
Beberapa bulan kemudian
Pagi berganti siang, siang pun berganti malam, seperti halnya sang matahari telah meninggalkan peraduannya, meninggalkan warna jingga yang indah semua mata yang memandang pasti akan terpesona dengan keindahan ciptaan-Nya.
Di bawah langit senja menjadi sanksi bisu perjalanan dua insan manusia yang saling mencintai, dan berjanji untuk menua nanti bersama.
Kehamilan Intan sudah memasuki bulannya, perutnya juga sudah semakin membesar persis seperti gajah bengkak. Berat badannya juga naik sangat drastis, wajah, badannya, dan kakinya juga ikut membengkak.
Terkadang buat berjalan saja sangat kesusahan, tidurpun juga sudah tidak nyenyak untuk mencari posisi yang nyaman, seringnya bolak-balik ke kamar mandi membuatnya tidurnya tidak berkualitas.
Sang suami semakin hari semakin sangat posesif, Putri kecilnya juga sama seperti Papa-nya.
Mungkin karena keturunan kali ya
Intan sangat menikmati kehamilan yang kedua ini, rasanya begitu membahagiakan hamil di temani sang suami, ngidam ada yang menuruti, perutnya kram ada yang mengusap-usap, dan mengajak berbicara meskipun masih dalam kandungan.
Sesungguhnya hamil itu sangat nikmat banget
Memasuki bulan kesembilan kehamilan, Tom dan Intan sudah menyiapkan kamar untuk duo bocil di rahimnya. kamarnya duo bocil sudah di desain secara apik, mereka berdua memilih warna biru sesuai hasil USG yang berjenis kelamin laki-laki.
Kaka Aira juga tidak mau ketinggalan, Aira juga turut andil dalam memilih berbagai perlengkapan untuk adiknya. Mulai dari pakaian, box bayi, dan stoller itu pilihan dari Kaka Aira.
Uwuuuwu kakak Aira sayang banget sama Adiknya
πππ
Sang waktu berjalan begitu sangat cepat, duo kembar kelihatan sudah besar aja meskipun usia tidak seperti berat badannya yang semakin hari semakin montok, rasanya baru kemarin Kania melahirkan eehh udah besar saja duo kembar.
__ADS_1
Kania sedang bertiga di rumahnya, dan para pekerja. Suami belum pulang kantor, dan ketiga Anaknya juga belum pulang dari sekolah.
Mereka bertiga sedang menonton kartun kesukaannya, Upin Ipin adalah kartun favoritnya persis seperti kakak Kenzi bagai pinang dibelah tiga hehehe.
πΆ*Ibu ayam di kejal musang
Anak ayam cali ibunya
Ibu ayam bellali
Telus lali dan ditangkap musang
Anak ayam mencari
Telus cali ibunya yang hilang
Aduh kasihanπΆ*
Kaffa dan Kaynuna ikut bernyanyi dengan Upin Ipin, meskipun pengucapan huruf R belum jelas tetapi keduanya tidak merasa malu atau minder, berdua terus saja bernyanyi sampai lirik lagunya selesai.
Kania yang berada di sebelahnya ikut tersenyum, dan bangga pada duo kembar. Sudah berani bernyanyi meskipun masih di depannya, tetapi Kania terharu ternyata duo kembar sudah besar.
.πππ
Tom menyempatkan diri untuk pulang ke rumah pas jam makan siang, Tom ingin menjemput istrinya untuk periksa duo bocil. Mendekati HPL perasaan Intan semakin dag dig dug, kehamilan ini sangat berbeda dari sebelumnya karena ini merupakan kehamilan kembar.
Intan takut dirinya tidak mampu melahirkan, membayangkan saja yang dulu Intan sampai di rawat inap di rumah sakit, karena sedikit terjadi masalah di jalan lahirnya.
__ADS_1
Mereka berdua sudah sampai rumah sakit, dengan berjalan pelan dan satu tangannya di gandeng sang suami. Intan sedikit ada rasa grogi, takut ada yang tidak-tidak, meskipun ini bukan kehamilan yang pertama.
Setelah menanyakan pada resepsionis bagian pendaftaran, Intan dan tim di suruh menunggu di depan ruang prakteknya. Sebelum datang ke rumah sakit, Tom lebih dulu menelepon dokternya untuk jadwal kontrol duo bocil.
Setelah menunggu 5 menit, dari arah yang berlawanan sang dokter tersenyum dan melambaikan tangannya dengan bahasa isyarat supaya menunggu sebentar karena habis dari ruang operasi.
Intan membalas sapaannya dengan sedikit tersenyum paksa, akralnya sudah dingin, ada perasaan takut, dan bahagia menjadi satu.
Sang suami dengan sabarnya mengusap tangannya, dan menggenggamnya untuk memberikan kekuatan.
Percayalah semua akan baik-baik saja
Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan USG, dan laboratorium. Intan bisa tersenyum lebar kedua baby sehat, ibunya juga sehat. Sudah siap untuk menghadapi persalinan, hanya hitungan hari lagi Intan akan melahirkan buah cintanya.
Belum juga Tom bertanya mengenai berhubungan, tetapi dokter sudah menjelaskan dengan detail. Senyumnya merekah mendengar penjelasan dokter tentang menengok dua bocil, yang harus sering di tengok, dan sering dibuat jalan beraktivitas kecil.
Selesai mengucapkan kata terimakasih, kedua pasangan calon orang tua meninggalkan tempat prakteknya.
Di perjalanan pulang pun tidak henti-hentinya Tom menebarkan senyumnya, rasanya beban berat yang di pikulnya langsung plog, dan seperti mendapatkan proyek besar saja.
Intan yang melihat suaminya sedikit aneh, dan tak biasa. Membuatnya sedikit geli, dan akhirnya memberanikan dirinya untuk bertanya daripada di pendam di hati tetapi tidak menemukan jawaban.
"Mas kenapa senyum-senyum terus dari tadi? Mas menang proyek? Mas naik jabatan?" tanya Intan yang memberondong pertanyaan yang ada di otaknya yang terus bertanya-tanya.
"Bukan semuanya.."
"Pokoknya Mas bahagia."
__ADS_1
Intan diam tidak menyahuti perkataan suaminya, Intan memilih memejamkan kedua matanya, dan sibuk dengan pikiran berbagai pertanyaan.