Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 74


__ADS_3

Drttt drttt drttt...


Tiga puluh menit kemudian handphone Yudha bergetar terus-menerus, tetapi yang punya handphone masih saja asyik melihat ke luar jendela.


Lalu lintas di kawasan perusahaannya sangat ramai, hilir-mudik pekerja pada keluar masuk untuk mencari sesuap nasi untuk mengisi perut yang lapar sebelum memulai aktivitas lagi.


Yudha cuma bisa menghela nafasnya memperhatikan jalanan di luar, terkadang Yudha sangat iri melihat sepasang kekasih atau suami istri yang sedang menikmati makan siang bersama.


Tok tok tok tok tok....


Ketukan pintu yang nyaring, membuat Yudha menutup telinganya dengan kedua tangannya" berisik" gumam Yudha yang kesal acara melamunnya di gangguin orang lain.


"Masuk" Ucap Yudha dari dalam, langsung merapikan jasnya untuk duduk di kursi kerjanya, yang pura-pura sedang mengerjakan pekerjaan kantornya.


"Daddy" Teriak Kenzi yang berjalan sedikit berlari untuk menghampiri daddy-nya yang sibuk dengan kertas-kertas di mejanya, yang di ikuti bundanya di belakangnya.


"Jangan lari-lari nanti jatuh!" Ujar Kania dengan kekhawatiran takutnya tiba-tiba Kenzi jatuh.


Yudha mengangkat kepalanya sayup-sayup mendengar teriakan anaknya, yang berkumandang di ruangannya. Senyum di bibirnya daddy-nya seketika langsung terbit melihat anaknya yang hari ini sangat tampan persis dirinya masih kecil.


Daddy-nya berjalan menghampiri anaknya, langsung mengangkatnya tinggi-tinggi membuat Kenzi tertawa. sibuk dengan anaknya Yudha sampai mengabaikan kami yang masih berdiri memperhatikan Daddy dan anak saling bersenda gurau.


"Unda cini, duduk amping ini!" Ujar Kenzi melambaikan tangannya untuk memanggil bundanya.

__ADS_1


Kania masih saja tak bergeming, tetap bertahan berdiri bersandarkan dinding, tersenyum kecut karena yang punya perusahaan tidak mempersilahkan untuk duduk.


Yudha masih terdiam ditepat memperhatikan gerak-gerik Kania yang tanpa ekspresi, "Daddy tulun Enzi au ke mpat unda" suara rengekan Kenzi membangunkan daddy-nya untuk mengenali Kania.


Kenzi mengandeng tangan bundanya untuk di ajak duduk di sampingnya, di tengah-tengah ada Kenzi. "Seperti keluarga sungguhan ada bapak ibu dan anak." Ucap batin Kania.


Daddy-nya masih saja bengong melirik Kania yang berjalan ke arahnya. "Terpesona dengan kecantikanku hmm," Kata Kania yang sedikit sombong karena kesal dari tadi di cuekin daddy-nya Kenzi.


"Ehh, Kania, duduk BUNDANYA KENZI." Kata Yudha tersenyum smirk dengan menekankan kata bundanya Kenzi.


"Terima kasih pak Yudha terhormat!" Ujar Kania yang tersenyum mengejek, mengangkat Kenzi untuk duduk di atas pangkuannya.


"Kenapa Anda menelepon saya?" tanya Kania tanpa melihat lawan bicara, malah asyik mengelus dengan lembut surai rambut Kenzi.


"Iya sayang, bunda pok-pok ya!" Ucap Kania dengan suara lembutnya seperti nyanyian merdu untuk Kenzi.


Terdengar suara dengkuran halus dari bocah kecil yang tidur di pangkuannya, Kania menulusuri wajahnya dengan tangannya, mengelus puncak kepalanya dan sedikit merapikan rambutnya. Cup Kania mencium keningnya "selamat tidur sayang"


Kania ada yang ingin saya sampaikan ini tentang kita, "Bolehkah saya mengenal lebih jauh kamu dan keluarga kamu?" tanya Yudha yang hatinya dag dig dug menanti jawaban Kania.


Kania mengangguk, memberikan jawaban Wellcome untuk Pak Yudha karena Kania sudah sangat menyayangi Kenzi, cinta banget sama anak ini anak yang di pangku Kania.


"Yesss! seperti air segar yang menyirami dahaga jiwaku, terima kasih Kania sudah memberikan kesempatan untuk mengenalmu."

__ADS_1


"Kapan saya boleh berkunjung untuk bersilaturahmi ke keluarga kamu, lebih tepatnya pengganti orang tuamu kamu, untuk meminta ke keluarga kamu untuk menjadi istriku ibu sambung untuk anakku Kenzi." kata Yudha dengan sungguh-sungguh menatap ke wajahnya Kania yang sudah merona.


"Nanti Kania mau telepon pakde, bude dulu untuk mengabari keluarga disana Pak." Ujar Kania dengan mantap, semoga ini yang terbaik batin Kania.


"Tidurkan Kenzi di tempat tidur rahasia saya ya, nanti kamu pegal memangkunya." Ujar Yudha dengan mengambil Kenzi dari pangkuan Kania untuk di baringkan di tempat rahasia.


"Tempat tidur rahasia" apa Pak Yudha sering bawa cewek buat di ajak tidurkah?" batin Kania berperang dengan hatinya.


"Yudha menjentikkan jarinya ke kening Kania yang berpikiran tidak-tidak, hmm berpikiran jorok ya! Senyum devil Yudha menaik turunkan alisnya, ayo kalau mau saya siap kapan saja mumpung cuma kita berdua." bisik Yudha ingin tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Kania dengan wajah yang sudah pucat pasi.


"Mesum!" Ujar Kania menipuk bantal sofa ke wajahnya Pak Yudha.


Haha ayo sekarang kita susul Kenzi ke kamar, mumpung masih tidur kita bisa hmmmm." Ujar Yudha yang mengoda Kania dengan wajah merona malu


"Au ah gelap, bicara sama bapak otakku jadi gesrek." Ujar Kania meninggalkan Yudha di sofa, Kania melangkahkan kakinya untuk kembali bekerja.


Blammmm...


Kania menutup pintu nya dengan bunyi yang nyaring.


"Hahha Yudha tertawa menertawakan Kania yang bikin Yudha gemas dengan rona merah di pipinya"


...Happy weekand☺☺☺ selamat berlibur🤗🤗🤗 have fun nice day😍😍😍...

__ADS_1


__ADS_2