Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Bonus Ekstra Part. 14


__ADS_3

.


.


"Ayo Kakak Ipar..! kami lagi ngumpul makan sama kakak serta kakak iparku". ajak Alya merangkul Nia membawanya pergi tanpa berpamitan dengan Arya.


"hei....! ". Arya kini berada di depan Alya menghalau jalan sang adik yang hendak membawa kabur Kelinci nya.


"apa?". tanya Alya berkacak pinggang.


"Kenapa kamu membawanya dek? dia barusan sudah makan". cegah Arya


"bodo amat..! Rhiana, Kalila, Aisha, Uty Mayra, Mami, Kak Nola dan Wulan mau ketemu sama Kakak ipar... pilih mana? ". ejek Alya


"Mami disini? ". tanya Arya serius.


"Iya abang..! ayo kakak Ipar..! nggak boleh nolak atau mami nanti marah". Alya menarik tangan Nia secara sepihak tanpa mendengarkan Nia yang terlihat ketakutan.


Nia tentu tidak siap bertemu dengan keluarga ternama itu, Nia bisa saja dicela dan perlakuan kasar lainnya yang membuat mental Nia sebagai perempuan akan hancur sehancur-hancurnya.


Arya menggaruk kepalanya yang tak gatal, terpaksa ia berlari mengikuti Alya yang membawa pergi kelinci peliharaannya.


.


"Gila si Nia.. dia punya kekasih Tuan Muda Melviano? ".


"mampus aku..! aku sering membulinya".


"kau fikir aku? aku benar-benar tidak bisa bernafas tadi saat Tuan Muda Arya bertanya apa Nia sudah makan, bagaimana cara Nia memikat Tuan Muda Kaya Raya impian para gadis itu? ".


"ya Tuhan...! aku berharap ini hanya mimpi".


"mati kita".


semua pelayan Restaurant telah mendapatkan kabar bahwa Nia memiliki Pria yang jauh lebih sempurna dibanding Brayen.


mereka yang sering membuli dan menyakiti Nia mulai intropeksi diri, sebelumnya saat Nia bersama Brayen mereka masih berani mengejek Nia tapi sekarang Nia memiliki Kekasih Arya Melviano yang tak akan pernah memikirkan nasib siapapun orang yang berani menyinggung orang terkasih keluarga Melviano.


sekali Nia mengadu semua Pelayan di Restaurant itu akan dipecat dengan cara tidak terhormat termasuk Manager mereka sendiri.


.


Nia yang awalnya gemetaran bertemu dengan Keluarga Arya karna paksaan Alya pun malah disambut baik oleh mereka semua.


Nia diperlakukan layaknya benda berharga milik Arya, tak satupun dari mereka menilai penampilan Nia yang tak memakai baju mewah atau memakai tas limited.


"minta nomor Hp Kakak! ". pinta Kalila dengan manja.


"minta kakak ipar". sahut Wulan juga.


"Eh.? hp saya rusak". cicit Nia

__ADS_1


"Kamu gimana sih sayang..? kenapa hp Nia rusak kamu tidak tau hmm? ". Shindy malah memarahi sang putra


"eeh.. bukan Tuan Nyonya.. bukan Tuan.. Tuan tidak tau apa-apa karna saya tidak beritau jangan marahkan Tuan Muda". Nia tiba-tiba berbicara dengan panik.


semua orang terdiam menatap Nia lalu muka Nia mulai merah karna malu ia mulai berbalik menghadap dinding sambil memukul bibirnya sendiri.


gelak tawa pun menggelegar didalam ruangan itu, Arya tersenyum tipis sedangkan Raya melihat ke arah Arya.


"sepertinya dia sangat membelamu". bisik Raya


"mungkin saja karna dia peliharaanku kak". bisik Arya membuat Raya memukul punggung Arya


"hehe...! " Arya malah nyengir menatap kakaknya.


Nia memutar kepalanya melihat satu persatu diantara mereka malah menertawakannya.


"Kakak tenang saja ya.. ! nanti malam hp baru akan meluncur buat kakak". Rhiana


"hah? ". Nia cengo sendiri.


"sudahlah jangan diganggu kakak ipar". Alya membela Nia yang benar-benar polos tidak mengerti pembicaraan mereka semua.


"Kakak ipar sangat lucu". kekeh Aisha dengan gemas mencubit udara.


cukup lama Nia berada di Ruangan yang sama dengan Keluarga Arya kini gadis polos itu sudah berani berbicara karna keluarga Arya sangatlah baik


.


.


"dia memang nakal tapi dia tidak akan menodaimu karna dia takut mati ditangan kami". sambung Mayra


Nia tersenyum malu, "saya merasa Tuan Muda sangat baik dan sangat hebat Nyonya, disaat saya dalam pengaruh obat Tuan Muda merawat saya padahal saya hanya orang asing baginya, saya sekarang mengerti mengapa Tuan Muda bisa sebaik itu karna keluarganya juga sangat baik".


"saya minta maaf karna berprasangka buruk terhadap Tuan Muda". ucap Nia dengan tulus


"saya bersalah itu sebabnya saya lari karna berpikir.. hmm.. ". Nia tidak sanggup melanjutkan kata-katanya.


Mayra dan Shindy saling pandang lalu tertawa kecil


"kamu lucu sekali sayang". puji Shindy dengan gemas.


"sangat menggemaskan! ". sahut Mayra


.


.


Nia didalam mobil bersama Alya, Kalila, Rhiana, Nola dan Wulan, kelima Perempuan berkuasa itu membawa Nia berbelanja di toko sedangkan Arya harus kembali ke Kantor masalah pekerjaannya.


"tapi Dek..! in...! " Nia hendak menolak tapi Alya dan Kalila memotong pembicaraan Nia.

__ADS_1


"HP baru adik...! tenang aja aku daftarkan akunnya". Nola mengedipkan matanya ke Nia


yang lain tertawa hanya Nia yang canggung dengan situasi ini,


"baju Kakak ipar diganti aja girls!". seru Rhiana tiba-tiba


"ok..! kita shooping". pekik Wulan dengan heboh.


alhasil Nia dibawa kesana-kemari oleh kelima perempuan super cantik itu membawa Nia ke salon merubah penampilan Nia menjadi jauh lebih cantik bahkan mereka sama-sama masuk ke rumah kecantikan untuk luluran masal.


setibanya di Kontrakan Nia, Mereka memasak bersama kelima perempuan cantik Melviano yang tak meremehkan Kontrakan kecil Nia bahkan mereka berbondong-bondong minta dimasakkan oleh Nia seperti bermanja dengan kakak kandung saja.


Nia yang baru merasakan yang namanya persahabatan pun mulai ceria dan memanjakan tamu-tamunya, Nia sangat jago memasak makanan apapun sebab Nia Kuliah jurusan Kuliner.


.


.


Larut malam


"Dadah.. kakak ipar...!! ". lambai Kelima perempuan super cantik pada Nia yang ikut melambai dengan kedua tangannya.


mereka semua terlalu senang di rumah kontrakan Nia yang kecil membuat ikatan keluarga mereka makin rekat, terkadang mereka meribut saling berebutan toilet, mandi beramai-ramai, makanan yang dibuat Nia sangat enak, tidur bersama-sama menonton TV di Ruang kecil.


sungguh lucu hingga Mereka semua ingin sekali menginap di Kontrakan Nia tapi keluarga mereka tentu menanyai sang putri masing-masing yang tak juga pulang sejak pagi hingga larut malam. alhasil mereka harus kembali walau enggan.


Nia menatap langit-langit kamarnya lalu tertawa cekikikan mengingat kebersamaannya dengan Alya dan yang lainnya.


"mereka sangat baik juga hati mereka sangat sederhana walau tinggal di rumah mewah mereka tidak jijik masuk ke Kontrakan kecil ini". gumam Nia


Nia tidak menyangka masih ada orang yang sangat baik didunia ini.


Nia mengambil ponsel barunya yang banyak pesan masuk dari kelima perempuan cantik Melviano, mereka telah sampai di rumah masing-masing bahkan mengirim foto sendiri dengan raut wajah lucu mereka hingga Nia tertawa lebar.


.


.


ke esokan harinya jam 11 siang


"aaakhh...! ". jerit Nia seketika melihat jam dindingnya.


"mati aku...!! ". pekiknya panik langsung meloncat dari kasurnya berlari menuju kamar mandi.


di tempat Kerja.


Nia melapor ke Managernya meminta maaf karna telah terlambat tapi tak dimarahi sama sekali malah meminta Nia bekerja seperti biasa, semua pelayan yang membuli Nia tak lagi muncul didepan Nia bahkan tak lagi mengatai Nia.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2