
Jangan lupa Rate-nya⭐⭐⭐⭐⭐
Hari berganti menjadi jam, jam berganti menjadi menit, menit berganti menjadi detik. Waktu berputar seperti arah jarum jam, mengikuti arah kemana saja jarum jam berjalan, dan berdetak setiap jam, menit, dan detik.
Menyingsing kebarat, hilang tergantikan gelap, semacam itu lah senja, hanya dinikmati sekedip mata, namun keindahannya tidak akan pernah dilupakan.
Flashback On
Yudha, Kania, Dara, dan Kenzi mengendarai mobilnya, Yudha seb sopirnya untuk menuju ke rumah lama Kania.
Mereka berempat memasuki rumah lama Kania peninggalan mendiang kedua orang tuanya.
Rumah ini sangat lama tidak di tempati, rencananya Kania akan mengontrakkan rumahnya daripada kosong, dan lama-lama akan rusak.
Sebelum ziarah ke makam kedua orang tuanya, Kania, dan mereka bertiga singgah sejenak di rumah yang penuh dengan kenangan, perjuangan, dan kesabaran.
Karena hanya sebuah rumah yang masih di tinggalkan kedua orang tuanya, dan harta peninggalan lainnya sudah habis terjual untuk biaya sekolah adiknya, dan kuliah Kania sendiri.
Kania mengeluarkan bekal yang di bawanya, dan beberapa Snack, dan minuman yang di belinya di hemaMart.
"Unda aus! au inum." Tutur Kenzi yang merengek, dan kehausan karena cuacanya sangat panas, dan tidak bersahabat terkadang panas, terkadang turun hujan.
"Mau susu atau air mineral?" Tanya Kania yang memegang botol sebelah kanan susu, dan sebelah kiri air mineral.
"Cucu unda! lasa strobeli!" Seru Kenzi menunjukkan tangannya kearah susu kotak yang ada di meja.
"Mas! mau minum apa?" tanyanya Kania yang siap melayani Yudha, dan mengambilkan minum yang di sukai nya.
"Air mineral saja." Jawab Yudha singkat.
"Dara ambil sendiri ya, kakak mau ke kamar dulu ambil beberapa baju yang masih ada di lemari kamarnya." Tutur Kania yang siap berjalan kearah letak kamarnya di sebelah kanan ruang tamu.
Kania meninggalkan mereka bertiga yang sedang menikmati acara televisi sembari makan Snack, dan minuman yang tersedia di atas meja.
"Nty hiyat gambalnya !" Tutur Kenzi dengan jari tangannya menunjuk acara televisi yang sedang tayang, menayangkan acara berbagai macam jenis hewan, dan tumbuhan.
__ADS_1
"Iya hewan-hewan nya lucu cara berjalannya, dan cara makannya." Sahut aunty Dara yang ikut memperhatikan telivisi yang sedang tayang.
"Dara... Kakak tinggal dulu ke kamar Kania, dan jagain Kenzi!" Tutur Yudha meninggalkan mereka berdua yang sedang asyik, menyebutkan nama-nama hewan.
"Sayang.... Kangen..." Bisiknya Yudha sembari memeluk Kania dari arah belakang, dan mulai mengendus-endus lehernya Kania, dan meninggalkan jejak kecil di sekitar lehernya.
Akhh..... Desahan Kania semakin membuat Yudha berani mengakses lehernya Kania, dan meninggalkan titik-titik kecil di sekitar lehernya.
Tangan Yudha bergerilya kemana-mana, semakin membuat tangan Yudha semakin nakal, dan berani menyusup ke dalam kemeja Kania.
"Mas! sudah nanti kebablasan tunggu Syah dulu." bisik Kania yang sudah menggeliat di sekitar lehernya Yudha.
Yudha melepas tangannya yang ada di dalam kemeja Kania, dan sedikit memberikan ruang ke Kania untuk merapikan kembali rambutnya, kemejanya akibat ulah tangan nakal.
Setelah rapi, Kania keluar dari kamarnya, dan diikuti Yudha yang berjalan di belakangnya. Ekspresi keduanya seperti tidak terjadi apa-apa, karena keduanya berjalan dengan tenang menghampiri Kenzi, dan Dara.
"Unda ama iihhh!" Tutur Kenzi yang sudah memanyunkan bibirnya yang kesal karena bundanya.
"Bunda tadi menata baju yang akan bunda bawa, untuk pulang ke rumah Kenzi." Sahut Kania menjelaskan, dan memberikan pengertian.
Kania membereskan sisa makanan, minuman karena mereka berempat akan meninggalkan rumahnya, dan melanjutkan perjalanannya ke makam mendiang kedua orang tuanya Kania, dan Dara.
Menempuh perjalanan 10 menit mengunakan mobilnya, mereka berempat sudah tiba di tempat pemakaman umum.
Kania berhenti sebentar untuk membeli bunga mawar, dan air mawar yang berjualan di pinggir area pemakaman.
Setelah sampai ke tempat makam kedua orang tuanya, mereka berempat duduk bersila di depan pusaran makam keduanya.
Kania, Dara menaburi bunga mawar, dan mencuci nisannya keduanya dengan air mawar.
"Bapak ibu maafkan Kania, dan Dara baru bisa berziarah ke makam, sekarang Kania, dan Dara menetap di Jakarta!" Tutur Kania sedikit menahan tangisnya, dan berkali-kali mengusap bulir bening air matanya.
Kedatangan kami ke sini, teruntuk Kania sendiri ingin meminta doa restu untuk pernikahan Kania yang akan dilaksanakan 1 minggu lagi di rumah mempelai pria.
"Perkenalan calon suami Kania, Pak, Buk! Namanya Yudha Pradipta, mempunyai satu anak yang bernama Kenzi Pradipta.' Tutur Kania panjang kali lebar memperkenalkan calon suaminya di hadapan pusaran makam keduanya.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum! Pak, Buk." Sapa Yudha.
"Saya Yudha Pradipta, calon suami Kania Larissa Putri bapak ibu." Ujar Yudha.
Kedatangan saya kesini untuk meminta doa restu pernikahan kami yang akan di selenggarakan Satu minggu dari sekarang.
"Accalamu'alaicum Akek, Enek!" sapa Kenzi.
"Saya Enzi Pladipta putla addy Udha, dan unda Nia." Tutur Kenzi yang duduk bersila di kedua makam Kakek, dan Neneknya.
"Saya Yudha Pradipta , selaku calon suami Kania akan bertanggung jawab jiwa, dan raga saya untuk membahagiakan Kania, dan menafkahi Kania lahir, dan batin." Tutur Yudha lugas, dan mantap
"Saya juga sudah menganggap Dara seperti adik sendiri, dan Dara akan tinggal satu rumah dengan saya Pak, Buk! Yang tenang disana mereka berdua adalah tanggung jawab saya sekarang ini!" Tutur Yudha dengan yakin, melirik sekilas kearah Kania, dan Dara secara bergantian.
Mereka berempat mengangkat kedua tangannya, untuk memanjatkan doa teruntuk mendiang Bapak Ibu " Semoga di ampuni dosa-NYA, dan di berikan kebahagiaan di surga-NYA." Aamiin Ucap mereka secara bersamaan.
Sebelum meninggalkan pusaran keduanya, mereka saling berpelukan, dan menghapus sisa-sisa air matanya Kania, Dara.
Mereka beranjak untuk berdiri, dan berjalan meninggalkan pusaran keduanya.
Kania sudah merasakan kelegaan, sebelum akad nikah Kania masih di beri kesempatan untuk berkunjung ke makam kedua orang tuanya.
Mereka berempat jalan bergandengan, Kenzi di gendong daddy-nya, sedangkan Kania mengandeng tangan adiknya, seperti keluarga yang serasi, dan bahagia.
Cup.....
Yudha mengecup keningnya Kania, dan membuat Kania mendongak ke atas untuk menatapnya.
Cup...
Yudha mencium puncak kepalanya, setelah Yudha mengacak-acak rambutnya.
Mereka berempat melanjutkan perjalanan menuju rumahnya, karena hari sudah sore sebentar lagi sudah akan turun hujan.
Sebelum mereka sampai rumahnya, mereka berhenti di pinggir jalan untuk mengisi perut yang keroncongan, karena minta di isi. takutnya Kenzi tidur duluan sebelum sampai rumahnya, dan makan.
__ADS_1
Jangan lupa votenya⭐⭐⭐⭐
#Part berikutnya masih flashback