih bingung dengan perkataan Yudha dengan nikah siri. Karena Kania tidak mau di permainkan dalam pernikahan.


Yang diinginkan Kania cuma simpel, di lamar secara resmi kepada pakde, bude di Semarang. Pernikahannya di gelar secara sederhana, tidak harus ada pesta meriah. Pernikahan yang hangat dan penuh cinta yang ada di impiannya.


"Permisi Mbak, Pak!" Ucap pramusaji memberikan buku menu makanan dan minuman yang akan di pesannya.


"Ehhh, Iya Mbk." Jawab Kania terbata-bata karena dari tadi Kania asyik dengan pikirannya yang sedang jalan-jalan.


"Sayang, Kenzi mau makan apa?" tanyanya Yudha memanggil anaknya yang masih asyik bermain di area restauran.


"Udang acam anis daddy." Teriak Kenzi yang masih serius menikmati permainannya.


"Sayang, mainnya hati-hati nanti jatuh." Teriak Kania yang sedikit khawatir melihat aksinya Kenzi dengan bermain perosotan.


Yudha menulis pesanan satu persatu dari kesukaannya, Kania, dan Kenzi.


"Saya pesan air mineral 3 ya Mb, udang asam manis nya satu, ikan kakap asam manis pedas nya dua ya mbk, nasinya 3 Mbk." Ucap Yudha menyebutkan menu makanan yang akan dipesan.


"Saya ulangi ya Pak!" Ujar pramusaji.


Air mineral 3, nasinya 3, ikan kakap asam manis pedas 2, terus udang asam manis 1." benar yang saya ulangi tadi pak?" Ujar pramusaji satu persatu pesanan customer dan mencatatnya.


"Ada lagi pak?" tanyanya pramusaji

__ADS_1


"Cukup itu dulu Mbak." Ujar Yudha.


"Baik Pak, Mbak ditunggu pesanannya." Kata pramusaji sembari berlalu meninggalkan mereka berdua.


"Gimana pertanyaan saya tadi, Kania? takutnya saya terbawa suasana dengan seringnya kita tinggal bersama." Ujar Yudha dengan mengengam tangan Kania yang terasa begitu dingin.


"Hmmm, Kania pikirkan dulu ya." Kania menjawab dengan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak terasa gatal.


"Jangan lama-lama sayang." Ujar Yudha memegang pipinya Kania dengan mengusapnya lembut.


"I Love You." Ucap Yudha mencium tangannya Kania berkali-kali.


"I Love too." Jawab Kania mencium tangannya Yudha dengan sayang di letakkan di pipinya.


"Daddy dan unda apain? kog angannya unda di egang ama Daddy." tanya Kenzi dengan polosnya.


"Tangan bunda gatal-gatal digigit semut." Jawab Kania asal, yang wajahnya sudah merah merona seperti kepiting rebus.


"Angan unda akit? kok pipinya unda belwalna melah-melah?" tanyanya Kenzi bertanya kepada bundanya dengan wajah polosnya.


Di tempat duduk yang berbeda Yudha tersenyum-senyum melihat Kania yang sudah menahan malu, karena ketahuan anaknya seperti orang berselingkuh.


"Permisi Pak Mbak." kata pramusaji yang meletakkan pesanannya di meja mereka, sesekali pramusaji melirik Yudha dengan rasa kagum.

__ADS_1


"Mbak sedang lihat apa? ini suami saya Mbak." Seru Kania mengklaim dirinya istrinya Yudha.


"Ehh maaf Pak Bu! selamat menikmati." Ujar pramusaji meninggalkan meja kami, dengan bibir yang komat-kamit.


"Sayang juaranya." Ujar Yudha yang sedang memeluk Kania yang terhalang meja makan.


"Daddy dan unda peyukan Enzi ndak di ajak-ajak sih!" Kenzi yang meletakkan kedua tangannya di dadanya.


"Daddy dan bunda sampai lupa, kalau masih ada Kenzi disini!" Jawab Yudha menggaruk-garuk kepalanya yang sedikit gatal memikirkan kalau Kenzi marah.


"Peyukan!" tangan kecilnya Kenzi memeluk daddy-nya dan bundanya sangat erat memberikan kecupan di pipinya masing-masing .


"Maman dulu sayang! di suapi bunda ya." Ujar Kania membuang cangkang dari udangnya, dan memisahkan udang dengan cangkangnya satu persatu.


"Mam..mam nya enak unda." seru Kenzi memberikan satu jempol untuk masakan udangnya.


"Aak sayang!" Ujar Yudha yang berniat ingin menyuapi Kania, aak sayang Kania menerima suapan Yudha yang terasa lebih enak.


"Yank makanannya enyak." Ucap Kania berbicara dengan mulut penuh dengan suapan Yudha, uhhhk ukhh...sehingga membuat Kania tersedak.


"Sayang makannya pelan-pelan, nggak ada yang ngambil kok." Ujar Yudha menepuk punggungnya Kania.


"Makanannya enyak sayang!" Kania yang mengasih dua jempol sekaligus.

__ADS_1


Kenzi yang melihat kedua orang tuanya tertawa cekikikan, "unda dan daddy kaya Tom dan jelly sangat lucu." guman Kenzi dengan bibir belepotan saus asam manis.


__ADS_2