Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
mual


__ADS_3

.


.


Akhirnya Raka dan Raya berkencan saja malam ini, niat hati mereka ingin mewawancarai Han tapi tidak bisa karna sudah dibunuh, yang artinya langkah mereka makin menjauh dari pelakunya.


Han di bunuh karna akan membocorkan rahasia si penguasa sebab Han akan melakukan apapun demi uang, Raka dan Raya pasti rela mengeluarkan uang banyak demi membeli informasi si pria misterius.


Raka melupakan sejenak masalahnya saat bersama Raya,


"abang ayo kita berdansa! ". ajak Raya berbinar melihat cafe minuman sedang ada acara.


Raka terkekeh tapi menuruti juga permintaan sang istri, Raya menarik tangan Raka dimana tangan mereka saling bertautan mesra.


Raya dan Raka tentu di perlakukan dengan baik oleh MC acara itu, Raya melongoh seperti anak kecil saat ada pertunjukan sulap.


Raka melindungi Raya karna penonton nya mulai banyak dan berusaha menerobos mereka, berkat perlindungan Rakalah Raya tetap di posisi terdepan hingga bisa menonton pertunjukan itu dengan jelas.


"minggir...! ". Raka mendorong dada bidang seorang laki-laki yang hendak menerobos Raya.


Pria itu hendak marah namun melihat Raka lah orangnya membuatnya pergi lewat jalan lain, ternyata pria itu seorang pemain biola dan langsung bergabung dengan rekan-rekan pertunjukannya.


Raya melompat-lompat kecil sambil bertepuk tangan melihat aksi sulap itu seolah itu memang tontonan yang sangat menarik di matanya.


"kamu tidak pernah menonton sulap sayang? ". tanya Raka berbisik.


Raya menggeleng kepalanya, "tidak pernah!". jawabnya jujur.


Raka memeluk Raya dari belakang sambil menyandarkan dagunya di bahu Raya, matanya melirik Raya lalu melihat aksi sulap itu yang sederhana tapi berhasil membuat Raya berbinar seperti anak kecil.


"benar kata dokter Anita, Raya akan bersikap tak seperti sikap aslinya, dia bertingkah seperti anak bayi yang menggemaskan". batin Raka terkekeh gemas mengusap kepala Raya.


"eeh. apa ini cincin anda Nona? ". tanya seorang pesulap ke Raya


"ha? ?". Raya celingukan mencari semua jemari tangannya dan tidak kehilangan sama sekali.


Raka memperhatikan saja, Raya memegang tangan Raka melihat apa Raka kehilangan cincin.


"tidak ada ". jawab Raya.


"perhatikan nona! ". pinta si pesulap.


Raya memperhatikan permainan tangan pria yang menjadi pesulap hingga mata Raya melebar saat cincin itu berubah jadi bunga mawar.


"silahkan Nona! ". bunga mawar itu diberikan pada Raya.

__ADS_1


Raya menerima bunga itu dengan senang, pesulap pria itu mencari penonton lain untuk menunjukkan aksi sulapnya, Raka tidak cemburu sama sekali sebab ia tau pesulap itu hanya ingin menunjukkan keahliannya apalagi Raya adalah orang kaya yang bisa saja membuat pesulap itu lebih terkenal lagi.


"suka? ". tanya Raka


"hmm.. suka". jawab Raya melihat ke arah Raka yang tersenyum mencium pelipis Raya.


Raya kembali melihat pertunjukan itu sampai benar-benar selesai, barulah ada acara dansa yang menang akan diberi hadiah oleh si pesulap, tentu Raya makin bersemangat meminta sang suaminya harus membuatnya menang.


Awalnya dansa mereka berjalan lancar namun tiba-tiba Raya merasa mual jadi gerakannya terhenti.


"kenapa sayang? ". tanya Raka khawatir.


"hm.. mf.. mf... " Raya meracau sambil menutup mulutnya, ia memberi kode dengan Raka lewat gerakan tangannya saja.


tanpa pikir panjang Raka membawa Raya keluar dari arena dansa dengan cara menggendongnya, Raka tanpa segan masuk ke wc wanita yang ia sudah pastikan tidak ada orang sama sekali.


Raya memuntahkan semua isi perutnya tadi, Raka yang khawatir mengelus -ngelus punggung Raya.


"sayang..? apa perlu kita ke rumah sakit? ". tanya Raka dengan khawatir


"aneh ya? kenapa aku bisa mual? biasanya aku tidak mual-mual". gerutu Raya sambil menarik tisu.


Raka menekan tombol kloset lalu membantu Raya berdiri


"lebih baik kita pulang saja". saran Raka


Raya tidak memperdulikan sulap itu lagi, saat ini pikirannya hanya mau tidur dan istirahat, Raka langsung ke meja kasir dan membayar semua minuman juga makan malamnya tadi.


para pesulap diatas panggung arena terlihat kecewa Raka dan Raya pergi, mereka dibayar tinggi untuk manggung di tempat itu dan tujuan mereka memberikan hadiah pertama untuk Raya dan Raka.


"Nona...? ".


Raya yang memijit pelipisnya melihat ke arah salah satu Pesulap


"hmm? ". sahut Raya


"apa anda tidak suka pertunjukan kami? ". tanya si pesulap


"bukan..! aku sedang hamil, aku juga tidak tau kenapa aku bisa mual dan pusing. biasanya aku tidak pernah seperti ini". jelas Raya


"kalau begitu ambillah hadiah ini! ". pinta si pesulap.


"bukannya itu untuk pemenang dansa? kami berhenti artinya kami gagal". Raka berkata sambil memicing curiga


"begini Nona.. sebenarnya hadiah ini bukan apa-apa, saya hanya ingin suatu saat anda akan mengundang kami ke acara besar supaya kami semakin terkenal". jawab si pesulap.

__ADS_1


Raya hendak menerima hadiah itu namun tiba-tiba rasa mual itu kembali datang.


"maaf..! ". Raka membawa Raya pergi dan si pesulap bisa melihat Raya terlihat tersiksa dengan mualnya itu.


"Hoeekk..! abang.... cepat bang..!". pekik Raya yang matanya sudah memerah dan berair terlihat sekali Raya begitu menderita dengan rasa mualnya itu.


"bagaimana ini? orang yang membayar kami akan marah besar". gumam pesulap itu melihat hadiah nya yang memang di peruntukkan pada Raya dan Raka.


.


.


setibanya di mansion.


Raya memegang perutnya juga kepalanya yang tak lagi merasakan apa-apa.


"kenapa sayang? ayo kita masuk dan periksa keadaanmu sama Jekky". ajak Raka


"tapi perut aku ngga mual lagi bang...! terus kepalaku enggak pusing lagi". jawab Raya dengan heran.


"apa maksud mu sayang? kan tadi tidak mau ke rumah sakit, apa kamu takut dokter memeriksamu? ". Raka tidak percaya istrinya baik-baik saja.


"sungguh bang.. mual yang tadi menyiksaku tadi tidak ada lagi". jawab Raya dengan sangat serius.


Raka menautkan kedua alisnya tidak mengerti lalu memperhatikan Raya yang memang tidak lagi sepucat tadi saat mual-mual.


.


.


Jekky memeriksa keadaan Raya dalam pengawasan Raka, awalnya mereka bertengkar karna Jekky tidak boleh menyentuh istrinya Raka tapi berkat Raya semuanya baik-baik saja.


"sepertinya anak kalian hanya ingin tidur saja di rumah, mungkin dia tidak mau bertemu pesulap itu". jawab Jekky tidak nyambung dengan diagnosis nya sebagai seorang dokter.


"kau mau aku patahkan gigimu hah? kenapa hasil pemeriksaanmu aneh hah? jelaskan betul-betul". cecar Raka dengan mata melotot penuh ancaman.


Jekky menghela nafas panjang, "bukankah kalian sendiri yang mengatakan gejala kalian sebelumnya tidak pernah seperti itu kan? mungkin saja anak tuan sedang mencoba menyelamatkan kalian saja, awalnya dia senang melihat adegan sulap itu, tapi anak Tuan tidak mau Nona dan Tuan menang jadi bertingkah supaya gagal dan minta pulang saja".


Raya tampak mengingat kejadian tadi, memang Raya tidak bisa mengira mengapa tiba-tiba ia mual-mual padahal Raya mengandung baik-baik saja.


Raka juga tampak mencerna semuanya.


"apa pesulap itu bagian dari pria pengecut itu bang? ". tebak Raya tiba-tiba


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2