
Yudha membelokkan mobilnya ke tempat perbelanjaan di Jakarta. Seperti permintaan anaknya Kenzi yang makan di K"C.
"Yeeeehh K*C ......"
Kenzi dengan semangatnya berkata K*C makanan seperti Upin Ipin yang sangat di sukai seperti halnya tokoh kartun yang setiap hari di tontonnya di televisi.
"Daddy, Enzi au ayam Upin Ipin hua." ucap Kenzi dengan menunjukkan jari tangannya jumlah dua.
"Ken laper?" tanyanya Yudha
"Iya Daddy lapel." jawab Kenzi memegang perutnya dan mengelus-elusnya menandakan Kenzi laper.
"Ken duduk dulu, Daddy mau tanya dulu aunty Kania, Dara" ucap Yudha.
"Kania, Dara mau pesan apa?" tanya Yudha menyodorkan buku menu yang tertera di buku menu.
"Samain aja dengan Ken, Pak? jawab Kania karena Dara sibuk membolak-balikkan buku menu.
Dara melihat kakaknya yang melotot langsung meletakkan buku menu, nyengir membentuk huruf V.
"Ken di sini sama aunty! Daddy mau pesan dulu." ucap Yudha menunjukkan ke depan Mbaknya yang berbaju merah.
__ADS_1
"Iya Daddy, Enzi unggu!" jawab Kenzi yang sedang memperhatikan lingkungan sekitar melirik ekor matanya kemana-mana.
"Aunty Dala, itu apa?" ucap Kenzi menunjukkan jari tangannya pada jalanan padat di sisi jalan.
"Macet itu Ken karena ada pedagang yang berjualan, tetapi parkirnya di sembarangan jalan.
"Enzi pucing, hiyat obil anyak." decak Kenzi memperagakan kepalanya yang pusing yang pura-pura memegang kepalanya.
"Hahhhaaa... Ken gemes....."
Dara mencium pipi bakpao Kenzi kanan kiri bergantian karena gemasnya Dara mencubitnya sedikit.
Dara juga menoel-noel hidupnya yang mancung mungil seperti hidung Kakeknya tuan Pradipta.
Yudha berjalan dari memesan makanan lalu membayarn sekalian karena makan di K*C itu harus bayar dulu baru boleh makan hehehe.
"Ken, cuci tangan sebelum makan." ucap Kania.
"Sama unda! endong amping!" celetuk Kenzi yang sudah merentangkan kedua tangannya yang minta di gendong.
"Ullluhh.... ullluhh anak bunda tambah berat." ucap Kania mengulurkan tangannya untuk mengangkat Kenzi dari tempat duduknya untuk di gendong nya.
__ADS_1
"Sepelti ini unda." ucap Kenzi memperagakan cuci tangan versi orang kesehatan yang harus enam langkah tepat.
"Pintarnya Kenzi." ujarnya Kania memuji Kenzi yang sudah mengikuti cara cuci tangan yang benar.
"Enzi anak unda!" ujarnya Kenzi dengan bangganya karena bundanya memujinya
Mereka makan dengan khidmat hanya suara dentingan jam dinding yang ada di tempat makannya.
Setelah selesai makan beberapa kali Kenzi sudah mulai menguap, dan mengelus perutnya yang sedikit membuncit efek makan ayam hua Upin Ipin.
"Enzi, antuk unda." ucap Kenzi dengan mulai menguap matanya yang tinggal satu Watt.
"Sini gendong bunda." ucap Kania mengendong Kenzi untuk masuk ke mobil yang terparkir di basement bawah.
Kania, Dara, dan Kenzi duduk di lobby depan dengan matanya yang sudah mengantuk mungkin efek dari kekenyangan.
Setelah menempuh perjalanan yang memakan waktu dua jam lamanya, Yudha, Kania, Dara, dan Kenzi sampai di rumah dengan posisi Kenzi tidur di pangkuan Kania.
Yudha memasuki rumah terlebih dahulu di ikuti dari belakang ada Kania yang mengendong Kenzi dan Dara yang mengandeng tangan kakaknya.
"Bik Siti, siapkan kamar untuk aunty Kania,Dara ya!" ucap Yudha berlalu dengan mengendong Kenzi untuk di tidurkan di kamar Daddy-nya.
__ADS_1
"Terimakasih yang sudah kasih vote, like, koment, Krisan.
Jangan lupa Rate-nya dan vote nya