Istri Yang Dingin

Istri Yang Dingin
Season 3 (47)


__ADS_3

Violet dan Eveline tampak sibuk mempersiapkan diri untuk acara fashion week kali ini sejak pekan lalu. Dan tidak terasa waktu yang ditunggu pun tiba. Acara itu akan dimulai dalam hitungan menit. Keduanya terlihat begitu cantik dengan balutan dress hasil karya Zhea tentunya. Saat ini mereka berada di sebuah ruang berukuran besar bersama beberapa model lainnya.


Eveline terlihat begitu elegan memakai set pakaian kasual dengan sentuhan eropa asia. Sedangkan Violet mengenakan pakain klasik yang tentunya sangat menarik.



...Penampilan Eveline ...



...Penampilan Violet...


"Bagaimana? Apa kalian siap?" Tanya Zhea menghampiri para model-modelnya yang masih bersiap itu.


"Siap dong." Sahut mereka kompak. Zhea yang melihat gelora semangat dalam diri mereka pun ikutan bersemangat juga. Lalu ia pun beranjak ke arah Eveline dan Violet. Di mana Eveline terlihat sedang membantu Violet merapikan pakaian.


Zhea tersenyum. "Kalian sangat cantik." Pujinya. Sontak kedua wanita itu pun menoleh, lalu balas tersenyum.


"Kau juga sangat cantik, Zhe." Balas Violet memperhatikan penampilan Zhea yang cukup menarik. Gadis itu memakai pakaian semi formal yang begitu cocok dengan kulitnya yang putih.



...Penampilan Zhea ...


Zhea tertawa renyah. "Kau bisa saja, Vi." Lalu pandangannya pun beralih pada Eveline. "Kau yakin aman kan, Eve?" Tanyanya karena mencemaskan soal kehamilan Eveline yang masih terlalu muda.


Eveline mengangguk. "Kau meragukanku huh?"


Zhea tertawa kecil. "Bukan begitu, aku hanya sedikit cemas soal kehamilanmu."


"Tidak perlu memikirknya, Zhe. Dia itu sudah profesional." Sahut Violet melirik sepupunya.


"Sepertinya aku lupa soal itu." Zhea tersenyum geli. Lalu ia pun membantu keduanya merapikan gaun yang mereka kenakan.


"Karyamu memang luar biasa, Zhea. Pakaian ini sangat nyaman saat dikenakan. Juga sangat lembut dan cukup ringan." Ujar Violet sembari menatap dirinya dicermin.


"Jika dia tidak bisa membuat gaun senyaman ini, dia akan diragukan sebagai designer ternama." Timpal Eveline ikut memperhantikan penampilannya sendiri.


"Kalian ini." Zhea menggelengkan kepala. "Ya sudah, acara akan segera dimulai. Karena kita mendapat urutan pertama. Kalian harus semangat. Aku harus ke depan, managerku sudah menunggu."


Eveline dan Violet pun mengangguk sebagai jawaban. Kemudian Zhea pun meninggalkan keduanya. Sebelum itu ia juga tidak lupa memberi semangat pada modelnya yang lain.


Zhea duduk di deretan paling depan, tempat yang khusus disediakan untuknya oleh sang manager. Lalu ia menyapu pandangan ke sekitar. Seketika ia kaget saat melihat Sky bersama putra sulungnya ternyata ikut hadir di sana. Hanya saja mereka duduk bersebrangan dengannya.

__ADS_1


Cess!


Tanpa sengaja netra gadis itu bertemu langsung dengan netra Gabriel. Spontan ia pun langsung memutus pandangan, mengalihkannya pada Sky yang terus melambaikan tangan. Merasa tak enak, Zhea pun bangkit. Menghampiri untuk menyapa mereka.


Sky bangun dari duduknya untuk menyambut Zhea, lalu keduanya pun berpelukan singkat. "Kenapa tidak bilang Aunty akan datang?"


Sky tersenyum lebar. "Kejutan."


"Hai." Sapa Lea yang ternyata hadir juga. Bahkan Lucas dan Paul pun turut hadir untuk menyaksikan kekasih hati mereka melenggang di atas podium.


"Wah, ini benar-benar kejutan." Zhea pun meminta Sky duduk. "Acaranya akan dimulai sebentar lagi. Dan kita mendapat urutan pertama. Kalian pasti sudah tidak sabar melihat penampilan mereka."


Sky menggenggam tangan Zhea. "Aku bangga padamu, Zhe."


"Thank you, Aunty." Zhea tersenyum begitu manis. Dan itu berhasil membuat Gabriel tertegun.


Apa dia sengaja memasang wajah sok imut itu di depanku? Pikirnya.


Zhea meliriknya sekilas, lalu kembali fokus pada Sky. "Sorry, Aunty. Aku tidak bisa bergabung dengan kalian di sini. Managerku ada di sana, dia sudah menyiapkan semuanya dengan susah payah." Seraya menunjuk sang manager yang melambaikan tangan ke arah mereka. Sky memberikan senyuman ramah.


"Tidak apa, sayang. Kembalilah, kita masih bisa mengobrol setelah acara selesai." Ujar Sky. Zhea pun mengangguk, kemudian bergegas ke tempat duduknya lagi.


Beberapa menit kemudian acara pun dimulai. Dan acara dibuka dengan sebuah penampilan spesial dari beberapa dancer ternama. Suara sorakan dan tepuk tangan pun memenuhi tempat itu.


Tidak lama Violet pun keluar dan penampilannya tak kalah keren dari Eveline. Padahal bisa dikatakan ini kali pertama untuknya, tetapi gadis itu terlihat alami layaknya model-model ternama.


Paul yang menyaksikan itu sampai terperangah. Tak menyangka jika gadisnya itu bukan hanya bisa menaklukkan jalanan, juga berbakat di atas cat walk yang tak pernah dilaluinya itu. Seperdetik kemudian Paul pun tersenyum bangga.


"Wow! Violet benar-benar hebat." Ujar Lea begitu semangat seraya mengabadikan momen itu diponselnya.


Mungkin mereka sudah biasa melihat Eveline yang notabennya seorang model. Namun kali ini Violet, gadis yang hanya tahu soal balapan liar itu pun ternyata cukup ahli menaklukkan catwalk.


Zhea tersenyum bangga pada mereka. Keduanya terlihat begitu profesional. Tidak salah ia memilih mereka menjadi modelnya kali ini.


Usai acara, Zhea menemui model-modelnya. Lalu mengucapkan selamat pada mereka atas kerja kerasnya. Para model tersenyum bahagia karena berhasil memberikan penampilan yang berhasil membuat para tamu terpukau. Dan tidak lama dari itu manager Zhea datang, membawa kabar pada mereka jika begitu banyak peminat yang terus menghubungi perusahaan. Bahkan para karyawan sampai kuwalahan menangangi para customer yang tiba-tiba membludak setelah acara fahsion week selesai. Tentu saja semua orang begitu senang mendengarnya.


"Okay, karena kalian sudah bekerja keras. Setelah ini kita rayakan kesuksesan kita." Seru Zhea yang berhasil membuat para model itu bersorak kesenangan.


Setelah beberes, mereka pun langsung beranjak menuju restoran ternama.


Memesan sebuah ruangan khusus untuk mengadakan parti kecil-kecilan. Tentu saja Sky dan yang lainnya juga turut diundang oleh Zhea. Bahkan para model itu pun diperbolehkan untuk mengundang kekasih mereka. Zhea benar-benar ingin memberikan apresiasi pada mereka yang sudah bekerja keras selama ini. Ia tersenyum lebar saat melihat pancaran kebahagian di wajah mereka.


"Aunty benar-benar bangga padamu." Ucap Sky menatap Zhea bangga. Spontan Zhea pun menoleh.

__ADS_1


Zhea memeluk wanita paruh baya itu dengan mesra. "Thank you, Aunty. Aku senang kau datang. Mammy dan Daddyku tidak bisa datang karena sibuk."


"Aku tahu, karena itu aku datang."


Zhea tersenyum senang. "Ah, rasanya lelahku hilang setiap kali memelukmu, Aunty."


"Kalau begitu terus didekatku, jadi saat kau lelah, aku akan selalu menjadi obatmu." Ujar Sky mengundang tawa gadis itu.


"Jadi bisa, aku ingin terus didekatmu, Aunty. Sayangnya itu tidak mungkin terjadi kan?"


Sky tersenyum. "Tentu saja mungkin. Lanjutkan saja perjodohan itu. Bagaimana?"


Zhea tersenyum seraya melirik Gabriel yang tengah menggoda salah satu modelnya. "Sepertinya itu tidak mungkin. Lihat putramu, dia sangat terobsesi dengan gadis cantik. Aku ini bukan tipenya."


Sky menggerakkan bola matanya ke arah Gabriel. Ia menghela napas saat melihat betapa lihainya lelaki itu menggoda wanita. "Dasar anak itu. Benar-benar tidak tahu malu. Sepertinya Aunty benar-benar harus menikahkan kalian."


Zhea tertawa kecil. "Jadi kau ingin memaksanya huh?"


"Kenapa tidak? Aku yakin hanya kau yang bisa menjinakkannya."


Zhea terdiam sejenak. "Apa itu mungkin?"


Sky menatap Zhea. "Kau ingin mencobanya?"


Zhea pun melepaskan pelukan, ditatapnya Sky lamat-lamat. Lalu tersenyum begitu manis. "Aku hanya bercanda, Aunty. Tidak perlu memaksanya, aku percaya jika kami berjodoh. Tuhan akan tetap mempersatukan kami bagaimana pun caranya."


Sky menghela napas. "Itu yang selalu aku harapkan, kalian benar-benar berjodoh."


"Doakan yang terbaik untuk kami, Aunty. Meski aku dan Gabriel tidak berjodoh, aku berharap kami akan selalu bahagia dengan pilihan masing-masing."


"Aamiin."


"Aamiin." Zhea pun kembali menatap Gabriel. Lalu bibirnya kembali melengkung.


Aku tidak terlalu berharap lebih padamu, Gabriel. Tapi aku selalu berdoa, semoga Tuhan memberikan jalan yang terbaik untuk kita berdua. Jika kita tidak berjodoh sekali pun, kau harus menemukan gadis yang baik dan kau cintai tentunya. Begitu pun denganku, aku akan menemukan lelaki yang mencintaiku sepenuh hati. Batin Zhea.


Tanpa Zhea sadari, Gabriel terus mencuri pandang ke arahnya meski mulutnya terus mengoceh untuk menggoda gadis di hadapannya. Jika boleh jujur, penampilan Zhea akhir-akhir ini selalu saja membuat lelaki itu hilang fokus.


Sial! Kenapa dia terus menatapku? Membuatku salah tingkah saja. Umpatnya dalam hati.


"Em, Aunty. Sepertinya aku harus ke toilet sebentar." Pamit Zhea karena benar-benar ingin buang air kecil.


"Iya, sayang."

__ADS_1


Zhea pun bangkit dan langsung beranjak dari sana. Gabriel yang melihat kepergian gadis itu pun agak kaget, tetapi tidak lama dari itu ia pun ikut beranjak dari sana. Sky yang melihat itu tersenyum penuh arti. "Hah, sekuat apa pun mulutmu menolak. Kau tidak akan bisa membohongi hatimu, Gabriel. Mommy harap kali ini kau tidak membuatku kecewa lagi."


__ADS_2