
.
.
Nia duduk sambil termenung ia tidak mengerti situasinya saat ini.
"tidak ada apa-apa... tapi kenapa Tuan Arya begitu baik padaku? jika Tuan Arya seperti ini terus aku harus bagaimana? aku tidak bisa menahan hatiku untuk tidak menyukai Tuan Arya".
"Tuan..? aku mohon jangan terlalu baik padaku, aku tidak bisa menahan diri". Nia terus saja mengoceh sendiri
sedangkan di Rumah Bio (Papa Tia dan Nia).
"Papa...? ". teriak Wendy
Bio jatuh pingsan sambil memegang dadanya dimana posisi jantungnya berada,
"cepat telfon Ambulance...! cepat..! ". teriak Wendy ke Putri nya yang tidak di duga memiliki sifat yang sangat busuk.
Tia mengeluarkan hp nya sambil menangis ia menghubungi Ambulance.
"Papa..? ". Tia memegang tangan Bio
"menyingkir...! ini karnamu, jika Papamu sampai meninggal dunia lihat saja apa yang akan mama lakukan padamu". Marah Wendy dengan emosinya.
Tia menangis tersedu-sedu entah akting atau asli tidak ada yang bisa menebaknya, Tia sangat terkenal sebagai Ratu Drama atau mungkin Ratu Sinetron.
.
Nia tersentak melihat ponselnya ada panggilan masuk dari nomor asing.
"siapa ya? ". gumam Nia
Nia hendak mengangkat panggilan itu tapi tiba-tiba ia kaget saat ada seseorang mengetuk pintu kamarnya.
Nia melupakan ponselnya seketika, ia berlari ke pintu kamarnya meninggalkan ponselnya di ranjang.
"Tuan? ". Nia tersenyum tulus melihat Arya tengah berdiri didepan kamarnya.
"bagaimana keadaanmu? ". tanya Arya mendekat hingga jarak nya dengan Nia hanya berkisar 5 Cm saja.
"ba.. baik tuan". jawab Nia dengan gugup.
Arya mengelus pipi Nia dengan lembut, "aku sudah membereskannya, jangan takut keluar rumah ya?".
Nia mengangguk patuh sambil tersenyum ia berkata, " terimakasih atas kebaikan Tuan! ".
Arya mengangguk lalu menggenggam tangan Nia dan membawa Nia keluar dari Kamar menuju Ruang TV (Ruang santai).
"ini apa Tuan? ". tanya Nia
"bioskop mini". jawab Arya terkekeh mengelus kepala Nia.
Nia berlari ke tempat duduknya lalu melihat kiri dan kanan ada popcorn yang telah tersedia disana.
Arya ikut tersenyum melihat tingkah Nia yang norak tapi malah menggemaskan, Arya pun duduk disamping Nia lalu menekan remotnya.
__ADS_1
Nia terpekik seketika saat pembukaannya ada hantu dilayar besar itu.
"aaakh..! ". Nia mengangkat kakinya dan memeluk Arya melingkarkan lengannya di leher Arya
Arya terkejut lalu persekian detiknya tersenyum gemas, "kenapa takut? ini hanya film".
"seram Tuan, nanti saya tidak bisa tidur". jawab Nia di leher Arya.
"itu hantunya". goda Arya
"aaakkkh..! ". Nia menggeleng-geleng kepalanya memeluk Arya lebih erat.
Arya tergelak keras, ia malah menikmati rasa takut Nia terhadap hantu di dalam film itu bukannya menonton dengan serius, jika setiap kali hantunya muncul Arya akan menggoda Nia.
"sudah tidak ada". Arya berkata sambil terkekeh
"tuan tidak bohong kan? ". tanya Nia dengan lemas.
"tidak". jawab Arya
perlahan Nia memutar kepalanya dan melototkan matanya seketika saat hantu di film itu ada tidak sesuai dengan perkataan Arya.
"aaakkkh...! ". Jerit Nia seakan menggetarkan satu gedung Apartemen itu.
Arya tertawa terpikal-pikal sedangkan Nia sudah menumpahkan Popcorn nya kemana-mana.
.
.
"saya jamin 1000% malam ini saya tidak akan bisa tidur Tuan". rajuk Nia
"oh ya? kenapa? apa karna takut hantu tadi keluar dari TV dan menggoda mu diatas kasur? ". Arya makin senang saja menggoda Nia.
Nia berlari ke arah kamarnya hingga Arya makin terbahak,
"Ya Tuhan..! dia lucu sekali". gumam Arya mengusap air matanya yang tertawa terlalu berlebihan.
Nia mengambil bantal guling dan selimut tebalnya, Arya melebarkan matanya melihat hal itu namun tawa nya pecah seketika sebab Nia membawa Selimut dan Bantal guling tak terlihat wajahnya, menggemaskan sekali hingga tak di duga oleh Arya Nia menabrak sofa saat didekat Arya.
"aakh...! " pekik Nia
Arya dengan cepat menangkap tubuh Nia yang hampir tersungkur, karna kurang keseimbangan Arya tidak bisa menahan tubuh mereka untuk tidak terjatuh.
Nia menimpa tubuh Arya, "Tuan tidak apa-apa? ". tanya Nia yang tertutup selimut tebal tak bisa melihat wajah Arya.
Arya perlahan menarik selimut itu hingga bisa melihat wajah Nia yang terlihat semakin cantik dan juga semakin lucu saja dimata Arya.
"kenapa? mau pindah? ". tanya Arya menggoda
Nia memberengut lalu mencoba untuk berdiri, "tidak mau tidur di kasur, takut! ".
Arya tergelak geli, ia benar-benar tidak mengerti mengapa Perempuan bisa takut nonton film horror padahal semua itu hanya settingan.
Nia memeluk bantal gulingnya di Sofa, ia menyelimuti tubuhnya menutupi seluruh wajahnya juga hingga Arya makin gemas saja melihatnya.
__ADS_1
.
.
ke esokan paginya Nia terbangun seperti biasa, ia kaget melihat Arya juga tidur di sofa namun posisi tidurnya terlihat tidak nyaman tapi Nia malah menyukai Arya yang menunggu nya padahal dirinya hanya kelinci Arya saja alias binatang peliharaan.
"siapa wanita yang akan menjadi istri Tuan? saya sangat iri pada wanita itu, saya yakin anda akan melindunginya dari badai dan peluru nantinya". batin Nia
Nia memikirkannya saja sudah membuatnya iri siapa yang akan menjadi istri Arya, betapa beruntungnya wanita itu memiliki Arya, Nia tidak berharap bahwa dirinya adalah wanita beruntung itu.
Nia menyelimuti Arya lalu membawa bantal gulingnya berjalan ke arah kamarnya, Nia membersihkan dirinya seperti biasa lalu melihat ponselnya yang banyak panggilan tak terjawab dari nomor asing.
"siapa ini? ". gumam Nia
Nia membaca pesan masuk dari nomor asing itu, jantung Nia berdegup kencang membaca pesan-pesan itu.
"hiks.. hiks..! ". Nia berlari keluar kamarnya sambil menangis
Arya terbangun mendengar suara Nia yang menangis, "Nia..? "
"Tuan? ". Nia berbalik badan saat hendak keluar Apartemen.
"Tuan? Papa saya.. hiks.. hiks.. Papa saya koma dan butuh operasi Tuan.. saya mau keluar menemui Papa saya". Nia terlihat menangis hingga Arya yang telah mendekat bisa melihat tangan Nia bergetar karna takut.
"aku temani ya!! ". bujuk Arya
Nia mengangguk, "ayo Tuan!! ". Ajak Nia berlari duluan keluar Apartemennya.
Arya menggeleng kepalanya melihat Nia melupakan sepatunya malah memakai sendal berbulu kelinci nya, mana ada perempuan keluar Rumah memakai sendal khusus di dalam rumah itu.
Arya hendak mengambil sepatu Nia tapi melihat Sepatu Nia sudah rusak dibagian tertentu ia tak jadi mengambilnya, Arya langsung melangkahkan kakinya keluar Apartemen nya.
Arya bisa saja membeli sepatu di luar untuk kelincinya yang masih dalam keadaan kacau itu.
.
.
"Mama? ". Nia berlari ke Wendy yang tampak begitu menyedihkan
"Nia? ". Wendy menoleh dan berdiri dari duduknya yang sejak tadi gelisah.
Tia duduk lumayan jauh dari posisi Wendy entah apa yang terjadi tapi Nia tidak berpikir jauh sebab yang ia pikirkan saat ini adalah keadaan papanya.
Arya berjalan tenang di belakang Nia,
"Mama..? bagaimana kondisi Papa? ". tanya Nia khawatir
"Nak.. maafkan Mama sama Papa Nak! ". Ucap Wendy dengan tangan bergetar memegang tangan Nia.
"Mama kenapa? ". tanya Nia semakin khawatir.
.
.
__ADS_1