Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
keseharian


__ADS_3

.


.


"entahlah..! Satria tidak tau apa yang dia katakan benar atau salah, dia bilang dirinya keturunan asli dewi keberuntungan generasi ke-8, dia di kurung karna jimat keberuntungan kerajaan". jelas Satria dengan malas.


"jimat keberuntungan? ". beo Raka dan Raya bersamaan.


"iya kak.. bang.. putri Alice itu memang bisa menghipnotis banyak orang, pas di kota Y semua menyebutnya pria tampan udah jelas dia itu perempuan, terus bang Satria yang waktu itu tidak mau ikut campur malah terhipnotis olehnya hingga berani bawa tu putri ke dalam mobil kami, dia memang memiliki kekuatan supranatural kakak.. abang.. apalagi dia juga bilang kalau masa depan bang Satria sangat cerah apapun jalan yang bang Satria tempuh akan berhasil". oceh Arya tiba-tiba bergabung.


"tapi jimat keberuntungan memang harus di kurung kan?". tanya Raka yang memang mengakui itu.


"abang gila..! walau dia jimat keberuntungan tapi dia manusia, lihatlah caranya yang begitu kekanakan melihat kamar apartemen Satria.. dia pasti selalu di kurung dan di kunci dari apapun berita mengenai dunia luar.. ck.. mana ada manusia yang tahan di kurung, hewan saja tidak suka di kurung apalagi kita manusia". kesal Raya panjang X lebar.


Raka menggaruk kepalanya yang tak gatal, ia tidak tau juga mau berkata apa.


"tapi setau Arya..! jimat keberuntungan itu semacam benda mati atau benda keramat tapi baru kali ini Arya tau ada jimat keberuntungan itu manusia, dari kehadiran manusia itu membuat hidup 1 kerajaannya bahagia". Arya berkata.


.


.


Raka dan Raya kembali ke Mansion sementara Arya kembali ke Mansion Melviano, Satria tidak mungkin meninggalkan Alice sendirian.


malam harinya Alice melamun menatap arah balkon, Alice melihat burung terbang di langit.


"enak sekali jadi burung..! bisa bebas terbang kemana saja". lirih Alice meneteskan air matanya.


Satria tak sengaja mendengarnya, ia menarik nafas dalam-dalam lalu berbalik pergi meninggalkan Alice.


Satria kembali setelah berpakaian santai, "cepatlah..! kau tidak mau bermain? ".


Alice memutar kepalanya ke arah Satria, "bermain kemana? pangeran tidak akan meninggalkan saya di jalanan kan? ".


"kenapa kau bisa berpikir aku sekejam itu? ". tanya Satria dengan heran akan pikiran negatif Alice.


"pangeran tidak mau memanfaatkanku jadi aku sama sekali tidak berguna untuk apa di pertahankan bukan? katakan saja Pangeran..! aku akan keluar sendiri! biarkan aku berpikir disini". Alice menatap sedih ke arah balkon.


Satria berjalan ke arah Alice lalu menarik tangan Alice yang sama sekali tidak melawan.


"besok malam aku harus menghadiri acara pesta jadi saat itu aku tidak bisa membawamu jalan-jalan, nikmati saja malam ini selagi aku ada waktu". Satria berkata sambil menarik tangan Alice.


.


.


di mansion Raka dan Raya.


"kenapa bang? ". tanya Raya curiga saat Raka mendekat padanya.


"mana hadiahku sayang?". tanya Raka memiringkan wajahnya menatap gemas wajah lucu sang istri.

__ADS_1


"tadi aku tanya abang mau kado apa katanya ngga butuh, sekarang malah minta kado, mana sempat aku beli kado bang? kalau begitu aku ganti baju terus beli kado untukmu ya? ". omel Raya tapi malah ingin keluar mansion namun pinggangnya di tarik oleh lengan kekar Raka.


Raya melebarkan matanya menatap Raka, mereka memang sering melakukan hubungan suami istri tapi jujur Raya masih punya sisi malu berdekatan dengan tubuh sang suami, Raya memakai jubah mandi.


"aku ingin kadonya dirimu saja". seringai nakal Raka langsung menggendong tubuh Raya yang kaget seketika.


"abang melakukannya setiap hari hampir setiap jam apa tidak bosan? ". protes Raya


"tidak,, sama sekali tidak! ". jawab Raka dengan entengnya menindih tubuh Raya di atas ranjang kingsizenya.


"aku boleh dong merobek kado ku". Raka melepaskan tali jubah mandi Raya.


Raya menghela nafas pasrah saat Raka memakannya dengan perumpamaan merobek kado ulang tahunnya Raka.


.


.


"tidurlah sayang..! aku keluar terlebih dahulu". bisik Raka mengecup sayang bibir Raya juga kening istrinya.


Raka menyelimuti tubuh Raya lalu keluar dari kamarnya.


Raka berada di ruangan bawah tanah,


"bagaimana? ". tanya Raka menatap Boy dengan tenang.


"sesuai perintah anda satu persatu bawahan Morett sudah kami basmi sampai habis, saat ini hanya kedua kaki tangan Morett". jawab Boy menunjuk sopan ke arah 2 manusia babak belur dibalik jeruji besi.


"apa perlu anda turun tangan tuan? mengapa tidak kami saja yang menghabisi mereka? ". tanya Rio di belakang Raka yang sejak tadi hanya diam.


"baiklah..! potret jasad mereka lalu kirimkan ke ponsel Morett.. oh.. bukan.. ponsel Maria". titah Raka


"baik tuan". jawab Boy dan Rio serentak.


Raka tersenyum meremehkan,, "salahkan tuan kalian yang berani bermain-main denganku". ucap Raka sambil berlalu meninggalkan kedua kaki tangan Morett yang terdiam tak bisa berbicara sebab tubuh mereka kesakitan sudah lelah menangis dan menjerit.


.


.


Arya di kamarnya dikagetkan dengan kedatangan Alya yang tiba-tiba masuk ke pelukannya dibalik ranjang.


"abang..? ". rengek Alya


"ck.. kenapa? apa tidak bisa tidur? ". tanya Arya mengelus kepala Alya yang memang sulit tidur namun Shindy dan Dylan tidak mengetahuinya hanya Arya yang tau rahasia Alya.


"iya.. sepertinya Alya harus cepat menikah biar tidak susah tidur lagi". gerutu Alya memeluk Arya seperti bantal guling saja.


Arya sama sekali tidak terangsang sebab Alya adalah adik bungsunya yang sangat ia sayangi, apapun akan Arya lakukan supaya saudara kembarnya itu bisa tertidur.


"bagaimana jika kita keluar lihat balapan? ". tanya Arya

__ADS_1


"tapi Alya mau tidur". elak Alya masih memeluk saudara kembarnya itu.


"ya sudah..! pejamkan matamu". Arya mengelus kepala Alya layaknya anaknya sendiri.


Arya dan Alya pun tidur berdua seperti suami istri saja.


ke esokan paginya Arya bangun duluan dan keluar dari kamar mandi nya.


"Alya..? ". panggil Arya mencubit pipi Alya


"abang". Alya bangkit dengan mata terpejam.


Alya tentu ingat dirinya berada di kamar sang abang jadi harus tau diri saat dibangunkan langsung pergi.


Arya menggeleng kepalanya sambil terkekeh, "aku penasaran siapa pria yang bisa membuatmu menjadi wanita spesial baginya dek".


.


.


di tempat lain.


Morett membersihkan kandang kuda seperti biasa, ia belum juga bisa terbebas dari tempat itu, ponselnya tidak ada jaringan sebab berada di pulau asing.


"sampai kapan aku berada disini? ". geram Morett yang berwajah Maria saat ini.


"Maria..? ". panggil kepala penjaga kandang kuda milik Satria.


"saya pak". sahut Maria berlari ke arah pria paruh baya itu.


"kapal den Satria telah menunggu..! ". kata pria itu dengan serius


"baiklah.. ". jawab Maria langsung berlari meninggalkan semuanya.


Maria (Morett) merasa penderitaannya telah berakhir.


"dasar penghianat..! ". gumam Pria itu menggeleng kepalanya tak percaya tuannya akan berbaik hati pada seorang penjahat.


"kenapa hatiku berdebar ingin melihat wajah tuan muda 1". batin Morett (Maria) tersenyum cerah seketika melihat Kapal Satria benar-benar menjemputnya.


.


.


.


terimakasih.. selamat beraktifitas.. jaga kesehatan selalu ya..!!


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2