Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 144


__ADS_3

***Selamat Satnight


Happy reading


Jangan lupa Rate-nya***


Yudha mengendarai mobilnya seperti pembalap MotoGP Rossi, Kecepatan nya melebihi pembalap kelas atas, tidak butuh waktu lama jarak kantor menuju rumah seperti 5 menit.


Tin...tin...tin...


Yudha membunyikan klakson mobilnya berulang-ulang, saking tidak sabarnya untuk masuk ke rumah bertemu istrinya, yang seharian ini Yudha tinggal kerja.


Di depan gerbang lagi-lagi Yudha menekan klakson mobilnya, siapapun orangnya supaya segera di buka pintu gerbangnya.


Turun dari mobil Yudha bergegas menaiki tangga untuk mencari istrinya di kamarnya. Tetapi nihil istrinya tidak ada di kamarnya, Yudha berbalik menuruni tangga untuk meneruskan mencari istrinya di sudut ruangan.


Mendengar suara telivisi yang menyala di ruang keluarga, Yudha berlari kecil untuk melihatnya, siapa tahu istrinya di situ lagi menonton televisi.


Tok....Tok....


Tidak ada suara sahutan dari dalam, cuma ada suara telivisi yang menyala, menampilkan acara kartun kesukaan anaknya.


Ceklek.


Pintu terbuka menampilkan Istri, dan Anaknya yang tertidur pulas dengan posisi Anaknya yang tidurnya tidak beraturan lasak kemana-mana.


Yudha tersenyum tipis melihat keduanya yang tidur dengan kompak, sehabis Kania menyuapi makan anaknya.


Lalu..


Yudha menyingkirkan bekas makannya, membawanya ke luar dari ruang keluarga menuju ke dapur.


Sebelum berbalik arah, melihat sekelebat bayangan bik Siti membuat Yudha mendekatinya.


"Bik, bekas makan Kenzi sudah Yudha taruh di wastafel ya." Teriaknya Yudha yang sedikit agak jauh dari bik Siti.


"Iya Pak! nanti bibik cuci." Jawabnya bik Siti yang mendongak kepalanya.


Setelah selesai berbicara dengan bik Siti, Yudha menaiki tangga untuk membersihkan badannya terlebih dahulu, baru bergabung dengan anak istrinya di ruang keluarga.


"Tidur berdempetan sepertinya enak." guman Yudha.


Yudha langsung masuk ke kamar mandi, dan menaruh baju kotornya di keranjang khusus untuk yang kotor sebelum besok pagi di ambil bibiknya.

__ADS_1


Mengguyur tubuhnya dengan air shower membuatnya lebih rileks, karena kepenatan nya seharian di kantor membuat Yudha lupa untuk makan siang, dan sore..


Mungkin sebentar lagi keluarga dari Semarang sudah sampai, terpaksa Yudha menyuruh mang Udin untuk menjemputnya di stasiun kereta.


Ceklek...


Yudha Membuka pintunya dengan handuk yang melilit di pinggangnya, membuat menambah kesan seksinya dengan rambut basahnya, perut kotak-kotaknya aduhh suamiku makin Hot.


Kania yang melihat suaminya dari atas tempat tidurnya, cuma geleng-geleng sendiri membayangkan sentuhan suaminya yang sangat memabukkan.


Membayangkan saja membuat semburat merah di wajahnya, dan mulai meraba-raba perutnya yang membuncit walaupun usianya baru 4 bulan esok hari.


Yudha yang yang diperhatikan istrinya tersenyum misterius pura-pura tidak tahu keberadaan istrinya, yang sedang memperhatikan gerak-geriknya.


Yudha sengaja membuat istrinya panas dingin, memudahkan Yudha untuk meminta jatahnya, dan memberikan hukuman karena tidak mengangkat teleponnya.


Berjalan mengendap-endap supaya suara langkah kakinya tidak didengar istrinya, yang dari tadi di perhatikan sedang melamun.


"Mungkin sedang memikirkan surga dunia." Ujar Yudha di dalam hatinya.


Hap hap...


Kania di buat kaget dengan kemunculan suaminya secara tiba-tiba memeluknya erat dari belakang, membuat Kania ingin memberontak melepas diri dari pelukannya, karena saking kagetnya.


"Sayang, ini Mas." bisik Yudha yang sudah mengendus-endus leher jenjang istrinya, yang nampak terekspos begitu menggiurkan, dan menggodanya.


"Sayang." Bisik suaminya di belakang daun telinga istrinya.


"Hmmm." Jawab istrinya yang duduk tidak beraturan.


"Kamu tambah seksi semenjak hamil, Mas suka bagian ini, suka juga bagian ini." Ujar Yudha satu-satu memberitahu tempatnya, dengan cara memegangnya.


"Mas mau bilang ya! kalau istrinya gemuk! badannya bengkak seperti gajah ya." Sahut Kania yang sudah mengerucut bibirnya yang ingin hendak protes.


"Nggak-nggak Sayang! Mas suka yang ada di diri istriku dulu maupun sekarang." Tutur Yudha.


"Mas gombal!" Sahut Kania.


Yudha langsung membukam bibir istrinya dengan kecupan manis, dan membukanya untuk memudahkan suaminya mengaksesnya ke dalam rongga mulutnya.


Mulai mengeksekusi rongga mulut istrinya, saling membelit lidahnya, keduanya saling menyalurkan hasratnya yang terpendam sejak tadi siang terutama suaminya seperti orang gila, dan ingin segera pulang ke rumahnya menuntaskan hasratnya.


Yudha melepasnya, keduanya mulai terengah-engah dengan nafasnya yang tersengal-sengal akibat kecupan suaminya yang memabukkan.

__ADS_1


Yudha bergerak cepat, dan langsung membukam bibir istrinya yang nampak sangat seksi dengan mulut yang menganga terbuka, membuat Yudha semakin gemas, dan memudahkan suaminya untuk menginvasi rongga mulut istrinya.


Dengan sangat lihainya tangan Yudha mulai meloloskan baju istrinya, dan membuat istrinya tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya.


"Kamu seksi sayang." bisik Yudha.


"Mas suka! Kamu hamil membuat Mas ingin terus." bisik suaminya sembari mengendus-endus daun telinga istrinya.


Kania nampak pasrah melihat suaminya yang sangat berhasrat ingin segera di tuntaskan, suaminya terus saja mendominasi tubuhnya , dan tidak membiarkan tubuhnya sejengkal saja dibiarkan menganggur tanpa sentuhan suaminya.


"Sayang." Kania mulai berseru takut-takut suaminya tidak memperhatikan kehamilannya, dan bergerak secara kasar.


"Hemmm..." Mas ngerti sayang! Mas akan hati-hati! Mas jamin tidak akan terjadi apa-apa dengan sikecil.


Yudha melanjutkan menjamah tubuh istrinya, memberikan banyak tanda keunguan disekitar bukit kembarnya, dan memberikan dengan gigitan kecil di sekitarnya.


Berkali-kali Kania menyebut nama suaminya setiap kali Kania mencapai kenikmatan, dan membiarkan suaminya menjelajahi tubuhnya dengan tangan nakalnya yang bergeliat kemana-mana meninggalkan cubit-cubitan kecil.


Memasuki inti Kania dengan ritme sedikit kasar, dan bergerak naik turun dengan cepat, nafas Kania terengah-engah, dan melenguh. Yudha terus saja bergerak di pusat intinya dengan ritme sedikit kasar.


"Eughhh, Mas.." Suara Kania yang merintih sangat seksi, membuat Yudha terus terpacu dengan keringat.


"Akhhh, Mas." suara Kania yang mendesah-desah membangkitkan semangat suaminya untuk segera menuntaskan hasrat keduanya yang sudah di ubun-ubun.


Gelombang kenikmatan surga dunia baru saja mereka raih secara bersamaan, berhasil membuat keduanya terbang ke langit ketujuh menuju puncak kebahagiaan.


"Capek sayang." Yudha tersenyum melihat keringat membanjiri dahi istrinya.


"Iya Mas.."


Keduanya membersihkan tubuhnya, dan keluar kamar saling menautkan jemarinya untuk di genggaman suaminya.


Mereka menuruni anak tangga untuk bergabung dengan keluarga yang lain yang sedang mengobrol di ruang keluarga.


Kedua belah keluarga sudah datang ke rumah, semenjak Kania masuk menyusul suaminya ke dalam kamarnya. Sengaja mereka tidak membangunkan keduanya, karena tidak mau menganggu ritualnya.


"Apa kabar pakde, bude, dan aunty." Sapa Kania mencium tangannya satu-satu, di susul Yudha suaminya.


"Alhamdulillah, sehat Nduk." Tutur ketiganya serempak.


Setelah mereka berbincang-bincang sebentar di lanjutkan makan malam yang di mulai pukul 20.00 karena menunggu kedua keluarganya datang, dan bisa makan bersamaan pasti sangat ramai.


Kedua suami istri saling melempar senyum, karena ada rasa membuncah bahagia di hatinya, bisa berkumpul dengan keluarga dalam keadaan sehat walafiat.

__ADS_1


***Maaf Yah, Kalau cerita autthor kadang pendek atau panjang, karena autthor kadang sibuk di dunia nyata, walaupun partnya tidak panjang autthor selalu berusaha untuk bos Up setiap harinya.


Jangan lupa tinggalkan jejak like, koment, dan votenya yah readers***.


__ADS_2