
.
.
Raka segera melindungi tubuh Raya dengan tubuhnya, Robert melihat genggaman tangan Raka dan Raya.
"oh.. kalian sudah berpacaran kah? ". tanya Robert tersenyum tipis.
"bukan urusanmu". jawab Raka dengan tatapan tajamnya.
Raya hanya diam di belakang tubuh Raka, ia malah asik memainkan kukunya tanpa peduli Robert dan Raka tengah berdebat mulut.
bunyi perut Raya membuat Raka terdiam, Raka berbalik dan menangkup pipi Raya, "lapar? ". tanyanya lembut.
Raya mengangguk sambil mengusap perutnya yang berbunyi terus.
"ayo kita pergi...! ". ajak Raka merangkul pinggang Raya memutari Robert.
Robert hendak menggapai tangan Raya tapi gerakan itu telah dibaca oleh Raya, dengan cepat gadis cantik itu mengelakkan tangannya.
"oh.. kalian sudah seperti suami istri sekarang, baiklah.. kau menang untuk sesaat Raka, tapi aku belum bertindak". seringai Robert
Raka dan Raya telah menjauh dari Robert.
Robert pergi keluar Negeri setelah sekian lama ia kembali ke Negara ini, Robert tidak menyangka saat kembali Raka benar-benar mendapatkan hati Raya seutuhnya.
"entah apa bagusnya pria itu, masih sempurna aku". gumam Robert tersenyum sinis berbalik pergi.
.
.
Raka membawa Raya ke Ruangan Privat, "ayo duduk sayang..! ". Raka membukakan kursi untuk sang kekasih hati.
Raya tersenyum mengelus rahang kokoh Raka yang kini tersenyum lebar dengan tatapan lembutnya mencium kening Raya.
"ayo duduk". pinta Raka sekali lagi
Raya pun duduk, Raka menarik kursinya merapat ke kursi Raya.
"pesan apa sayang? ". tanya Raka membukakan buku menu restaurant.
Raya menyebutkan banyak makanan hingga Pelayan harus cepat-cepat mencatat pesanan Raya jangan sampai ada yang tertinggal, Raka tidak marah Raya yang banyak memesan makanan sebab Raka tau istri cantiknya itu banyak makan tapi tubuhnya tetap langsing.
"baik Tuan.. Nona.. mohon tunggu sebentar! ". kata pelayan Restaurant dengan sopan.
menunggu pesanan tiba Raya memutar tubuhnya menghadap Raka,
"Abang..? ". panggil Raya serius.
"iya sayang". sahut Raka menggenggam tangan Raya dan menciuminya mesra.
"abang harus percaya sama aku bang..! apapun yang terjadi kedepannya jangan percaya pada orang lain, aku tau Robert akan menfitnahku didepanmu, abang tidak percaya aku dan pasti hubungan kita retak". ujar Raya serius.
__ADS_1
Raka mendengarkannya dengan serius pula,, "aku tidak akan mempercayai apapun jika tidak perkataan dari bibirmu sayang".
"abang yakin? karna jika hubungan kita retak itulah yang dia inginkan". Raya menatap serius sang suami.
"tentu sayang..! aku tidak akan biarkan hubungan kita retak, apa kamu fikir cintaku itu baru tubuh kemarin hmmm? cintaku sudah lama tertanam di hati ini hanya untukmu sayang, setelah sekian lama aku hanya bisa menatapmu dari jauh kini aku bisa memilikimu, menyentuhmu, apa menurutmu aku akan menyia-nyiakan semuanya hanya karna tidak percaya hmm? ".
Raya menatap tangannya yang diletakkan Raka di belahan dada bidang Raka, manik mata biru Raya bersitatap dengan tatapan hangat nan lembut Raka, sorot mata Raka memancarkan Cinta yang begitu tulus dan besar, bibir Raya tertarik ke atas dengan sempurna.
"aku percaya abang..! bagaimana abang bisa menatapku selembut itu? bahkan aku bisa melihat tatapan Papi dan Grandfa pada istri mereka". batin Raya teringat Pasha dan Dylan.
"bagaimana abang menatapku dari jauh? ". tanya Raya penasaran sambil tersenyum.
Raka menceritakan apa saja yang Raka lakukan demi bertemu Raya hingga Raya tertawa mendengar perjuangan Raka saat kecil, obrolan mereka terhenti saat makanan mereka telah datang.
"ayo makan sayang..! kamu pasti kelaparan". Raka yang dengan cepat menyusun makanan kesukaan Raya lebih dekat dengan Raya supaya istrinya mudah mendapatkan apa yang ingin dimakannya.
Raya mengambilkan minum lalu memberikannya pada Raka,
"kamu manis sekali sayang! aku ingin memakanmu". gemas Raka mencubit pipi Raya yang memberengut
Raya memberengut karna Raka berbicara seperti itu didepan banyaknya pelayan yang kini tengah menahan senyum, Raya memang tidak berpikiran negatif tapi Raya tau pikiran semua pelayan itu, makna memakan kata Raka itu disalah artikan oleh mereka semua.
.
.
.
"tuan..! tuan muda 1 memperkerjakan Maria itu tuan". jawab Jon takut-takut.
"apa..? bagaimana bisa? ". tanya Raka bangkit dari duduknya.
"tuan muda 1 bilang akan menyiksa Maria dan membuatnya menyesal telah masuk ke kandang Neraka bahkan setelah tuan muda 1 bosan dia akan diserahkan pada anda untuk dibumi hanguskan". jelas Jon.
Raka tertawa keras seketika hingga Jon melangkah mundur, ia merinding sekali mendengar suara tawa sang majikan.
"ternyata Satria kejam juga, dia bermain-main dengan seekor cicak setelah bosan di campakkan begitu ya? hahaha.. baiklah.. asalkan wanita itu masih hidup dikembalikan padaku". Raka kembali duduk sambil memejamkan matanya, senyum tipisnya terbit seolah bangga dengan hukuman Satria terhadap wanita itu.
"panggilkan Rio kesini..! ". titah Raka
"baik tuan". jawab Jon segera keluar dari ruangan Raka.
tak lama kemudian Rio masuk ke Ruangan Raka, "saya telah datang tuan".
"bagaimana tugasmu? ". tanya Raka
"saya sudah mencekik Perusahaan wanita itu tuan, saya bisa pastikan cinta janda itu sudah goyah saat saya memberinya pilihan melepaskan suaminya atau membiarkan Perusahaannya jatuh bangkrut". jelas Rio.
"lalu? apa dia percaya? ". tanya Raka
"awalnya dia bersikeras tidak akan mau meninggalkan suaminya, ia bahkan rela Perusahaannya jatuh bangkrut". Rio.
"hahaha..! pria itu menakjubkan ya? dia bisa membuat para Janda bertekuk lutut padanya sampai bisa bertindak bodoh". tawa menakutkan Raka.
__ADS_1
"saya menawarkan dirinya bekerja sama untuk memastikan kesetiaan suaminya itu tuan, dia sedang berpura-pura jatuh miskin dan akan berakting keluar dari rumah itu". sambung Rio.
"hmm.. aku suka ide itu, aku tidak akan membiarkan pria itu bahagia setelah berkuasa di rumah Smith sekian tahun lamanya, tidak ada yang bisa lolos dari cengkramanku". Raka meremas udara lalu tertawa.
Rio merinding mendengar tawa tuannya, persis seperti yang Jon bisikkan tadi bahwa tawa Raka menakutkan.
"hmm.. bagaimana dengan Boy? kau suruh dia kesini". titah Raka
"baik tuan". jawab Rio segera berlari kecil keluar dari Ruangan Raka.
.
Boy keluar dari ruangan Raka dengan wajah pias, ia berlari ke arah Jon dan Rio menunggunya.
"apa kata tuan? ". tanya Rio.
"tuan tidak mengatakan apapun selain akan datang menjemput senjata kita di pelabuhan, lalu tertawa". jawab Boy berbisik mengusap bulu tangannya yang berdiri.
"sebenarnya apa saja yang dilakukan tuan master selama 1 bulan ini? kenapa aku merasa tuan master semakin kuat? ". bisik Jon
Rio dan Boy pun mengangguk membenarkan tapi tidak mendapatkan jawaban, mereka mengakui Raka sangat berbeda jauh sebelum pergi dan setelah kembali bersama Raya.
.
.
Raka masuk ke kamarnya dan tidak melihat Raya,
"sayang? ". panggil Raka
"iya abang..! aku di ruangan fitness mu". sahut Raya
Raka berlari kecil ke Ruangan Fitness nya, sebenarnya tidak ada yang boleh masuk ke sana karna ada ruangan Rahasia banyaknya perlengkapan senjata apinya, tapi sepertinya Raya dikecualikan.
"sayang? ". Raka terpaku melihat penampilan Raya yang sangat seksi dengan celana panjang serta atasan sport bra memperlihatkan perutnya.
"maaf bang..! perutku tidak enak jadi berolahraga". ucap Raya berjalan santai ke arah Raka sambil mengelap keringatnya dengan handuk.
glek..! Raka menelan ludah melihat penampilan seksi Raya.
.
.
.
hehe... Maaf..! Nae tidak bisa nambah Up.. wkwk.. selamat beraktifitas...!!!
.
.
.
__ADS_1