Istri Yang Dingin

Istri Yang Dingin
Season 3 (55)


__ADS_3

Di kediaman Winston, seluruh penghuni mansion kini sudah berkumpul di ruang tengah. Termasuk Sheena yang sudah gelisah sedari tadi.


Eveline yang tadi pagi baru saja kembali pun menatap semua orang bingung. Lalu ia pun bertanya pada suaminya. "Ada apa ini, Luc?"


Lucas merengkuh pinggang istrinya itu, lalu berbisik. "Kau akan segera tahu." Namun pandangannya tertuju pada Sheena yang terus memilin jarinya sendiri.


"Apa yang ingin kau sampaikan, Luc?" Tanya Alexa menatap putranya bingung. Pasalnya dengan tiba-tiba Lucas meminta semua orang berkumpul.


"Apa ada kabar baik? Violet sudah ketemu?" Timpal Winter.


Lucas pun mengalihkan pandangannya dari Sheena. Lalu memandang Dustin. "Violet tidak akan kembali selama lelaki pengecut ini terus berdiam diri di kamar. Tanpa melakukan tindakan dan penyelidikan." Cibirnya untuk Dustin.


Spontan Dustin pun menoleh ke arahnya dengan tatapan yang sulit dipahami. Setelah itu menunduk kembali. Terlihat jelas jika lalaki itu tengah frustrasi. Bagaimana tidak, sudah seminggu lebih sejak kejadian itu, ia belum mendapat kabar soal Violet. Padahal ia sudah mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari Violet, tetapi tak membuahkan hasil sampai detik ini.


Lucas menghela napas kasar. Lalu melempar amplop coklat yang ada disampingnya ke atas meja. Seketika wajah Sheena pun semakin pucat karena tahu apa yang akan Lucas sampaikan.


Mike yang sejak tadi merasa aneh dengan gelagat Sheena pun langsung mengambil amplop itu dan membukanya. Tentu saja ia menjadi pusat perhatian semua orang kini.


Mike menarik napas panjang, lalu ditatapnya Sheena dengan tatapan dingin. "Apa sebenarnya maumu, Sheena?"


Sontak Alexa, Winter, Eveline dan Dustin yang tidak tahu apa-apa pun menatap ke arah Sheena yang terlihat gugup setengah mati.


"Apa maksudmu?" Tanya Dustin pada Mike.


Mike menatap Dustin, lalu melempar amplop itu ke depannya. "Lihat saja sendiri."


Dengan ragu Dustin mengeluarkan isi amplo itu satu per satu. Seketika matanya melebar dan spontan menatap Sheena.


Sheena pun semakin ketakutan. "Dustin, aku...."


Tubuh Dustin lemas seketika. "Kenapa kau lakukan semua ini, Sheena? Kau tahu aku sangat mempercayaimu."


Tubuh Sheena pun langsung melorot ke lantai. "Maafkan aku, Dustin."


Winter yang penasaran pun langsung mengambil benda-benda itu dari tangan putranya. Yang tak lain adalah bukti transaksi Sheena dengan suruhannya juga beberapa foto Sheena menemui mereka. Bahkan di sana juga terdapat bukti Chat Sheena yang meminta suruhannya untuk menjebak Violet. Semua bukti itu tentu saja mengarah kuat padanya.

__ADS_1


Alexa yang melihat itu pun menutup mulutnya tak percaya. Eveline yang juga penasaran pun ikut melihat, dan tak kalah terkejut dari yang lainnya. Sontak ia pun langsung melayangkan tatapan permusuhan pada Sheena.


"Dasar j*l*ng! Jadi kau penyebab Violet lari dari rumah? Apa yang sudah kau lakukan padanya huh?" Bentak Eveline tersulut emosi. Lucas pun langsung menahannya saat hendak menyerang Sheena.


"Dia berniat mencelakai saudari kita, Luc. Bagaimana aku bisa tenang? Aku ingin menjambaknya sekarang juga." Kesal Eveline yang langsung didekap oleh Lucas. Tak ingin istrinya itu menggila dalam keadaan hamil.


Sheena pun semakin terpojok karena tak akan ada yang membelanya di sini. Ia benar-benar pasrah dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Bahkan ia akan menerima jika Dustin membuangnya.


Dustin bangkit sambil mengusap wajahnya dengan kasar. "Arghhh!" Teriaknya Frustrasi. Ia tak sepenuhnya menyalahkan Sheena. Karena di sini dialah penyebab utama hal ini terjadi. Violet tidak akan lari jika saja dirinya tak menuduh wanita itu sembarangan sebelum mencari bukti yang jelas.


Kini semuanya sudah menjadi bubur, Violet pergi dengan luka yang ia goreskan dihatinya. Bahkan masa depan gadis itu pun Dustin lah yang menghilangkannya.


Alexa pun bangun dan langsung memeluk putranya. "It's okay, sayang." Ucapnya seraya mengelus punggung Dustin. Lelaki itu pun menangis. Alexa melirik Sheena dengan kecewa. Ia tak pernah menyangka Sheena bisa melakukan semua itu. Semua orang mengira gadis itu lugu dan polos.


"Ini salahku, Mom. Akulah yang menyebabkan kekacauan ini." Lirih Dustin. Alexa pun semakin mengeratkan pelukannya. Ia tahu masalah ini cukup berat untuk putranya.


Winter menghela napas berat. "Luc, jika kau tahu hal ini lebih awal. Kenapa kau tak menyelesaikannya. Kenapa harus menjadi serumit ini?" Tanyanya pada Lucas.


Lucas masih memasang wajah datar. "Aku sudah membereskannya, hanya saja putramu yang bodoh itu terlalu percaya pada kucing liar yang dipungutnya. Aku sudah mencoba memberi tahunya, tetapi dia menyangkal semua itu."


Ya, jauh sebelum ini Lucas memang sudah memperingati Dustin jika Sheena tak sepolos yang dipikirkan semua orang. Namun Dustin yang sejak awal sudah mempercayai gadis itu pun justru menyangkalnya.


"Please, kali ini kalian harus membantuku. Aku tidak ingin kehilangan kekasihku. Aku sangat mencintainya."


Lucas mengerutkan dahi karena tidak mengerti apa maksud wanita itu. Karena penasaran ia pun tak langsung pergi.


"Aku akan membayar kalian berapa pun, tapi tolong bantu aku. Kalian tidak perlu menyakiti wanita itu, cukup membuatnya takut. Atau kalian lakukan segala cara agar Dustin membencinya." Suara Sheena terdengar Frustrasi dan lirih.


Lucas pun semakin bingung siapa wanita yang Sheena bicarakan itu.


"Hah, syukurlah. Aku akan membayar kalian berapa pun. Tolong lakukan dengan bersih. Ya, aku tahu. Namanya Violet, jangan sampai kalian meninggalkan jejak."


Deg!


Lucas terkejut mendengar nama sepupunya yang disebut.

__ADS_1


Violet? Apa yang akan dia lakukan padanya? Cih, dasar kucing liar tidak tahu diri. Tanpa menuggu lagi Lucas pun langsung meninggalkan ruangan itu. Lalu berpapasan dengan Dustin tak jauh dari ruangan Sheena.


Dustin menatapnya bingung. "Luc."


Lucas menarik lelaki itu dan membawanga ke lorong yang sepi. "Dengarkan aku, kau harus meninggalkan wanita itu."


Dustin semakin dibuat bingung. "Siapa yang kau katakan?"


"Sheena! Dia tidak sepolos yang kau pikirkan. Dia berencana mencelakai Violet." Lucas memperingati. Namun siapa sangka Dustin justru tertawa lucu. Dan itu membuat Lucas semakin marah.


"Kau harus percaya padaku kali ini, Dustin." Gerammnya setengah mati.


"Okay, aku percaya padamu. Tapi bagaimana caranya Sheean melakukan itu huh?" Lagi-lagi Dustin tertawa lucu. "Ayolah, Luc. Dia itu gadis baik-baik, aku sangat percaya padanya. Jika kau mengatakan sebaliknya mungkin aku akan percaya. Violet lebih menakutkan asal kau tahu."


Lucas memicingkan matanya sangking tak percaya betapa bodohnya sang adik. Bahkan Dustin lebih mempercayai Sheena ketimbang Violet yang sudah jelas dia kenal sedari kecil.


"Kau akan menyesal karena menganggap ucapanku ini lelucon. Aku sudah memberitahumu, jika kau tak percaya itu bukan urusanku." Pungkas Lucas yang langsung beranjak pergi dari sana. Meninggalkan Dustin yang masih tersenyum geli.


Kembali ke permasalahan....


"Oke, jika itu masalahnya. Lalu apa alasan Violet pergi?" Tanya Winter lagi memecah keheningan.


Dustin menarik diri dari dekapan Alexa, lalu menatap Lucas tajam. "Dia tidak akan pergi jika saja putra kesayangan kalian tak menjebak kami." Ucapnya penuh penekanan. Sontak kini semua mata pun tertuju pada Lucas.


"Apa yang kau lakukan, Luc?" Tanya Winter menatap putranya curiga.


Lelaki itu tertawa getir. "Aku hanya melakukan hal benar. Mempersatukan sepasang manusia yang sudah seharusnya bersatu. Karena aku tidak akan pernah membiarkan orang asing yang tak tahu terima kasih masuk dalam keluarga kita." Jawabnya dengan sorot mata menghunus tajam ke arah Sheena.


Wanita itu hanya bisa memeluk dirinya sendiri sembari menangis pilu.


Lucas bangkit, ditatapnya Dustin lekat. "Sebaiknya kau cari Violet, kemungkinan besar dia mengandung anakmu. Aku menyuntikkan obat subur sebelum kalian menghabiskan malam. Aku hanya bisa membantumu sampai di sini, selebihnya semua keputusan ada di tanganmu, Dustin." Setelah mengatakan itu Lucas pun beranjak pergi yang disusul oleh Eveline.


Mike pun ikut bangkit. Lalu membuang napas dengan kasar. "Aku tidak mengerti kisah percintaan kalian. Mom, aku hanya akan menikah dengan gadis pilihanmu. Carikan aku gadis yang baik, cantik dan yang penting asal-usulnya jelas." Katanya yang juga ikut meninggalkan tempat itu. Sebelum itu ia sempat melirik Sheena.


Alexa meraih tangan Dustin, lalu mengusap pipi putranya dengan lembut. "Mommy merestuimu jika kau ingin melanjutkan hidup bersama Violet. Cari dia dan segera bawa pulang. Untuk Sheena, Mommy akan mengurusnya di sini. Dia juga tidak sepenuhnya salah, dia hanya ingin mempertahankan cintanya."

__ADS_1


Sheena yang mendengar itu langsung menatap Alexa tak percaya.


Ya Tuhan. Bagaimana bisa aku berniat untuk mengkhianti keluarga ini. Bahkan setelah aku melakukan hal sebesar ini pun, mereka masih memaafkanku. Kau pantas menghukumku, Tuhan. Hukum aku yang tak tahu diri ini. Tangisan Sheena pun semakin pecah.


__ADS_2