
"Accalamu'alaicum, Nek!" kata Kenzi.
Enek ini Enzi, sayang pelankan suaranya daddy lagi bobok di pangkuan Nenek.
"Daddy obok ya, Nek," Tanyanya Kenzi yang menduduki sofa sebelah Neneknya.
"Iya sayang!" kata Neneknya mengusap rambutnya Kenzi dengan lembut.
"Kenzi udah ganteng di mandiin siapa?" tanya Neneknya yang melihat penampilan Kenzi ujung kepala sampai ujung kaki.
"Unda Nia, Nek!" Serunya Kenzi yang menyebutnya dengan girang bila berhubungan dengan bundanya.
"Bunda mana?" tanya Neneknya.
"Di dapul ama bik cum, Nek!" Ujarnya Kenzi melihat daddy-nya yang tidur di pangkuan neneknya seperti Kenzi hihihi..
****
Kania memasuki dapur untuk membantu bik Jumi memasak, karena Kania bingung mau ngapain di rumah orang tanpa melakukan pekerjaan
"Ada yang bisa Kania bantu, bik?" tanyanya Kania di belakang bik Jumi yang lagi menggoreng ikan.
"Eehh non Kania, kirain siapa bibik sampai kaget melihat non Kania di dapur, nanti den Yudha marah sama bibik kalau non Kania berada di dapur.
Takutnya baju non Kania kotor kalau bantuin bibik di dapur, nggak apa-apa bik kalau kotor bajunya, Kania bisa ganti baju lagi kok bik bajunya Pak Yudha di lemari stoknya banyak jangan khawatir bik.
Hehehe non Kania bisa aja. Ya sudah kalau mau bantuin bibik, non cuci sayurannya saja ya, bibik mau melanjutkan menggoreng ikan non.
__ADS_1
"Sayurannya sudah Kania cuci bik, Kania bantuin apa lagi bik?" tanyanya Kania yang ingin menggantinya untuk menggoreng ikan.
"Ndak usah non istirahat saja!" Tukasnya bik Jumi yang tidak enak menyuruh Kania untuk menggantinya untuk melanjutkan menggoreng.
"Kania gantiin ya!" Ujarnya Kania.
"Non ndak apa-apa! nanti kulit non kena minyak!" seru bik Jumi.
Kania sudah terbiasa memasak bik, karena Kania mempunyai adik yang masih sekolah. sebelum berangkat kerja Kania yang memasak setiap hari bik.
*****
Eeugghh...
Yudha bangun dari tidurnya dengan tidak ada siapa-siapa di sampingnya "bukankah tadi sama mamanya, terus kemana?" Ucapnya Yudha dari dalam hatinya.
Yudha berjalan menaiki tangga ke kamarnya dengan matanya yang masih mengantuk, dan sedikit-sedikit menguap.
"Kemana Kenzi dan Kania?" tanyanya Yudha pada dinding di kamarnya.
Akhirnya Yudha memutuskan untuk beranjak dari atas tempat tidurnya yang tadi di tempati Kania dan Kenzi untuk istirahat.
Yudha berjalan ke kamar mandi untuk mencuci mukanya, karena hari sudah sore Yudha memilih untuk mandi sekalian.
Selesai mandi Yudha berjalan menuruni tangga celingak-celinguk mencari keberadaan Kania dan Kenzi sejak bangun dari tidurnya mereka berdua tidak ada di kamarnya.
"Bik lihat Kania dan Kenzi nggak?" tanyanya Yudha kepada bik Jumi yang sedang sibuk memasak di dapur.
__ADS_1
Tadi non Kania bantuin bibik memasak, terus di panggil nyonya karena Kenzi menangis mencari bundanya coba cari di taman belakang den.
Terima kasih bik...
Tak.....tak...tak...
Suara sandal rumahan yang di pakai Yudha berbunyi nyaring, Yudha masih celingak-celinguk mencari keberadaan mereka berdua, sesampainya di halaman belakang Yudha mendengar suara anak kecil yang sedang tertawa cekikikan.
"Hmm itu pasti suara anaknya" Ucap Yudha dalam hati.
Yudha melangkah kan kakinya ke sumber suara yang terdengar di sebelah kanan Yudha berdiri sekarang ini.
"Balon Enzi da ima
#Lupa-lupa walnanya
"Ijau, uning, kelabu
"Melah uda dan bilu
"Eletus alon ijau, dor!!!
"Ati Enzi angat acau
"Alonku inggal mpat
"Enzi egang elat-elat
__ADS_1
Di gazebo taman belakang rumahnya, Kania dan Mama cekikikan menertawakan aksinya Kenzi yang menyanyikan lagu balonku ada lima dengan khas cadelnya.