
Satu minggu kemudian...
Setelah acara mitoni selesai, keduanya nampak sangat bahagia, pagi ini mereka akan berangkat ke rumah sakit untuk kontrol rutin tiap satu bulan sekali.
Seperti biasanya sebelum berangkat, mereka bertiga sarapan dulu untuk mengisi perutnya biar tidak kelaparan di di tengah jalan, ditambah lagi istrinya sedang hamil, yang sangat membutuhkan asupan makanan untuk si kecil yang ada di rahim Bundanya.
Setiap satu bulan sekali, Yudha selalu mengosongkan jadwalnya untuk menemani istrinya untuk periksa kandungan ke rumah sakit langganannya.
Hari ini jadwal periksa Kania Pukul 10.00 pagi, pagi ini mereka sangat santai memakan sarapannya, sesekali di selingi pertanyaan si kakak Kenzi.
"Unda, ental alau akak uda besal! aka ingin sepelti Daddy." Seru Kenzi yang tersenyum sangat lebar menampilkan senyum Pepsodent nya.
"Boleh! asal Kenzi nyaman! Bunda, dan Daddy tidak akan memaksa." Sahut Kania yang membalas senyum Anaknya.
'"Daddy juga boleh! asal Kenzi suka." Sahut Daddy-nya menimpali percakapan Kenzi, dan Bundanya.
"Yeahhh! Makasih Daddy! Makasih Unda!" Seru Kenzi mengecup pipi keduanya.
Setelah selesai sarapan mereka bertiga melanjutkan mengobrolnya di ruang keluarga, dan menonton televisi dengan acara Upin Ipin kesukaan Anaknya.
Sesekali mereka di iringi dengan bercanda, dan tertawa bersama untuk mengurangi ketegangan diantara ketiganya.
"Adik ehat-ehat ya! di peyut Unda! akak Enzi, Unda, dan nunggu Adik kelual!" Bisik Kenzi di perut Bundanya dengan menempelkan telinganya diperut Bundanya.
"Akak ayang Adik! Muachhh!" Bisiknya Kenzi mengecup perut buncit Bundanya, yang terlihat lebih besar.
Dukkkk.... Duk.....
"Unda! Adiknya gelak! endang akak Enzi." Seru Kenzi yang sangat berbinar, mendengar tendangan Adiknya yang masih di dalam rahim Bundanya.
"Adik uga ayang akak Enzi, anget." Jawab Kania yang menirukan suara Anak kecil.
__ADS_1
Melihat Bundanya menirukan suara anak kecil seperti suaranya, membuat Kenzi tersenyum sumringah, dan tiba-tiba merangkul Bundanya, dan mengecup pelipis nya.
"Aka ayang emuanya." Ujarnya Kenzi.
Setelah mengobrol santai di ruang keluarga, waktu sudah menunjukkan pukul 09.30, ketiganya bergegas untuk keluar dari ruang keluarga, mereka berdua menuju ke halaman rumahnya yang sedang terparkir mobilnya, sedangkan Kania sedang berpamitan dengan bik Siti yang sedang membersihkan sisa-sisa sarapan
"Bik, Kania pamit ya! jaga rumah!" Tutur Kania.
"Baik non." sahut Bik Siti.
"Hati-hati dijalan non!" Ujar Bik Siti sedikit berteriak, karena Kania sudah berlalu dari hadapannya.
Yudha mengendarai mobilnya sangat pelan, karena ketiganya ingin lebih santai, dan menikmati kebersamaan, Dengan kondisi jalanan yang sangat lengang.
Sesekali Kenzi menyanyikan lagu-lagu yang disetel Daddy-nya, seperti lagu Anak-anak kesukaan Kenzi.
"*A*tu, atu, akak Enzi ayang Unda"
"Hua, hua uga ayang Daddy"
"Atu, hua, iga ayang emuanya...."
Kenzi berulang-ulang menyanyikan lagu Anak-anak, dengan khas cadelnya yang membuatnya tambah menggemaskan. Lagu sayang ibu merupakan lagu kesayangannya, dan sering di nyanyikan baik dirumahnya maupun saat berada di jalan contohnya pagi ini di perjalanan menuju rumah sakit.
Ketiganya sudah tiba di rumah sakit, dan langsung masuk ke ruangan Dokternya, karena sudah membuat janji terlebih dahulu. Menempuh perjalanan 20 menit untuk sampai ke rumah sakit.
"Selamat pagi! Buk Dokter... Sapa Kania. dan Yudha yang membuka pintu ruangannya.
"Pagi juga nyonya Pradipta." Jawabnya Dokter Ferguson.
"Ada keluhan apa, Buk?" tanya Dokter Ferguson.
__ADS_1
"Sering lelah, Dok! Nafsu makan saya sedang gila-gilanya." Tutur Kania menanggapi pertanyaan Dokternya.
"Bulan ini naik berapa Kg , Buk?" tanyanya Dokter Ferguson.
"Bulan ini belum menimbang lagi, Dok! takutnya naik lagi." Sahutnya Kania.
"Mari Buk! berbaring di ranjang! biar saya cek dulu! mudah-mudahan janinnya sehat, dan Berat badannya sudah naik ya, Buk."
Setelah perawat mengolesi gel di perutnya, Dokter Ferguson mulai menggerakkan kursornya untuk melihat letak, usia, dan berat bayinya, dan usia kehamilan.
"Lihat Pak! Keduanya sehat! Alhamdulillah berat badannya naik, Buk."
"Akak Enzi! au hiyat Buk Doktel."Tutur Kenzi yang sudah di gendong Daddy-nya.
"Ini sayang! Adik-adiknyanya kakak Kenzi." Sahut Dokter Ferguson mengerakan kursornya, dan menampilkan senyumnya, membuat kakak Kenzi membuncah bahagia.
"Keduanya berjenis kelamin laki-laki, dan perempuan! kembar sepasang, Pak, Buk! Keduanya sangat sehat, dan aktif." Tutur Dokter Ferguson.
"Wow! kembar sepasang, Dok?" Tanyanya Yudha yang tidak percaya bahwa calon Anaknya kembar sepasang.
"Iya Pak! Selamat pak!"
"Wow! Adik-adiknya akak Enzi laki-laki, dan pelempuan! Yeahhh bental agi akak unya emen balu cepacang." Seru Kenzi dengan kedua matanya berbinar, mendengar penjelasan Dokternya.
"Sudah Buk! mari silahkan duduk." Tutur sang Dokter.
"Ada yang ditanyakan lagi Buk! atau mungkin pak Yudha! atau kak Kenzi." Tanyanya Dokter Ferguson.
"Tidak ada, Dok." Jawabnya Yudha.
"Kalau tidak ada pertemuannya sampai di sini dulu! silahkan hubungi saya, bila ada pertanyaan pribadi." Tutur Dokternya.
__ADS_1
"Pasti Dok!" Jawabnya Yudha yang sangat semangat.
Selesai dari rumah sakit, ketiganya memilih makan siangnya di luar, kebetulan Kania mengidamkan teamlo Solo, dan lumpia Semarang.