
"Apa yang terjadi padanya Lexa, Xella, Arez?" Tanya Sweet saat melihat kondisi putranya saat ini. Pagi tadi Arel dilarikan ke rumah sakit karena sudah dua hari demamnya tak kunjung turun. Sweet dan Alex yang mendengar kabar itu langsung meluncur ke rumah sakit. Sweet menatap wajah pucat Arel, lalu berpindah pada tangan putranya yang masih terbalut.
Arez, Alexa maupun Alexella tak berani menjawab. Ketiganya terdiam membisu.
"Apa tidak ada mendengar pertanyaan Mommy kalian? Arez, jawab." Tegas Alex. Arez pun menatap sang Daddy begitu dalam.
"Ya Allah, apa yang terjadi padamu Arel? Jangan buat Mommy takut." Sweet menangis pilu karena tak tega melihat kondisi putranya.
"Arez." Alex memberikan peringatan karena Arez masih membisu.
"Dad, ini masalah pribadinya."
Sweet yang mendengar itu langsung menatap Arez. Ia ingin segera tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Ini masalah lama, tentang Sky, kekasihnya dulu." Arez menatap kedua orang tuanya bergantian.
"Sky?" Sweet tampak kaget mendengar nama itu. "Bukankah hubungan mereka sudah lama berakhir?"
"Biar aku yang menjelaskan." Pinta Alexa. Kini Sweet dan Alex pun menatap putrinya.
"Sebenarnya Arel dan Sky tidak pernah memutuskan hubungan mereka, Sky meninggalkan Arel dua tahun lalu."
Deg! Sweet lemas seketika mendengar itu. Ia masih mengingat dengan jelas pertemuannya dengan Sky. Dimana dirinya meminta Sky untuk menjauhi Arel. Namun Sweet tak berniat untuk memisahkan keduanya.
"Sky? Gadis yang pernah Arel bawa ke perusahaan dulu itu bukan?" Tanya Alex mencoba untuk mengingatnya.
"Ya, Dad. Dia cinta pertama Arel, gadis yang dicintainya.... sampai sekarang."
"Apa? Bagaimana bisa, kamu bilang gadis itu meninggalkannya bukan?" Kaget Alex.
"Ya, gadis itu pergi tanpa penjelasan."
"Ya Allah." Air mata Sweet merembes seketika. Ia mengira itu kesalahanya karena sudah meminta Sky untuk menjauhi putranya. Tetapi ia hanya meminta Sky menjauhi Arel beberapa waktu, bukan selamanya.
"Mom?" Alexa bisa melihat keterkejutan di mata sang Mommy. "Kami sudah menyelidikinya, sepertinya ada seseorang yang mengancam Sky. Sampai dia tak berani bicara dan meninggalkan suaminya."
"Suami?" Tanya Alex dan Sweet bersamaan.
"Ya, dia menikahi seorang penjudi." Jawab Arez datar.
Tangsian Sweet pun pecah seketika. "Pasti ini karena aku, Mas. Aku yang meminta Sky menjauhi Arel."
"What?" Pekik semua orang merasa kaget dengan pekataan Sweet.
"Mom?" Alexa menatap Sweet penuh tanda tanya.
"Mommy minta maaf, saat itu Mommy meminta Sky untuk menjahuhi Arel. Tapi...."
"Kenapa Mommy tega melakukan itu?" Perhatian semua orang pun teralih pada Arel yang ternyata mendengar semua obrolan mereka. Lelaki itu merasa terganggu karena suara ribut sehingga terbangun dari tidurnya. Arel menatap sang Mommy dengan penuh luka. Ia pun berusaha untuk bangun. Sweet yang melihat itu hendak membantu, tetapi Arel langsung menolaknya.
"Mommy sudah memisahkan cinta kami. Apa yang Mommy katakan sampai Sky memilih untuk menikah dengan orang lain? Jelaskan Mom!" Bentak Arel kembali tersulut emosi.
"Arel! Jaga sikapmu." Bentak Alex tak suka melihat putranya bersikap tak sopan pada sang istri.
Arel mengusap wajahnya frustasi. "Sekarang aku tahu kenapa Sky tak ingin kembali padaku, karena Mom mengancamnya kan?"
__ADS_1
Sweet tersentak kaget mendengar tuduhan putranya. "Tidak, Arel. Mommy tidak pernah mengancamnya. Mommy...."
"Lalu apa yang Mommy lakukan? Sky tidak mungkin pergi jika Mommy tak mengancamnya." Potong Arel kembali meninggikan suaranya.
"Cukup Arel!" Kali ini Arez ikut bersuara. Ia tak terima jika Arel membentak sang Mommy. "Kau seharusnya mendengarkan penjelasan Mommy hingga akhir. Kita tidak pernah di ajarkan memotong ucapan orang tua."
Arel menagis dan menjambak rambutnya frustasi. Sweet yang melihat itu langsung menarik putranya dalam dekapan. "Jangan seperti ini, dengarkan Mommy dulu, Arel." Sweet mengusap kepala Arel dengan lembut. Membuat lelaki itu jauh lebih tenang.
"Aku sudah kehilangannya, Mom. Dia mencampakkanku begitu saja. Apa salahku, Mom?"
Sweet mengeratkan pelukannya. "Kamu tidak salah, ini semua salah Mommy. Seharusnya Mommy tak meminta Sky menjauhimu saat itu, tapi Mommy juga tak memintanya pergi. Mommy cuma meminta Sky bicara padamu, supaya kamu lebih fokus untuk acara pelantikan hak waris. Mommy cuma memintanya agar menjaga jarak denganmu beberapa waktu. Tidak untuk menginggalkanmu. Mommy sangat mendukung hubungan kalian. Mommy menyukai gadis itu. Mommy tidak tahu jika itu akan menjadi bumerang dalam hubungan kalian."
"Aku sudah menyelidiki semuanya, bukan Mommy yang menjadi alasan Sky pergi. Tapi keluarganya sendiri." Timpal Arez yang berhasil mendapat perhatian semua orang. Arel pun menarik diri dari dekapan sang Mommy.
"Kau sudah mendapatkan petunjuk, Kak?" Tanya Alexa dengan semangat.
"Kalian menyelidikinya?" Alexella ikut bertanya.
"Ya." Jawab Arez untuk pertanyaan keduanya.
"Kalian menyelidiknya tanpa memberitahuku?" Ketus Alexella tak terima dirinya dilupakan.
"Ini bukan saatnya untuk berdebat, Xella." Sahut Arez duduk di sisi lain Arel. Alexella mendengus kesal dan memilih duduk di sofa.
Arez menatap Arel, Mommy dan Daddynya bergantian. "Sky menikahi lelaki itu karena Ayahnya terlilit hutang yang cukup besar, mereka mengancam akan membunuh Ibu dan Ayah Sky, lalu menjual gadis itu. Dengan iming-iming melunasi hutang mereka, Friedrich Clodio menawarkan diri untuk menikahi putrinya. Tuan Evvender yang sudah terjepit pun menerima tawaran itu. Menikahkan putrinya di malam sebelum dirimu ditemukan hampir mati Arel."
Arel mengusap wajahnya. "Kenapa dia tak bicara langsung padaku. Sebelum itu kami menghabsikan waktu bersama."
"Karena Sky memikirkan pembicaraan Mommy padanya saat itu. Aku menebak itu karena pertemuan Sky dan Mommy terjadi di siang harinya. Aku rasa itu alasanya. Dia tak ingin kau mempertaruhkan masa depanmu."
"Bahkan dia tak mendiskusikan itu padaku, Ya Tuhan." Arel semakin frustasi.
"Di mana dia sekarang, kalian menyelidikinya kan? Di mana dia, Arez?" Arel mencengram erat lengan kembarannya.
"Aku belum selesai bicara, Arel. Kau harus tenang. Sikapmu yang seperti ini akan membuat Sky ketakutan." Arez memberikan tatapan serius pada Arel. Membuat lelaki itu jauh lebih tenang.
"Friedrich Clodio adalah seorang penjudi sekaligus penipu, dia menipu keluarga Evvender. Setelah menikahi Sky, dia sama sekali tak membayar hutang itu. Dan membuang Ibu dan Ayah Sky. Lalu membawa gadis itu ke sebuah desa terpencil. Karena itu kita tak bisa menemukannya."
Arel yang mendengar itu mengeratkan rahangnya. Bagaimana bisa ia melewatkan kisah hidup kekasihnya. Ia tak pantas dikatakan sebagai kekasih.
"Lelaki itu bukan berasal dari kalangan orang kaya, kebetulan saat itu ia memenangkan sebuah lotre. Menggunakan itu untuk menjebak Sky, dia tahu Sky masih gadis murni. Sampai saat ini Sky masih berfikir Friedrich menyembunyikan Ibu dan Ayahnya. Karena itu ia tak berani melawan suaminya, ia takut Friedrich melukai kedua orang tuanya. Sky adalah korban kejahatan Friedrich, aku sudah melaporkannya ke pihak berwajib."
"Lalu di mana Ayah dan Ibu Sky?" Tanya Alexa penasaran.
Arez terdiam sejenak. "Mereka sudah tiada sejak lama, keduanya sakit karena tak bisa bertemu putrinya lagi. Juga dihantui rasa bersalah yang terlalu besar pada Sky. Aku mendapat informasi itu dari suruhan Friedrich."
Deg! Semua orang terkejut mendengar kenyataan menyakitkan itu.
"Sky tidak tahu soal itu?" Tanya Sweet.
"Tidak, karena itu senjata Friedrich untuk mengancam Sky jika gadis itu memberontak. Bahkan gadis itu kerap mendapat kekerasan. Tentangga Sky sendiri yang mengatakan itu." Jawab Arez dengan napas berat.
"Aku juga sempat menyaksikan itu. Meski tak secara langsung. Tapi aku mendengar lelaki itu memaki Sky saat aku dan Jarvis berkunjung." Ujar Alexella.
"Brengsek! Aku akan menghabisinya, sialan kau Friedrich." Emosi Arel pun meledak-ledak. Bahkan ia hendak turun dari atas brankar, tetapi dengan cepat Arel menahannya.
__ADS_1
"Kau tidak bisa menemuinya dalam keadaan seperti ini, pulihkan kondisimu lebih dulu. Dia akan terpukul jika melihatmu seperti ini." Bujuk Arez.
Arel kembali menangis. Lalu menampar pipinya dengan keras. Semua orang terkejut melihat itu. Sweet menarik putranya lagi dalam dekapan. "Jangan sakiti diri kamu terus, Mommy tersiksa melihatnya, Arel. Sudah cukup kalian menyembunyikan ini dari Mommy dan Daddy. Mommy tahu ini salah Mommy karena kurang memperhatikan kalian. Mommy terlalu sibuk dengan urusan Mommy sendiri. Maafkan Mommy, hidup kalian jadi sekacau ini. Mommy gagal mendidik kalian, ini salah Mommy."
"Mom." Alexa dan Alexella pun menghampiri Sweet dan memeluknya dengan erat. "Mommy tidak salah, kami yang bersalah karena tak mendengarkan semua perkataan Mommy." Ujar Alexa menangis sesegukan. Alex yang melihat itu memijat pelepisnya.
"Hentikan tangisan kalian, sekarang pikirkan bagaimana caranya menyembuhkan Kakak kalian yang gila ini. Lalu jemput menantuku, jika kalian terus diam bisa-bisa dia lari lagi. Aku menyukai gadis itu sejak pertama kali melihatnya. Bahkan aku sempat kecewa saat Xella mengatakan Arel sudah memutuskan hubungan dengannya." Ujar Alex panjang lebar.
"Dad." Sapa Arel menatap sang Daddy lekat.
"Perjuangkan cintamu lagi, Arel. Bawa gadis itu pulang. Dan berhenti menjadi brengsek." Imbuh Alex mengacak rambut putranya.
Arel tersenyum lebar. "Thank you, Dad. Aku akan membawa Sky kembali."
"Mommy juga setuju dengan Daddymu kali ini." Imbuh Sweet melerai pelukkanya.
"Tapi aku tidak setuju." Sanggah Alexa. Sontak semua orang langsung menatapnya. Alexa yang merasa terpojok pun tersenyum lebar. "Kau tidak bisa hanya membawa Sky, tapi anakmu juga harus kau bawa."
"Anak?" Pekik Alex dan Sweet kaget. Alexella sebenarnya juga kaget, tapi ia memilih diam dan menyembunyikan keterkejutannya.
"Apa maksudmu, Lexa? Anak yang Sky maksud itu anakku?" Tanya Arel bingung.
"Ck, jadi siapa lagi?"
"Brengsek! Anak sialan, kau menghamili gadis itu?" Kesal Sweet menjitak kepala Arel. Sang empu pun meringis kesakitan.
Arez, Alexa dan Alexella yang tahu akan terjadi perang besar pun langsung menjauh.
"Mom, aku tidak tahu Sky hamil anakku."
"Tapi kau menidurinya sebelum menikah kan? Sialan kau, Arel. Kau mengabaikan perkataan Mommymu ini huh? Setelah membuat kami pusing karena perbuatan mesummu. Sekarang kau memeberi kabar pada kami kalau kau punya anak di luar nikah! Sialan, brengsek kau Arel. Aku akan membunuhmu." Cerca Sweet meluapkan kekesalannya pada Arel. Ia terus menghajari putranya dengan berutal.
"Bunuh saja dia, membuat keluarga kita malu saja." Timpal Alex. Sweet yang mendengar itu langsung menatap Alex tajam.
"Ini semua pasti karenamu, Mas. Sifat brengseknya itu pasti diwarisi olehmu kan?" Bentak Sweet yang sudah dikuasai emosi.
"Kenapa jadi aku?" Tanya Alex bingung.
"Anak sama Ayah sama saja."
"Mom...." Alexa hendak menenangkan sang Mommy. Namun Sweet lebih dulu memberikan tatapan tajam pada mereka.
"Mom, aku tidak ikutan." Ucap Alexella yang langsung beringsut meninggalkan ruangan mencekam itu. Bisa-bisa ia juga ikut terkena imbasnya jika terus berada di sana.
"Aku juga harus pergi." Arez pun mengikuti jejak sang adik karena memahami situasi tak aman.
"Aku juga pergi Mom, Dad." Alexa berlari kecil menyusul mereka. Kini tersisa Arel di sana. Tidak tahu apa yang akan terjadi pada pria tampan itu.
"Mom, aku tidak tahu Sky mengandung. Kami melakukannya karena sama-sama mau."
"Mommy tidak mau mendengar alasan apa pun. Aku harus menghukummu." Kesal Sweet menjambak rambut putranya.
"Mom, aku sedang sakit."
"Hatiku lebih sakit, Arel. Kau menghamili gadis orang."
__ADS_1
Alex yang melihat itu cuma bisa mengulum senyuman dan menahan tawanya. Sudah dua tahun lamanya ia tak melihat kedekatan Ibu dan Anak yang satu itu. Karena Arel sangat jarang pulang ke mansion jika bukan karena hal penting.
Hah, aku harap kehangatan ini akan terus berlangsung hingga mataku tertutup untuk selamanya.