Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 30


__ADS_3

Assalamu'alaikum selamat malam teman-teman. double up semoga masih berkenan membaca cerita ini.


Selesai Kania memasak, Kania menghidangkan makanannya di meja makan. Semua menu makanan sudah tersaji dengan baik. Seperti ayam goyeng Upin Ipin kesukaan Kenzi, sayur lodeh dan ayam chicken kesukaan Daddy-nya Kenzi.


Yudha dan Kenzi mendudukkan pantatnya di kursi meja makan, mereka terdiam sesaat dengan menopangkan tangannya di dagu untuk melihat makanan di meja dengan berbagai menu dan makanan kesukaan mereka berdua.


Yudha melamun mengingat masa lalu dengan mendiang istrinya. Yudha yang dulu akan selalu meminta kepada Nena istrinya, untuk di masakin kesukaannya setiap hari karena masakan istrinya tiada duanya itu menurut kacamata Yudha.


"Kenzi, makan sama apa?" tanyanya Kania.


"Yam oyeng Unda!" ucapnya Kenzi dengan berbinar.


"Pakai sayur ya?" tanyanya Kania


"Yam oyeng aja Unda!" ucapnya Kenzi dengan puppy eyes. akhirnya Kania mengalah karena Kenzi tidak suka makan yang namanya sayuran.


Setelah Kania mengambilkan makan Kenzi, Kania beralih kepada Pak Yudha.


"Pak, Pak, Pak Yudha mau makan dengan apa?" tanyanya Kania menepuk pundaknya Yudha. Yudha masih diam di panggil Kania berkali-kali, Yudha sibuk dengan pikirannya sendiri.


"Pak, samain sama Ken saja!" ucap Yudha dengan pasti." Kania geleng-geleng kepala Bapak dan Anak selalu kompak batin Kania. bukannya Pak Yudha suka sayur lodeh dan chicken, kenapa berubah?" Kania membatin dalam hati.


Selesai makan Yudha dan Kenzi berjalan ke ruang bermain karena hari ini Kenzi ini main dengan Daddy-nya.


"Mommy, mana Daddy?" tanyanya Kenzi


"Deg....."


Kenzi emang masih kecil tetapi Kenzi sangat paham dengan mommy kandungnya. di suatu hari tanpa sengaja Kenzi melihat foto pernikahan Daddy-nya di laci nakas dengan seorang wanita yang tersenyum sangat mirip dengan dirinya. Kenzi tau Kania cuma Aunty yang bekerja sebagai pengasuhnya bukan mommy kandungnya.


Malam harinya Kenzi ingin menanyakan perihal foto itu kepada Daddy-nya. niatnya di urungkan takut Daddy-nya marah.


Di ruang bermain ini, Kenzi berniat memberanikan diri untuk menanyakan keberadaan mommy kandungnya yang mengandung dan melahirkannya.


"Daddy, mommy Enzi kemana?" tanyanya Kenzi menggoyang-goyang lengan tangan Daddy-nya.


"Mommy, sudah di surga!" ucap Yudha.


"Antelin Enzi, ketemu mommy?" tanyanya Kenzi.

__ADS_1


"Nanti kalau Daddy nggak sibuk!" ucap Yudha.


Yudha mengalihkan perhatian Kenzi yang ingin bertanya tentang mommynya. Yudha mengajak Kenzi untuk bermain perosotan.


"Daddy, tangkap Enzi....." wush wush..... ucap Kenzi.


"Hap...Hap...Hap...." ujarnya Yudha.


"Daddy, culang Enzi beyum ciap!" ucap Kenzi cemberut karena di tangkap Daddy-nya.


Kenzi keluar duli dari ruang bermain, mendudukkan pantatnya di ruang keluarga dengan menekuk lututnya, kepala diletakkan di lututnya.


Kania tiba-tiba datang dari arah dapur untuk mengantar makanan dan minuman di ruang bermain untuk Kenzi dan Pak Yudha.


Sebelum Kania menaiki tangga, Kania melirik lewat ekor matanya ke ruang keluarga ada Anak kecil yang sedang memeluk lututnya dengan suara sedikit terdengar sesenggukan.


Kania meletakkan nampannya di samping meja makan berjalan ke ruang keluarga untuk melihat siapa yang di sana. dari bajunya Kania kenal tetapi kenapa? bukankah lagi bermain dengan Daddy-nya? berbagai pertanyaan memenuhi pikiran Kania.


"Kenzi, bolehkah Bunda masuk?" tanyanya Kania.


Kenzi mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang berdiri di pintu? melihat Bundanya tersenyum dan merentangkan kedua tangannya, Kenzi langsung berlari ke tempat Bundanya untuk memeluknya sangat erat.


Kenzi tiba-tiba menciumi kening, pipi kanan kiri Bundanya secara bergantian. "Ada apa, Ken?" tanya Kania. Ken masih saja diam malah memeluknya sangat erat, membenamkan wajahnya di dadanya Bundanya.


Kania mendengar suara nafas yang teratur di dadanya, Kania melirik ke bawah ternyata Kenzi tertidur pulas sambil memeluk Kania.


Kania berencana akan mengangkat tubuhnya Kenzi untuk di bawa ke kamarnya, tiba-tiba ada suara derap langkah menghampirinya.


"Biar Saya yang membawa Ken ke kamarnya, Kania!" ucapnya Yudha.


"Baik Pak!" ucap Kania melangkah meninggalkan ruang keluarga.


Pukul 19.00 malam, Kania bersiap-siap akan pulang ke rumah, kasihan Dara jika Kania pulang terlambat adiknya pasti sudah menunggu di rumah.


Kania sudah duduk di ruang tamu untuk menunggu Yudha turun ke bawah. sudah 15 menit Yudha tidak kunjung turun, akhirnya Kania pamit kepada bik Siti untuk menyampaikan kepada Pak Yudha Jika Kania sudah pulang.


"Bik, Kania pamit pulang?" ucap Kania


"Apa nggak nunggu Pak Yudha dulu, non?" tanyanya bik Siti

__ADS_1


"Sampaikan saja kalau Kania pulang bik!" ujarnya Kania.


Kania bersalaman dengan bik Siti dan juga mencium tangannya sebagai tanda takzim kepada yang lebih tua.


Kania berjalan keluar meninggalkan rumah Pak Yudha karena Kania sudah di tunggu Abang gocar.


Kania menaiki ojek onlinenya membelah dingin nya Ibukota di malam hari. Kania merentangkan kedua tangannya untuk menikmati angin sepoi-sepoi.


Di dalam kamar Anaknya, Yudha sudah memikirkan matang-matang Kenzi berhak tau siapa Ibu kandungnya yang telah mengandungnya sembilan bulan dan melahirkannya.


Yudha menaikkan selimutnya, mencium puncak kepala Kenzi "Mimpi indah sayang"


Yudha turun ke bawah untuk mengambil air minum di dapur yang biasanya di taruh di atas nakas kamar tidurnya.


""Pak Yudha, butuh apa biar bibik yang menyiapkan?" tanyanya bik Siti.


"Ambil air minum bik, bibik istirahat saja ini sudah malam!" ucap Yudha.


"Pak, non Kania sudah pulang , non Kania titip pesan ke bibik suruh di sampaikan kepada Pak Yudha"


"Pulangnya kok tidak pamit saya langsung bik? tanyanya Yudha.


"Tadi non Kania sudah menunggu Bapak di ruang tamu 15 menitan tetapi Bapak tak kunjung turun, akhirnya non Kania pulang dengan ojek online.


Ya sudah bibik istirahat saja, Yudha mau mengambil air minum ke dapur dulu bik, Yudha berjalan ke dapur dengan mengerutu dirinya sendiri yang melupakan Kania di rumahnya.


Sial.... batin Yudha


Yudha menundukkan pantatnya di ruang makan dengan meminum secangkir kopi hangat karena pikiran Yudha lagi kemana-mana.


Dering telepon membuyarkan lamunan Yudha, "Hallo, ada apa Paman Tom? tumben malam-malam telepon" tanyanya Yudha penasaran. "Yudha besok Paman ijin tidak masuk kerja karena istri Paman sakit sekarang di rawat di rumah sakit.


"Baiklah Paman!" ucap Yudha, jangan sungkan paman bila ada apa-apa segera telepon Yudha.


bab 30 kalimat terpanjang selama saya menulis. semoga masih ada yang mau membaca cerita saya ini.


Terimakasih kak izki yang sudah vote hari ini.


Terimakasih teman-teman yang masih setia menunggu cerita ini.

__ADS_1


jangan lupa vote, like, koment. di krisannya boleh ya. tolong dikoreksin di mana letak salahnya.


__ADS_2