Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 71_ di ikuti


__ADS_3

.


.


"tunggu...! ". Pekik Nia saat melihat banyaknya kelinci di tengah jalan.


"kenapa bisa banyak kelinci? mereka imut sekali". heboh Nia hendak melepaskan seatbeltnya.


"jangan...! ". teriak Ricis


"kenapa? ". tanya Nia dengan heran


"bisa saja itu jebakan! kita lewat jalan lain saja". Ricis memutar arah tujuannya.


"kenapa? mau lewat mana? mau mutar-mutar? lagian itu kelinci tidak berbahaya sama sekali, diangkat terus di pindahkan tidak akan ada masalah kan? ". omel Nia


"dengarkan aku Nia..! apa kamu bawa senjata? ". tanya Ricis serius


Nia mengangguk mengangkat baju nya dan ada ikat pinggang khusus dibalik pakaiannya lalu terselip pistol di sana.


"entah kenapa Kak Arya selalu minta aku bawa ini". Nia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"bisa saja kita dalam bahaya". kata Ricis


"apa maksudmu? kenapa kita dalam bahaya? aku tidak punya musuh". Nia


"dasar Nia. Nia.. Aku tidak mengerti kamu ini sebenarnya Pintar atau bodoh". kesal Ricis


"apaaa? ". pekik Nia dengan mata melebar


"apa kamu tidak merasa ada yang tidak beres dengan hidupmu akhir-akhir ini? ". tanya Ricis


"apanya yang aneh? hidupku memang sudah aneh sejak lahir didunia ini". kesal Nia


Ricis menepuk jidatnya,


"lihat..! kita benar-benar dalam bahaya". Ricis melirik kebelakang lewat kaca spion.


Nia memutar kepalanya, "mobil itu? apa mobil itu berbahaya? ". tanya Nia dengan polosnya.


"Astagah!! ". Ricis menggeleng kepalanya


"pegangan yang kuat!". titah Ricis dengan nada setengah berteriak.


Nia dengan cepat memegang apapun disekitarnya karna laju mobil yang Ricis bawa mulai tidak normal alias sangat kencang.


Nia mengerjab-ngerjabkan matanya menebak situasinya, ia merasa yakin tidak punya musuh tapi mengapa ada orang yang mencoba melukainya.


Ricis terus melaju kencang dan memotong banyak mobil yang menghalanginya.


di persimpangan jalan


Ciiiiiiiitttttt...!


Ricis tiba-tiba mengerem mendadak melihat ada mobil lain ada berhenti didepannya seolah sengaja.


"Ricis? ". panggil Nia tergagap

__ADS_1


"jangan keluar..! kita mundur saja". Ricis melihat kaca spion ternyata sudah ada mobil lain juga yang ada dibelakangnya.


"ada apa ini? apa tadi Razia Cis? ". tanya Nia celingak-celinguk.


Ricis meremas setir mobilnya melihat banyaknya orang tengah keluar dari mobil depan dan belakang, mau kesamping pun tidak bisa karna posisi mobil Nia sudah terkepung rapat tidak bisa berbelok sedikitpun.


Nia mengerutkan keningnya saat banyak laki-laki didepan sana memberi jalan untuk seseorang, dan matanya mengerjab melihat sosok Pria tampan muncul dari mobil yang sama.


"hubungi Tuan Muda, Nia!". pinta Ricis


"kenapa menghubungi kak Arya? mereka ini memangnya siapa? aku tidak mau menyusahkan kak Arya". Nia


"dasar...! cepat panggil saja! ". kesal Ricis


"aeeh.. iya.. iya.. bawel banget sih". gerutu Nia mencari nomor Arya.


"aakhh..! ". Nia terkejut saat ada orang yang tiba-tiba mengetuk kaca mobilnya.


"jangan dibuka! ". teriak Ricis


Nia memutar kepalanya ke arah Ricis, "kenapa dengan mereka Ricis? kenapa kamu memucat? ". tanya Nia dengan heran


"kamu sama sekali tidak tau atau memang benar-benar tidak mengerti? mereka sedang mengepung kita Nia". bentak Ricis


Nia terkejut, "tapi aku tidak mengenal mereka, kenapa mereka mengepungku? apa aku ini penjahat? ".


"diam!". Ricis


Nia melihat-lihat sekitar lalu pria yang ada dihadapan Nia tadi sudah ada disamping Nia dan mengetuk kaca nya.


Nia jadi sedikit ketakutan saat pria yang lain menggedor-gedor keras kacanya seolah sedang memaksa supaya cepat dibuka.


"sudah aku bilang cepat hubungi Tuan Muda". perintah Ricis


Ricis bisa berkelahi tapi untuk melawan 1 rombongan Mafia Red ini tidaklah mungkin, sama saja Ricis mengantarkan nyawa.


Nia mencari kontak Arya dan ia terkejut lagi hingga hpnya terjatuh saat orang-orang diluar makin menggedor-gedor kaca mobilnya.


"bagaimana ini Nia? kita tidak bisa keluar! bahkan untuk melarikan diri saja tidak bisa". Ricis


"tabrak saja mereka semua". kesal Nia


"lalu mobil ini akan lecet kamu tidak masalah? ". tanya Ricis


"kenapa aku harus mempermasalahkannya? kak Arya memberiku banyak uang jadi memperbaiki mobil ini tidak akan menghabiskan uangku sekarang". Nia


Ricis mengangguk lalu menghidupkan mesin nya tanpa aba-aba lagi ia melajukan mobilnya menerobos kerumunan yang mana mereka dengan cepat meloncat kesamping untuk menyelamatkan diri, sampai Mobil yang dibawa Ricis ini menabrak sisi mobil didepannya.


"kejar...!! ". teriak Red


Ricis lebih memilih lari membawa Nia dari pada membiarkan dirinya terkepung oleh orang-orang pengecut itu, hanya berani meneror dan mengeroyok perempuan.


"buka atapnya! ". titah Nia


"Mau apa? ". tanya Ricis dengan serius.


"aku akan pecahkan ban nya.. cepat..! ". titah Nia

__ADS_1


"tidak bisa..! lewat jendela saja, bahaya! ". balas Ricis


Nia pun membuka sedikit kaca mobilnya dan ia mengeluarkan senjatanya.


"sebenarnya siapa kalian? kenapa mengejar kami? ". gumam Nia dengan heran tapi pandangannya fokus ke sasaran.


Nia tau mobil yang mengikutinya tidak mobil anti peluru.


"hati-hati Nia! ". teriak Ricis


Nia melepaskan pelurunya bertubi-tubi ke mobil lawan hingga berhenti di tempat dan mobil dibelakang mobil itu menabraknya.


Ricis menganga sejenak lalu dengan cepat ia menggeleng supaya kembali fokus.


"bagus Nia, kamu sangat ahli menembak sekarang". puji Ricis.


"sepertinya mereka belum menyerah Cis, kita masuk ke Apartemen saja lebih aman". perintah Nia


Ricis mengangguk, benar saja mobil dibelakang mereka masih belum menyerah mengejar Mobil Nia hingga masuk ke gedung Apartemen, pagar tertutup rapat saat mobil Nia sudah memasuki gedung itu.


Nia dan Ricis menghela nafas lega berhasil lolos dari kejaran orang-orang aneh itu.


"sebenarnya siapa mereka Cis? kenapa mereka mengejar kita? ". tanya Nia penasaran


"apa kamu tidak mengenal laki-laki tadi? ". tanya Ricis serius.


"laki-laki yang mana? mereka terlalu banyak". tanya Nia


"laki-laki yang pakaiannya berbeda sendiri". jawab Ricis


"ohh.. iya. aku lihat dia, tapi aku tidak kenal dia, apa hubungannya denganku kenal atau tidak sama dia?". Nia


"aku tidak mau memberi taumu tapi satu hal yang harus kamu tau, pria tadi berbahaya Nia! jangan berani mendekatinya jika kamu tidak bersama Tuan Arya". Peringatan Ricis


"hah? apa musuhnya Kak Arya? aku dengar Keluarga Melviano punya banyak musuh, jadi tadi musuhnya kak Arya? ". tanya Nia


Ricis mengangguk-ngangguk saja, ia tidak berani mengatakan yang sebenarnya pada Nia, bisa jadi Nia marah dan tidak tau apa yang akan terjadi dengan Nia jika tau orangtuanya di bunuh oleh orang bayaran Red.


"ayo lihat kelincimu! ". ajak Ricis mengalihkan perhatian Nia.


Nia melebarkan matanya, "aah...iya Kelinciku..! " Pekik Nia keluar dari mobil dan berlari memasuki gedung Apartemen.


diluar gedung Apartemen, mobil-mobil tadi tidak bisa masuk ke dalam kawasan Apartemen milik Satria.


"Tuan? ". Han


"menarik juga istrinya Arya itu, dia bisa menembak ya? aku akui tembakannya tidak meleset satupun". Red.


Han menelan ludah mendengarnya, ia berpikir Red akan marah mobilnya rusak tapi Red malah makin tertarik pada Nia yang bisa merusak mobilnya padahal Nia perempuan.


setau Red perempuan itu hanya bisa berguna di ranj*ng, tak bisa memegang senjata, ternyata masih ada perempuan yang ahli memegang senjata bahkan menembak jauh pun bisa tidak meleset sedikitpun.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2