
.
.
Maria alias Morett akhirnya kembali ke tempat pelatihan.
Maria berlari ke arah Satria yang tampak bersidakap dada di depan pintu tempat pelatihan.
"tuan? ". sapa Maria menunduk hormat sambil tersenyum lebar.
"kenapa kudaku bisa lepas? ". tanya Satria dengan dingin.
"maaf tuan...! saya belum terbiasa merawat kuda, saya membawa buah-buahan dan tersandung lalu kuda-kuda melarikan diri ke dalam hutan". jelas Maria menundukkan kepalanya.
Satria menghela nafas panjang, "kenapa kau tidak juga menyerah? ".
"hah? maksud tuan? ". tanya Maria tidak mengerti.
"aku tau maksudmu datang ke dalam keluargaku karna dendam dengan saudara kembarku bukan?". tanya Satria membuat kaki Maria lemas dan hampir jatuh namun lengannya di tahan oleh Satria.
"aku maafkan dirimu karna tidak melukai keluargaku..! pergilah..!! kembali ke negara asalmu jangan membuatku bertindak lebih, aku menghargai kau seorang perempuan". Satria berkata dengan jarak wajah lumayan dekat dengan Maria.
"dia tau..? tapi kenapa dia tidak membunuhku? ". batin Morett
"kenapa tuan tidak membunuhku saja? ". tanya Maria dengan tatapan sedih.
Maria benar-benar terharu akan kebaikan hati Satria, Satria pria kejam melatihnya ini dan itu hingga Morett mulai menyadari bagaimana sikap jahatnya selama ini pada orang lain (bawahannya).
"kau perempuan..! bagiku Perempuan adalah makhluk yang sangat aku hargai... aku mohon dengan tulus maafkan kesalahan saudara kembarku ! kembalilah ke negaramu dan buka lembaran baru, jangan karna seorang Raka Mahawira kau menjadi seperti ini.. di luar sana banyak pria yang bisa kau dapatkan". jelas Satria yang memang sangat baik hati
sekejam apapun Satria, ia tidak akan sanggup melukai wanita. Satria paling anti menyakiti wanita selagi bisa Satria beri nasehat akan ia lakukan, itulah kelebihan Satria hingga ia sangat di sayangi oleh Rilly dan Sam sampai hari ini yang dahulunya tidak punya anak, ya walaupun kini mereka sudah punya anak, Satria tetaplah anak angkat kesayangan mereka.
"bagaimana dengan anda tuan? ". tanya Morett dengan mata berkaca-kaca
Satria mengelus kepala Morett, "aku tidak bisa mencintaimu karna aku tidak pantas untuk wanita setangguh dirimu."
Morett menangis tersedu-sedu, ia menyesali semuanya sungguh belaian hangat Satria membuat hatinya yang kejam sirna seperti debu saat ini.
"tuan...! anda tidak takut saya akan balas dendam? ". tanya Morett menangis sesegukan.
__ADS_1
Satria menunduk dan mengusap air mata Morett, "ada apa denganmu? apa di otakmu hanya ada balas dendam? bersihkan otakmu yang jahat ini lalu datanglah padaku sebagai teman baikmu".
"anda percaya pada orang jahat seperti saya? ". tanya Morett masih menangis.
"kau mengakuinya kan? lalu berubahlah jadi orang baik, aku masih banyak stok pria tampan di keluargaku". ucap Satria dengan senyum tipisnya.
Morett menangis seperti anak kecil, ia tidak pernah menangis selama ini, sejak kecil Morett di lahirkan di keluarga Mafia kejam, ayahnya seorang bos Mafia jahat hanya karna Morett lahir dengan jenis kelamin perempuan membuatnya selalu diperlakukan seperti sampah oleh ayahnya.
haus ingin di puji dan diperhatikan oleh Ayahnya membuat Morett tumbuh menjadi pribadi yang kejam yang selalu berbuat apapun untuk mendapatkan apa yang ia inginkan, Morett tidak pernah di didik dengan benar oleh Ayahnya sedangkan ibunya meninggal sejak melahirkannya membuat Ayahnya makin kejam saja memperlakukannya.
"sudah sudah.. aku memaafkanmu tapi abang ipar telah menghabisi seluruh anak buahmu termasuk kaki tanganmu.. aku ingin kau hidup dengan kemampuanmu ini bisa menanggung segala penderitaan kejam seperti perlakuanku". Satria berkata seolah mengagumi ketangguhan Morett.
Morett terdiam sesaat, "kenapa mereka dibunuh? ".
"kau mengusik istrinya, kau berusaha membuat perusahaannya dalam masalah. coba katakan apa dia yang salah? sama sepertimu dia hanya balas dendam." jelas Satria
Morett terdiam lagi memikirkan hidupnya untuk kedepannya, tidak ada anak buah tidak ada orang kepercayaan bagaimana nasibnya, itulah yang menjadi beban fikiran Morett saat ini.
"kau mampu berdiri sendiri Morett..! ". Satria untuk pertama kalinya menyebut nama asli Maria saat ini.
"tuan..? bolehkah aku memelukmu? ". tanya Morett dengan raut wajahnya yang sangat menyesal.
"tidak boleh..! kau harus kembali meminta pelukan itu saat kau benar-benar berubah". Satria menonyor kening Morett seperti seorang Saudara saja.
.
.
"kamu yakin Satria? kenapa kau memintaku melepaskan Morett? dia kejam!! dia berani mengusik istriku". tanya Raka dengan serius.
Satria tidak menjawab tapi memberikan 1 dokumen besar, Raka yang tidak tau membukanya. betapa terkejutnya Raka melihat penderitaan Morett sejak kecil bahkan melebihi penderitaannya dulu.
"sama seperti abang..! dia juga punya masalahnya sendiri, orang yang memiliki sikap haus akan kasih sayang diberi perhatian kecil bang, hatinya terlalu keras jika kita memperlakukannya dengan kejam, jujur Satria menyesal telah menyiksanya selama ini tanpa mencari tau asal-usulnya seperti itu". jelas Satria memijit pelipisnya
Raka kembali melihat semua foto-foto itu,
"sejak kecil dia sering hampir mati karna Ayahnya menggunakannya untuk alat pengujian racun, dia sama sekali tidak dianggap, menurut abang apa dia salah mencari perhatian ayahnya yang tidak manusiawi itu?". Satria
"aku juga baru tau ini". lirih Raka jadi merasa bersalah juga telah bertindak lebih dengan membunuh komplotan Morett.
__ADS_1
"tentu saja..! ini kelemahannya bagaimana mungkin dia membiarkan orang lain mengetahuinya? ". decak Satria pada abang iparnya itu.
"aku akan meminta maaf padanya". Raka berkata dengan nada merasa bersalah.
"tidak perlu bang..! dia sudah pergi... dia menitipkan ini untukmu dan kak Raya". Satria memberikan sebuah surat dari tulisan tangan Morett
.
.
"Ya Tuhan..! aku tidak tau dia punya masa lalu sekejam ini? ". Raya membekap mulutnya sendiri melihat isi dokumen yang Satria dapatkan.
"ini suratnya sayang..! mau baca berdua? ". tanya Raka
Raya mengangguk, ia segera bangkit dan duduk di pangkuan suaminya.
Raya dan Raka yang tadinya sedih karna memandang Morett sebelah mata kini malah terlihat kesal membaca surat tangan dari Morett.
tidak ada isi surat permusuhan hanya permintaan maaf dan omelan menyebalkan yang pasti membuat mereka malah berdecak tak senang, ingin sekali mereka merobek mulut Morett yang tak di sensor itu.
"aku tidak jadi kasihan padanya". gerutu Raya
Raka terkekeh, "dia mungkin tau kita sudah mengetahui rahasianya, dia tidak mau kita mengasihaninya itu sebabnya dia mengajak bertengkar kita lewat surat ini".
"awas aja dia..! aku akan jadikan samsak tinju anak kita nanti". celutuk Raya mengelus-ngelus perutnya.
"kamu hamil sayang? ". tanya Raka tiba-tiba
"tidak..! siapa yang bilang? ". tanya Raya balik malah keliatan bingung.
"tadi kamu bilang Morett akan jadi samsak tinju anak kita, apa kamu hamil? ". tanya Raka berbinar.
"belum..! sepertinya abang harus periksa ke dokter". ucap Raya dengan enteng
"kenapa? apa kamu fikir aku bermasalah? ". tanya Raka mencubit pipi Raya dengan gemas.
"tidak.. siapa tau kecebong abang belum bangun masih tidur panjang sampai sekarang". jawab Raya ambigu.
.
__ADS_1
.
.