Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
EkstrakPart Empat


__ADS_3

Keesokkan paginya, Yudha terbangun dari tidurnya dengan posisi istrinya sudah tidak ada di sampingnya. Yudha mulai meraba-raba tangannya untuk mencari keberadaan istrinya, yang sudah kosong tempat di sampingnya.


Membuka kedua matanya untuk menyesuaikan cahaya di kamarnya, Yudha celingak-celinguk mencari istrinya setiap sudut ruangan, tetapi Yudha tidak menemukan Kania di kamarnya.


Setelah nyawanya terkumpul, Yudha bangkit dari ranjangnya untuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, dan mandi sekalian sebelum turun ke bawah mencari Anak, dan istrinya.


Dirasa sudah cukup rapi, Yudha keluar dari kamarnya. Ekor matanya mulai bergerilya mencari sudut ruangan, dan membuka kamar ketiga Anaknya, tetapi nihil seperti di telan bumi hilang tanpa jejak.


"Bik Siti! lihat Kania, bik?"


"Kania sama Anak-anak lagi berjemur, Pak."


"Terimakasih, Bik."


Setelah mengucapkan kata terimakasih, Yudha bergegas menyusul istrinya yang sedang berjemur pagi di pantai Sanur. Yudha mendengar kekehan ketiga Anaknya, dan tawa renyah istrinya. Membuat Yudha sedikit berlari untuk menghampiri Istri, dan Anaknya.


"Cup Cup Cup Cup Yudha mengecup pelipis istrinya, dan ketiga Anaknya secara bergantian ."


"Tadi bangun tidur Mas cariin! ternyata di sini kok tidak ajak-ajak Daddy sih." Tutur Yudha yang pura-pura merajuk, dan mengerucut bibirnya.


"Habis tadi Daddy tidurnya sangat nyenyak! Bunda tidak tega buat bangunin-nya." Sahut Kania mengusap-usap pipi suaminya yang mengembung.


"Daddy cepelti Adik Ila kalau pas cembelut." Seloroh Kama yang melirik Bergantian antara Daddy, dan Adiknya.


Sebenernya Kama sedikit takut dengan Daddy-nya, dan Kalila Adiknya. Kama tahu Adiknya sangat manja dengan Daddy-nya, dan tidak suka di jelek-jelekin di depan kedua orang tuanya, dan kakaknya Kenzi.


"Ishhh! akak tenapa cebut-cebut ama Ila cih! kan ndak celu, dan ndak accik." Ucap Kalila dengan memanyunkan bibirnya.


"Udah-udah kita lanjutkan berjemurnya keburu siang." Ujar Kania yang melerai perdebatan antara Kama, dan Kalila.


***


Setelah drama Korea antara kakak adik yang sudah di cut sutradaranya, Kania bisa bernafas lega Kalila sudah melupakan drama barusan. Sedikit muncul senyum tipis di bibirnya Kania, melihat ketiga Anaknya yang sangat rukun.


Mereka berlima berjemur untuk melihat matahari terbit dari timur, sedangkan ketiga buah hatinya nampak bahagia walaupun cuma berjemur sebentar, dan bermain air. Melihat senyum bahagia keluarganya, Yudha mengulum senyum, perkembangan kedua anak kembarnya sangat pesat.

__ADS_1


Selesai berjemur, ke lima-nya sarapan pagi bersama di restoran dekat villa tempat mereka menginap. Di meja makan di isi dengan Celotehan ketiga Anaknya, terutama Kama dan Kalila yang tidak bisa diam, maunya makan sendiri, tetapi nasinya jatuh ke bawah semua.


***


Dua hari sudah mereka berlibur di Bali, banyak canda tawa yang mereka ukir bersama. Terutama untuk mengenalkan lingkungan baru untuk ketiga Anaknya, guna belajar bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.


"Daddy! Adik au itu!" Ucap Kalila yang menunjukkan jarinya ke arah penjual makanan.


"Kalau Kakak mau seperti Adik nggak?"


"Ndak ucah Daddy! akak asih enyang." Jawabnya menampilkan giginya yang ompong.


"Adik kok makan telus! ental badannya ndut cepelti boneka Mampang."


"Unda akak-nya akal! Jewel uping-nya, Unda."


"Iya-iya ini Bunda jewer."


"Auuuhhh atit, Unda! tapi hohong."


Wlekk...


"Daddy! akak akal antuin Unda Buyat Jewel uping-nya akak Ama, Daddy." Ujarnya penuh dengan semangat '45.


Yudha dan Kania saling melirik melihat tingkah lucunya Kalila, batita kecil yang menggemaskan sedang merajuk dengan Daddy-nya. Yudha mengecup pipi tembem Kalila, dan di sebelahnya ada Bundanya yang ikut mengecup pipi tembem-nya.


Kenzi yang melihat kedua Adiknya yang saling adu drama hanya tersenyum simpul memperhatikan interaksi keduanya, tanpa mau ikut campur atau melerai Kama, dan Kalila.


***


Waktu enggan ingin berhenti, waktu akan terus berjalan seperti arah jarum jam yang selalu berdetak.


Hari ini keluarga Yudha Pradipta terakhir di Bali, mang Udin dan bik Siti sudah packing barang-barang majikannya. Sedangkan keluarga Pradipta sedang menikmati sunset di pulau Sanur, sembari makan malam bersama.


"Bunda, Daddy! Kakak ngantuk." Tutur Kenzi yang sudah mulai menguap berkali-kali.

__ADS_1


"Mau tidur sekarang, Kak?"


"Iya Bunda! matanya kakak udah belat."


***


Pagi harinya di kamarnya Daddy, dan Bundanya sangat ramai karena si kembar yang tidak mau diam, terutama Kalila yang selalu ingin mencari perhatian kepada kedua orang tuanya, dan kakaknya.


Pukul 09.00 mereka sudah cek-out dari penginapan, dan langsung pergi ke Bandara Ngurah Rai Denpasar, Bali. Di dalam mobil pun ketiga Anaknya tidak mau diam, keinginan tahunya sangat tinggi, apapun yang di lewati selalu di tanyakan Daddy atau Bundanya.


Di dalam pesawat ketiga Anaknya tertidur sangat pulas yang saling memeluk satu dengan lainnya. Yudha, dan Kania saling berpelukan melempar senyum, saking bahagianya Yudha tidak bisa menahan hasrat untuk tidak memakan istrinya.


Yudha mulai ritme yang pelan, dengan tangan yang terus bergeliya di tubuh istrinya yang semakin seksi. Berulang-ulang Kania merasakan gelombang elektromagnetik, membuat suaminya tidak bisa menahannya lebih lama.


Setelah mencapai puncak Nirwana, nafas keduanya terengah-engah seperti lari maraton saja. Yudha melirik sekilas ke arah ketiga Anaknya, mang Udin, dan Siti nampak semuanya tertidur sangat pulas.


"Mas ingin ada Yudha junior lagi di sini, Sayang." Tutur Yudha yang tidak lepas dari perut istrinya.


"Hemmmm," Kania merasakan belaian lembut tangan suaminya. Membuatnya semakin mengantuk, dengan usapan demi usapan yang menurut Kania sangat menenangkan, selalu bikin nyaman di pelukan suaminya.


***


Siang harinya rombongan Pradipta family sudah sampai Bandara Soekarno-Hatta, Mereka di jemput Paman Tom. Mobil melaju sangat pelan untuk membelah jalanan ibukota yang sangat lengang.


Paman Tom melirik sedikit majikannya lewat kaca spion mobilnya, nampak kedua majikannya yang tidak pernah lepas tautan tangannya. Tom yang melihatnya sedikit iri dengan kemesraan bos-nya, yang sangat mencintai istrinya.


Sedangkan Kenzi, dan si kembar sedang tertidur pulas. Mungkin Anak-anaknya sangat capek karena perjalanan yang sedikit jauh, dan selama di Bali ketiga Anaknya tidak mau diam, dan sangat aktif.


Yudha, dan Kania yang merasakan di perhatikan oleh Paman Tom lewat spion. Membuat keduanya ingin menunjukkan kemesraan, supaya Tom merasa pengen untuk menikah.


***Hai hai.... Autthor Up kembali.


Terimakasih untuk like, koment, Rate-nya, votenya.


Rencananya autthor ingin buat sesion kedua, di lapak ini saja, karena nanti ada kaitannya dengan keluarganya Yudha, dan keluarga Tom.

__ADS_1


Setuju nggak kalau nanti Anaknya Tom berjodoh dengan salah satu Anaknya Yudha?


Yang setuju kasih koment, like, votenya***.


__ADS_2