
Pagi harinya di kamar Yudha terdengar berisik dari arah dapur, bik Siti cuma geleng-geleng kepala mendengar rengekan Kenzi yang tidak suka di ganggu Daddy-nya bila sedang bermain, di kamar Kenzi sendiri di sediakan tempat bermain seperti Playground kecil di sudut kamarnya.
Hari yang sangat Saya takuti, Hari ini kantor cabang di Surabaya sedikit ada masalah yang mengharuskan Yudha pergi ke Surabaya sekitar sepuluh hari, berat rasanya harus meninggalkan Anak dan keluarga.
"Yudha betah-betah di sana ya, fokus pada pekerjaanmu semoga masalah perusahaan cepat selesai kita bisa berkumpul lagi. Jangan terlalu memikirkan kami di sini terutama Kenzi, kami akan baik-baik di sini.
"Jaga kesehatan, makannya jangan telat, kalau sudah sampai Surabaya jangan lupa kirim kabar!" Nasehat Ayah dan Mama di bandara pagi ini.
__ADS_1
Kenzi sedang tidur pulas di stoller, berat rasanya melihat Anakku karna ini pertama kali terpisah jarak dengan Kenzi. Tak henti-hentinya Yudha menciuminya pipi gembul milik Kenzi, walau sedang tertidur pulas tak membuat Kenzi terusik sama sekali.
"Anak Daddy baik-baik ya sama Kakek Nenek!"
"Daddy janji kalau urusan di Surabaya sudah selesai, Daddy akan segera pulang!" bisik Yudha kepada Kenzi.
Ketika di dalam pesawat lamunanku kembali ke masa lalu, teringat keluarga kecilku. Andai saja Nena masih ada, mungkin Yudha akan memboyong Anak dan istrinya ikut ke Surabaya.
__ADS_1
Hari ini di Hotel Pradipta di adakan rapat dadakan yang membuat seluruh karyawan kalang kabut. Rapat di pimpin langsung Yudha Pradipta Anak dari Tuan Pradipta dan Nyonya Pradipta merupakan pemilik Hotel terbesar di Kota Pahlawan. Yudha sangat tampan, pintar, berkharisma pagi ini banyak kaum hawa yang menatapnya kagum, rasanya ingin memiliki penerus Pradipta, bisik-bisik para karyawan di tengah ruangan rapat.
Setelah rapat selesai mencapai kesepakatan untuk bekerjasama dengan Hotel Pradipta telah sampai babak final. Akhirnya selesai juga dengan menghembuskan nafasnya Yudha berdiri meninggalkan ruang rapat dengan berjalan sedikit tergesa-gesa karna lupa membawa handphonenya.
Tiba di kamar Hotel Yudha melihat handphonenya banyak sekali panggilan tidak terjawab dari Ayah dan Mama di Jakarta. Yudha memutuskan untuk menelepon kembali sampai dering ke lima baru di angkat Mamanya.
"Hallo Ma!" kemana saja kamu Dha dari tadi di telepon tidak di angkat di wa juga tidak di buka omel nyonya Pradipta. satu-satu dong Ma, kalau bicara Yudha bingung mau jawab yang mana dulu. Yudha belum menjawab pertanyaan Mamanya, Mamanya sudah bicara lagi dengan topik Kenzi.
__ADS_1
"Tadi Anakmu ngambek telepon tidak Kamu angkat, Sekarang Kenzi lagi tidur!" mungkin lagi marah sama kamu seharian kamu cuekin Dha. kalau kerja itu ingat Anak yang kecil masih membutuhkan perhatianmu Dha.
"Iya Mama!" nanti Yudha telepon lagi, kalau Ken sudah bangun, ini baru nyampe Hotel pulang rapat, Yudha mau mandi dulu Ma.