Istri Yang Dingin

Istri Yang Dingin
Bab 37


__ADS_3

Maaf ya semuanya cuma bisa update sedikit, sekarang aku agak susah pegang hape. Semoga kalian terus meningkmati ceritanya sampe abis ya... 😍😘


...✍️✍️✍️...


"Dari hasil review, didapatkan penurunan pengunjung dari dua bulan terakhir. Banyak yang beralasan jika pelayan di sini kurang memadai, termasuk kebakaran minggu lalu menurunkan nama baik hotel kita," jelas Sweet saat mereka tiba di Madest Brilian Hotel. Salah satu hotel bintang lima milik Alex yang sering mendapat masalah. Hotel ini termasuk salah satu hotel besar, di antara beberapa hotel dengan level bintang tujuh. Bukan hanya hotel di Jerman. Alex juga memiliki beberapa hotel mewah di Italia, Korea, Dubai dan India. Juga beberapa Resort di Bali, Indonesia.


"Berikan laporan itu padaku setelah kita kembali ke kantor," perintah Alex.


"Baik," sahut Sweet dengan sopan. Keduanya selalu serius dalam bekerja, bahkan tidak pernah sekali pun menyinggung status mereka dalam pekerjaan. Mereka cukup profesional menanggapi setiap masalah pribadi, tidak akan ada yang tahu hubungan mereka sebenarnya.


Alex, Sweet dan beberapa penanggung jawab hotel yang bersangkutan pun memasuki sebuah ruangan untuk melakukan meeting. Tempat itu memang tidak terlalu besar, hanya terdapat meja panjang yang dilengkapi dengan beberapa kursi. Juga sebuah monitor untuk melakukan presentasi.


"Siapa yang bertanggung jawab atas keamanan?" tanya Alex pada semua petinggi yang hadir. Lalu seorang lelaki bertubuh ramping bangun dari posisi duduk. "Saya Adrei, Tuan. Saya menjabat sebagai kepala keamanan di sini."


"Bagaimana cara kerjamu? Apa yang akan kau lakukan jika salah seorang tamu terjebak dalam kobaran api?" tanya Alex penuh selidik.


"Saya akan langsung mencari bantuan dan mencoba menyelamatkan orang itu, Tuan."


"Bagaimana caranya, kau masuk ke dalam api, begitu?" tanya Alex lagi. Lelaki itu terdiam cukup lama. Alex bangun dari duduknya, menatap lelaki itu penuh selidik.


"Bahkan kau ragu akan dirimu sendiri, hotel ini membutuhkan orang yang handal dan mengutamakan pekerjaan. Apa salahnya kau menyelamatkan mereka sebelum api berkobar, bukankah hotel ini sudah dilengkapi alarm kebakaran? Lalu apa kerja kalian selama ini?" tegas Alex. Semua orang menunduk seakan tertampar dengan perkataan Alex.


"Apa kalian tahu? Aku sudah mengirim seseorang untuk mengawasi kalian. Kebakaran yang terjadi minggu lalu adalah rencanaku. Kalian semua membuatku kecewa," timpal Alex berjalan mengelilingi karyawannya yang masih tertunduk.


"Max, masuklah." Perintah Alex pada seseorang yang berhasil membuat semua orang bingung. Siapa sebenarnya Max?


Tidak lama, seorang lelaki berperawakan besar memasuki ruangan membuat semua orang kaget melihatnya, termasuk Sweet. Matanya terus tertuju pada lelaki itu, sepertinya ia pernah melihat orang itu sebelumnya.


Ya tuhan, bukankah itu penjaga pintu yang Alex pecat saat hari pertunangan? Sweet terlihat berpikir keras.


Lelaki bernama Max itu berdiri di depan, menjelaskan semua kejadian dengan begitu detail. Bagaimana cerobohnya para pekerja, yang mementingkan keselamatan diri sendiri dan mengabaikan para visitor.


"Kalian sudah mendengar kesalahan masing-masing, bukan? Silakan bereskan barang kalian, temui bagian HRD, pangkat kalian aku turunkan. Dan kau Max, aku memberikan tanggung jawab hotel ini padamu, rapat selesai." Alex melangkah pasti ke luar dari dalam ruangan, yang diikuti oleh Sweet. Gadis itu bungkam, masih terkejut dengan semua yang ia lihat. Alex tidak pernah tanggung-tanggung dalam mengambil keputusan. Lelaki itu cukup kejam menurut Sweet. Tapi langkah yang Alex ambil lebih baik, setidaknya ia tak memecat para jajaran tinggi itu. Kesempatan emas yang harus mereka gunakan sebaik mungkin.

__ADS_1


Max sedikit membungkuk saat Alex dan Sweet berajalan meninggalkan ruangan. Namun, sebelum itu Max mengucapkan sesuatu untuk Sweet.


"Terima kasih, Nyonya. Pertemuan dengan selalu menjadi keberuntungan untuk saya," ucapnya. Sweet cukup kaget mendengarnya, bahkan ia tidak tahu apapun tentang lelaki itu. Sweet tidak bersuara, ia hanya mengangguk, lalu menyusul Alex yang sudah lebih dulu pergi.


"Hubungi klien dari Dubai, aku ingin mempercepat pertemuan dengan mereka." Perintah Alex pada Sweet. Saat ini mereka sudah berada di dalam mobil BMW milik Alex.


"Baik," sahut Sweet yang langsung menghubungi pihak Klien. Tanpa Sweet sadari, Alex terus memperhatikannya saat sedang bicara. Pergerakan bibir tipis milik gadis itu seakan menghipnotis Alex.


"Mereka setuju," ujar Sweet setelah menutup panggilan. Sweet juga memberi arahan pada sang Driver untuk pergi ke tempat yang sudah dijanjikan. Kemudian tidak ada lagi pembicaraan di antara mereka. Sweet terlihat menikmati pemandangan kota dari balik kaca mobil.


***


"Selamat siang Mr. Farzan," sapa Alex pada seorang lelaki seumuran dengannya. Lelaki berjambang tebal itu menyalami Alex dengan senyuman ramah. Kemudian beralih menatap Sweet yang berdiri di samping Alex.


"Sweet," ucap Sweet menjabat tangan lelaki itu. Sepertinya lelaki itu cukup tertarik dengan kemolekan Sweet. Bisa dilihat dari tatapan mata lelaki itu yang menyiratkan rasa kagum.


"Silakan duduk, Mr." Perintah Alex pada dua lelaki yang ada di hadapannya. Keduanya pun ikut duduk, termasuk Sweet.


Percakapan panjang mereka hanya sekitar bisnis tentang proyek kerja sama mereka. Mr. Farzan termasuk orang yang cukup berpengaruh di Dubai. Memiliki beberapa aset termahal di Dunia. Juga pemilik hotel terbesar di Dubai. Setelah puas membahas masalah bisnis, mereka pun melanjutkan obrolan biasa.


"Sorry Mr. Farzan. Gadis ini sudah dimiliki seseorang," sahut Alex mewakili Sweet. Sweet bernapas lega, setidaknya ia tidak perlu menjawab.


"Owh, sayang sekali. Padahal aku sangat serius, aku ingin menjadikanmu istriku."


Mendengar itu, Sweet langsung menatap Alex yang ternyata sedang menatapnya.


"Maaf Tuan, ini surat kontrak yang harus di tanda tangani. Untuk semua berkas persyaratan ada di dalamnya," ujar Sweet memecah kecanggungan, dan memberikan sebuah map. Sedangkan lelaki disebelahnya merasa jengah, dan sedikit melonggarkan jas yang membalut tubuh atletisnya. Josh yang sejak tadi berdiri dibelakang Alex pun dapat melihat tingkah Tuannya yang cukup aneh. Alex lah yang memintanya untuk datang.


Apa Tuan sedang cemburu? Batin Josh tersenyum geli. Untuk yang pertama kalinya Alex bersikap seperti anak muda yang sedang jatuh cinta.


"Baiklah, saya rasa pertemuan kita cukup sampai di sini. Terima kasih, Mr. Farzan atas waktu anda. Saya harap kerja sama ini akan berjalan dengan baik." Alex bangkit dari kursi, mengulurkan tangan kanannya yang disambut hangat oleh Mr. Farzan.


"Apa kalian tidak ingin makan siang terlebih dahulu?" tanya Mr. Farzan.

__ADS_1


"Tidak perlu, kami sudah kenyang." Sahut Alex dengan sedikit nada kesal. Sebagai lelaki, ia bisa memahami maksud dari tawaran Mr. Farzan. Setelah berpamitan, mereka pun langsung bergegas pergi meninggalkan salah satu restoran bintang lima itu. Alex terus diam selama perjalanan menuju kantor.


Ada apa dengannya? Kenapa wajahnya di tekuk seperti itu? Gumam Sweet dalam hati. Namun ia tidak ambil pusing.


"Kau menyukainya?" akhirnya Alex mengeluarkan suara emasnya. Lelaki itu menatap Sweet penuh intimidasi.


"Menyukai apa?" tanya Sweet datar tanpa melihat lawan bicaranya. Alex mendengus kesal karena Sweet menjawab pertanyaan dengan pertanyaan lagi.


"Ingat, kau hanya boleh suka dan cukup mencintaiku. Aku akan menghancurkan siapa saja yang kau sukai," hardik Alex yang berhasil membuat Sweet kaget. Bagaimana tidak, saat ini tangan Alex sudah mendarat dipipinya.


"Apa yang kau pikirkan, huh?" kesal Sweet menampik lengan Alex dengan kasar.


"Kau... Kau tidak aku izinkan jatuh cinta pada lelaki lain, kecuali aku. Kau mengerti?"


Sweet berdecih dan merasa geram dengan sikap egois Alex. Dia pikir aku ini apa? Robot yang akan selalu mengikuti perkataannya? Cih, robot saja tidak punya hati dan tidak mungkin jatuh cinta padanya. Gerutu Sweet dalam hati.


Merasa diabaikan, Alex menarik tengkuk Sweet dan mendaratkan bibirnya tepat di bibir tipis Sweet. Mata gadis itu terbuka lebar, begitu terkejut karena serangan dadakan dari Alex. Hanya beberapa detik, Alex mejauhkan bibirnya. Menatap lekat bibir merah itu dengan penuh perasaan. Alex tidak mengerti kenapa ia begitu marah saat Mr. Farzan mengutarakan isi hatinya pada Sweet. Lelaki berdarah kental Arab itu begitu berani dan percaya diri.


"Kau... Aku sudah mengatakan jangan pernah menyentuhku sem...." perkataan Sweet terpotong saat jari telunjuk Alex mendarat di bibirnya.


"Kau hanya boleh bicara jika kau hanya akan mencintaiku, katakanlah." Alex menatap wajah Sweet penuh harap. Sedangkan gadis itu merasa heran dengan sikap Alex yang cukup aneh.


Apa lelaki ini sedang cemburu? Ah, itu tidak mungkin. Mana mungkin pemilik hati batu ini menyukaiku.


"Lepas," bukan menjawab, Sweet malah menepis tangan Alex agar menjauh. "Jangan pernah menyentuhku sesuka hatimu, aku benci sikapmu yang sesuka hati." Sweet menggeser duduknya untuk menjauh. Sedangkan Alex masih bergeming. Menatap wajah Sweet penuh arti.


"Baiklah, aku rasa hatimu memang milikku sekarang. Karena aku tahu, tidak akan ada wanita yang tahan dengan pesonaku." Alex penuh dengan rasa percaya diri. Alex menggenggam tangan Sweet begitu erat. Gadis itu terus menolak, tetapi kekuatan Alex lebih besar. Ia pun pasrah dan membiarkan Alex menggenggam tangannya.


"Terserah," ketus Sweet. Gadis itu memalingkan wajahnya dan menatap ke luar jendela. Penampakkan di luar lebih menarik dari pada orang yang ada di sampingnya saat ini.


Akan aku pastikan, kau benar-benar jatuh cinta padaku, Anna. Sehari, dua hari, sebulan atau setahun pun akan aku nantikan itu. Alex tersenyum smirk, menatap wanitanya yang masih diam. Jemari besarnya terpaut rapat dengan jamari lentik milik Sweet. Tangan Sweet yang mungil begitu pas dengan tangan besarnya. Desiran hangat mulia menguasai nadi, yang mengalir perlahan hingga ke hati.


Dari balik cermin, Josh yang melihat tingkah Tuannya hanya bisa tersenyum samar. Ya, Josh memang ikut bersama mereka karena tidak membawa mobil.

__ADS_1


Sepertinya Tuan benar-benar jatuh cinta pada, Nyonya. Baguslah, aku rasa Tuan akan kembali pada sifat aslinya. Apa aku perlu turun tangan agar tuan benar-benar mendapatkan cintanya kali ini? Pikir Josh dalam hati.


__ADS_2