
.
.
Raya, Raka, Dita dan Jon kembali ke negara kelahiran mereka.
Raka terus saja menjaga Raya dengan baik seolah Raya adalah sebuah kaca yang tidak boleh terjatuh, betapa beruntungnya Raya.
Dita memiliki bawahan yaitu Jon, koper-koper yang seharusnya ia bawa merupakan tugasnya malah disuruh ke Jon. dan Jon sama sekali tak mengelak, tubuhnya kekar membawa koper 5 tidak akan membuatnya lelah.
"sayang? ". panggil Raka
"hmm? ". sahut Raya menoleh ke Raka
"mau makan itu?". tanya Raka menunjuk restaurant kecil khusus milik bandara
"enggak...! aku mau makan di restaurant Uty Mayra". senyum tipis Raya menarik genggaman tangannya bersama Raka.
"baiklah..! aku hanya tidak tega, kamu belum makan sejak tadi sayang...! tidur pulas seperti kucing cantik". ujar Raka dengan gemas.
Raya merona tipis tapi tidak melihat ke arah Raka, langkah kakinya tak terhentikan oleh ocehan sang kekasih. baik Raka maupun Raya begitu nyenyak tidurnya diatas pesawat tapi Raka malah mengkhawatirkan Raya yang belum makan, tanpa peduli Raka yang juga belum makan.
Raya tidak memberi tau Raka mengenai ancaman Morett, tapi Jon dan Dita sudah tau apa yang Morett lakukan sebab mereka berdua mengawasi Morett, tentu melihat dan mendengar ancaman Morett terhadap Raya.
Jon akan memberi tau Raka setelah tiba di mansion, sedangkan Dita tidak mau ikut campur dengan masalah Jon, tugasnya hanya melindungi Raya dari Wanita yang telah ia cap Serigala jahat itu, mungkin Dita akan memberi tau Dylan supaya lebih baik baginya, juga untuk keselamatan Nona nya.
.
.
di Restaurant sambal setan milik Mayra,
"waah... begini rasanya ya sayang...! benar-benar sama dengan masakan Auntymu". oceh Raka dengan mulut penuhnya.
Raya tertawa melihat Raka yang seperti itu, bagaimana Raya tidak jatuh Cinta pada Pria seperti Raka, bahkan telah menjadi kekasihnya pun Raka tidak pernah melakukan hal yang tidak-tidak padanya, hanya sekedar memeluk betapa sopannya pria satu itu dimata Raya.
"kamu boleh makan tiap hari disini, kalau tidak bisa datang, bisa dipesan dan diantar oleh Kurir khusus mereka". kata Raya sambil tersenyum.
"benarkah?". tanya Raka berbinar seperti anak kecil dibalas anggukan oleh Raya.
di sudut ruangan Privat, Jon dan Dita makan berdua sesekali Dita meminta Jon mengambilkannya air minum. senang sekali Dita menyuruh-nyuruh si pria berwajah datar itu yang mematuhi apa yang Dita minta walau dengan memasang wajah super datarnya itu.
setelah makan bersama, Raya dan Raka singgah di rumah Mayra,
"waah... ada apa sayang? tumben nih? ". tanya Mayra dengan gemas membuka pintu lebar-lebar untuk sang tamu istimewa.
"Uty kesepian? ". tanya Raya
__ADS_1
"tidak Raya..! Uty tadi nonton drama korea". jawab Mayra cekikikan.
"ini calon menantu mami Shindy kenapa bisa disini sayang? apa kalian pacaran? ". tanya Mayra asal.
Raya tersenyum dan merangkul lengan Raka yang cengar-cengir, Mayra menjatuhkan rahangnya seketika dengan tatapan mata berkedip-kedip lucu. tadi Mayra hanya asal menebak saja tanpa di duga Raya yang terkenal dingin dan dikira tak akan mendapatkan jodoh itu, kini malah berpacaran dengan Pria tampan sekelas Raka.
Mayra akui Keyzo sang suami sangat tampan tapi Mayra juga akui Raka tampan.
"kalian kapan nikahnya? lama-lama bisa dosa loh". celutuk Mayra tiba-tiba
"Raka akan siapkan mahar untuk Raya Aunty..!". ujar Raka serius
Raya melebarkan matanya, "kamu benar-benar mau cepat menikah denganku? ".
"iya sayang..! saat dipesawat aku selalu tidur nyenyak disampingmu sayang, sebelumnya aku punya insomnia dan berbagai obat tidur sudah aku coba tapi tidak berhasil, entah kenapa bersamamu aku bisa tidur pulas sayang". jawab Raka merangkul pinggang Raya dan menggesek dahinya dengan pelipis Raya.
Raya hanya bisa berdecak malu, apalagi Mayra makin menganga saja menatap mereka.
"bahaya..! kalian harus menikah cepat". ujar Mayra serius.
"tapi kami tidak akan melakukan apapun kalau tidur seranjang Uty". bela Raya
"kamu ini sayang..! harus menikah cepat.. masalah momongan belakangan aja tidak masalah, seperti Uty cantikmu Kanaya dan suami tercintanya menikah baru berpacaran, pacaran setelah menikah itu indah loh." jelas Mayra
"tapi kami masih muda Uty". elas Raya
Raya mematung lalu melihat ke arah Raka, ia teringat ancaman Morett,
"iya.. wanita pengecut itu menyukai Raka, tapi aku tidak marah cuma kesal aja, aku cemburu kah? ". batin Raya bingung sendiri.
Raka tersenyum lebar ke arahnya dan hal itu membuat Mayra tergelak.
Dita di luar rumah Mayra dan Keyzo makan cilok jalanan bersama Jon, Jon tidak pernah memakan Cilok namun saat Dita minta belikan, tentu harus di turuti.
"kenapa? kepedasan? ". tanya Dita terkekeh geli melihat wajah Jon yang memerah, kapan lagi Dita bisa melihat ekspresi lain wajah Jon.
"beli didepan sana? jual minuman dingin, aku belikan juga". titah Dita
Jon pun segera menuruti perintah Dita, sebab dirinya memang kepedasan tapi makanan aneh itu memang enak dan bikin nagih.
.
.
Raka pun mengantarkan Raya serta Dita ke mansion Melviano, disambut oleh Shindy dan Alya.
"jadi abang memang abang ipar Alya nih? ". tanya Alya melompat-lompat senang.
__ADS_1
Raya memutar bola matanya dengan jengah sedangkan Shindy membekap mulutnya tak percaya.
"kamu benar telah pacaran dengan Raka sayang? sejak kapan? ". tanya Shindy ke Raya
"Iya Mi.. ". sahut Raka dan Raya bersamaan.
Alya memeluk Raka dengan senang, "Yee... kalau begitu abang ipar harus turuti kemauan adik manja satu ini jika mau restu Alya". heboh Alya
Raka terkekeh dan mengusap kepala Alya, Alya seperti adik kecil bagi Raka. tanpa ragu ia membelikan kalung berlian murni di pelelangan acara di negara M diakhir acara pesta, Raya tidak cemburu sebab dirinya juga tidak tertarik berlian.
"Jon.. berikan untuk adik perempuanku ini". titah Raka
Raka dan Alya berjalan ke Sofa sementara Jon mendekat membawakan sebuah kotak perak berlogo unik, Alya hanya bisa menganga lebar melihat hadiah yang Raka berikan untuknya.
"bang..? kenapa untuk Alya? kenapa bukan untuk kak Raya? ". tanya Alya heran
"Abang beli Cincin untuk pernikahan kami". bisik Raka membuat Alya tertawa senang,
Dita sudah masuk ke kamarnya karna di usir Raya, Raya sengaja mengusir Dita supaya bisa beristirahat.
"apa Raka melakukan sesuatu sayang? dia menciummu? ". tanya Shindy curiga.
Shindy tau betapa besar cinta Raka pada Raya, itu sebabnya ia mencurigai Raka pasti mencium Raya entah itu dikening atau dibibir, tapi tau Raka tidak akan melakukan hal lebih dari itu.
Raya menghela nafas panjang, "tidak Mi.. ! 3 hari kami jadian, Raka cuma manggil Raya sayang terus suka banget meluk Raya dimana-mana".
"benarkah? ". tanya Shindy berbinar.
"Raka pria yang sopan Mi.. dia tidak melakukan apapun pada Raya malah Raya yang selalu merepotkannya". ujar Raya
"merepotkan bagaimana sayang? ". tanya Shindy dengan gemas.
"Raya tidak berselera makanan acara pesta itu Mi, dia sering memasak untuk Raya bahkan tanpa ragu meminjam dapur restaurant hanya untuk membuat Raya makanan".
"dia sangat memanjakanmu sayang? ". gemas Shindy.
"hmm.. tapi selalu mengikuti Raya seperti anak anj*ng". kekeh Raya mengingat kelakuan Raka.
Shindy berdecak kagum, ia sudah tebak Raka benar-benar tipe calon menantu idamannya.
Raya melihat ke arah Alya yang tampak gembira dengan hadiah yang Raka belikan untuk Alya, Raya tersenyum tipis. bagaimana pun Alya adalah bagian dari dirinya, kebahagiaan Alya juga kebahagiaannya
.
.
.
__ADS_1