
.
.
Raka dan Raya sibuk dengan dunia mereka, sementara Robert yang hadir diacara pesta itu melihat dari ujung tenda.
Robert minum-minuman beralkohol sambil memperhatikan bagaimana bahagianya Raka saat ini bersama Raya.
"bersenang-senanglah Raka..! aku akan pastikan istri kesayanganmu itu juga akan meninggalkanmu". seringai Robert berkata-kata dalam hati.
Robert tidak suka melihat pemandangan itu tapi ia tidak bisa menjalankan rencananya terburu-buru, bisa berantakan semuanya jika ia tidak sabar.
"jadi bagaimana sayang? aku belum melampiaskan hasratku". bisik Raka
Raya menarik nafas dalam-dalam, ia sendiri yang salah telah memancing bira*i suaminya hingga kekacauan ini pun terjadi diantara mereka.
Raya mana suka jika miliknya di tubuh Raka di lihat wanita disekitar sini, bisa bahaya.
"bagaimana sayang? ". tanya Raka sekali lagi meremas gaun Raya di belakangnya.
"issh.. ya udah..! kita balik ke hotel aja". balas Raya yang benar-benar tidak menemukan jalan keluar.
Raka menyeringai lebar langsung menggendong Raya, Raka tidak peduli banyak orang yang melihatnya. Raya melingkarkan tangannya di leher Raka gaunnya sengaja ia kembangkan supaya bisa menutupi bagian depan Raka.
setibanya di kamar, Raka perlahan membuka gaun Raya supaya tidak rusak.
"abang ini kenapa sih jadi cabul? pantang dipancing deh". omel Raya sambil membuka Tuksedo suaminya dan meletakkannya di tempat yang bagus supaya tidak kusut.
Raka terkekeh saja tanpa peduli apa yang di omeli istrinya, Raka tau Raya hanya kesal saja karna dirinya yang tidak bisa melihat situasi tadi.
beberapa puluh menit kemudian mereka kembali lagi dengan pakaian yang sama, hanya kemeja dalam Raka yang berbeda.
make up Raya kini juga berubah lebih tipis dan terlihat lebih mempesona,
"aku sudah bilang tidak usah pakai lipstik..! " gerutu Raka
Raya menebarkan senyum tak bersalahnya, anggap saja Raya kini menghukum suaminya yang sudah mengerjainya tadi karna tidak bisa menahan diri.
walau sudah lama menghilang tapi Raka dan Raya masih dinanti, bahkan para tamu undangan meminta pasangan itu untuk berdansa berdua.
Robert tampak berbicara dengan seorang wanita seksi, entah apa pembahasan mereka yang pasti itu bagian dari rencana nya untuk membuat Raka dan Raya terpecah belah.
.
prok.. prok.. prok..
__ADS_1
Raya dan Raka benar-benar pasangan serasi hingga siapapun yang melihat mereka bermesraan akan tersenyum gemas dan juga iri, mereka lebih bersinar dibanding pengantin nya hari ini.
"abang..! aku ke toilet ya? ". bisik Raya
"aku temani". Raka berkata dengan serius.
"abang..! ini toilet umum, tidak sama dengan kamar mandi kita di hotel yang bisa abang masuki saat aku kebelet, jadi abang tetap disini ya? ". bisik Raya
"tidak bisa..! aku tidak membawa Dita,, seharusnya aku bawa saja dia! aku tetap menemanimu sayang tapi di luar saja". tegas Raka
Raya mengangguk pasrah membiarkan suaminya menuntunnya masuk ke toilet umum yang telah dirancang untuk acara pesta.
"abang tunggu disini..! ". pinta Raya dibalas anggukan oleh Raka.
Raya mengalungkan tasnya di leher suaminya yang tersenyum sambil mengelus pipi Raya yang tertawa mengejek.
Raka tidak marah itu hanya gemas saja melihat Raya tertawa, benar-benar anggun dan menawan. Raya sangat pandai menempatkan situasinya kapan bertingkah anak-anak, manja, bersikap dewasa, anggun dan berwibawa, Raya bisa berakting sangat baik melebihi aktor papan atas saja.
di dalam toilet Raya menatap kaca, ia teringat kata-kata Alice sebelum ia keluar dari kamarnya hari itu.
"kakak ! berhati-hatilah selama di luar kota..! ". itulah kata-kata Alice saat itu membuat Raya selalu memikirkannya.
"apa yang akan terjadi disini? ". gumam Raya penasaran.
Raya tidak percaya ramalan tapi saat Alice tau dirinya akan keluar kota membuatnya percaya, Raya tidak mengatakan pada siapapun didalam keluarganya bahwa Raya akan pergi ke Lombok Island dan Alice tau bukankah itu hal yang patut di herankan.
"sayang..? ". panggil Raka
"iya bang". sahut Raya yang tersentak.
Raya melihat ke arah pintu dari dalam toilet keluarlah model cantik nan super seksi diseluruh tubuhnya,
"hai..! ". sapa wanita itu dengan genit.
Raya mengangguk lalu memberi tempat itu wanita itu menggunakan westafel, Raya pun kembali membenarkan pashimana nya.
Wanita itu keluar terlebih dahulu disusul Raya yang terlihat tidak melirik tubuh seksi wanita itu, Raya juga seksi memiliki tubuh yang indah tapi tidak memperlihatkannya secara jelas dan hanya suaminya saja yang tau.
"aaah...! " wanita seksi itu pura-pura tersandung di depan Raka.
Raka yang ada di depan wanita itu bukannya menangkap tubuh nya malah berpindah secepat kilat,
"aadduuh..! ". jerit wanita itu terjatuh di lantai.
Raya melihat didepan matanya, "astagah..! jadi wanita ini sengaja menggoda suamiku". batin Raya.
__ADS_1
"sayang..? kenapa lama sekali? ". Raka langsung bergelayut di lengan istrinya seperti anak kecil.
Wanita seksi itu menoleh ke arah Raya yang menatap datar dirinya, lalu melihat ke arah Raka yang tampak tidak peduli dengan kondisinya.
"anda tidak menangkap saya tuan? lihatlah tubuh saya jadi lecet..! " kesal model wanita itu bernama Anne
"aku tidak kenal denganmu". Raka berkata tanpa menoleh ke arah Anne.
"jadi tidak usah sok akrab". sambung Raka lagi
Anne dengan kesal berbalik pergi sambil berjalan sedikit pincang, lututnya terkena bebatuan kecil dibalik karpet itu jadi masih terasa ngilu di paksa jalan normal.
"kalau abang menangkapnya tadi aku pastikan malam ini abang enggak dapat jatah selama 1 minggu". Raya berkata dengan serius.
glek..!!
"tidak sayang.. tidak.. aku tidak akan menangkap tubuh wanita manapun..!! jangan hukum aku sayang". Raka memeluk Raya dengan posesif.
Raya mengangguk sambil memperhatikan Anne yang menoleh ke arahnya, Raya bisa melihat senyum tipis wanita seksi itu seolah menunjukkan ketertarikannya pada Suaminya.
"abang..? ". panggil Raya
"kenapa sayang? apa kamu mau menghukumku? aku tidak menangkapnya". bela Raka merasa tidak bersalah.
"sepertinya cintamu akan di uji..! buktikan kalau abang memang sangat mencintai aku". kata Raya dengan serius.
"kenapa kamu berpikir seperti itu sayang? kalaupun cintaku di uji aku tidak akan goyah". balas Raka tak kalah serius.
"iya..! jangan hancurkan kepercayaanku suamiku". kata Raya mengelus rahang kokoh suaminya.
Raka mengecup sayang telapak tangan Raya, punggung tangan, lengan, bahu hingga leher yang tertutup pashmina, terakhir di pipi.
"aku tidak akan menghancurkan kepercayaanmu sayang..! aku malah ingin memakanmu terus-terusan supaya kamu cepat hamil anak 6". cengir Raka mengelus-ngelus perut datar Raya.
Raya membulatkan matanya, "apa..?? 6 ? abang Gila..?? ". pekik Raya
Raka tergelak lalu mencium bibir Raya dan melum*tnya dengan lembut.
"baiklah.. dikurangi jadi 5 ". ujar Raka tanpa beban
Raya yang tadinya cemburu malah berdecak kesal, "dia pikir aku kucing apa? enak aja sebut anak 5". batin Raya dengan kesal.
.
.
__ADS_1
.