Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
tenang


__ADS_3

.


.


ke esokan harinya.


"abang yakin mau pergi sendiri? aku boleh ikut? ". tanya Raya


"sayang.. aku tidak mau kamu kelelahan sebentar lagi adalah hari resepsi pernikahan kita, aku janji akan kembali sehari jelang resepsi". jawab Raka


"tapi ini tidak wajar bang..! masa iya mereka bersikeras bertemu dengan abang padahal cuma bahas hal spele saja, kan bisa lewat online". geram Raya.


"tidak apa sayang..! aku sudah terlanjur tanda tangan jadi tidak mudah untuk menolak mereka". Raka memeluk Raya dengan mesra.


"aku khawatir bang..! bagaimana jika terjadi sesuatu denganmu? ". kesal Raya


"aku naik kereta api sayang, dekat kok ! bukan keluar negri". Raka berusaha menjelaskan bahwa dirinya akan baik-baik saja.


Raya menarik lengan Raka membawanya ke ruang rahasia suaminya, Raya sudah tau ruang rahasia milik Raka.


"pakai rompi anti peluru ini! ". pinta Raya serius sambil membuka satu persatu kancing kemeja Raka.


Raka tersenyum membiarkan Raya melakukan apapun asalkan Raya tenang dan tidak khawatir membiarkannya pergi.


Raya memakaikan rompi anti peluru dibadan Raka lalu memakaikan kembali kemeja putih suaminya, beruntung rompi itu tidak terlalu tebal tapi kualitasnya sangat diakui.


"sudah tenang? boleh aku pergi? ". tanya Raka sambil mengelus pipi Raya.


Raya mengangguk pasrah, "abang jangan macam-macam ya? aku tidak mau abang cari musuh disana kalau ada yang menyerang lawan saja jangan di beri ampun".


Raka terkekeh geli, "sejak kapan aku mencari musuh sayang? kebanyakan mereka yang menjadikanku musuh".


"isshh.. pokoknya jangan cari musuh! kalau bisa abang sembunyi-sembunyi". tegas Raya dibalas anggukan oleh Raka.


Raya memberikan jaket, topi juga masker untuk di pakai suaminya.


.


Raya menghela nafas panjang melihat kepergian suaminya yang diantar supir menuju stasiun kereta api.


"semoga saja kamu baik-baik aja my husband". gumam Raya dengan penuh harap.


Raya memukul-mukul kepalanya sendiri menghilangkan prasangka-prasangka buruknya kini,


"Nona...? ". panggil Bi Asih


Raya berbalik dan melihat Bi Asih tengah tersenyum lembut padanya.


"mari Nona..! kita masuk! tidak baik untuk anda berdiri terlalu lama". ajak bi Asih.


Raya mengulurkan tangannya dibalas oleh bi Asih yang gemas akan tingkah Raya, Bi Asih merasa memiliki seorang anak saja.


.


.


siang hari..

__ADS_1


"kakaak...? ". teriak Alya menggema


"Kak Raya..? ". pekik Alice juga heboh melompat-lompat di tempat.


Dita yang ditugaskan membawa Alya dan Alice pun hanya bisa menggeleng kepala saja melihat tingkah kedua gadis ceria yang menggemaskan itu.


Raya keluar dari dapur, "kalian kok bisa ada disini? ". tanya Raya dengan heran.


Alya dan Alice berlari ke arah Raya lalu merangkul sisi kiri dan kanan Raya.


"abang ipar yang suruh kami menginap disini". jawab Alya


"Alice suka mansion kakak..! cantik sekali". heboh Alice


Raya menoleh ke Dita mencari jawaban.


"Tuan Master meminta saya menjemput teman-teman Nona supaya tidak kesepian". jelas Dita yang tau arti tatapan Raya.


"kita karaoke an yukk...! apa kakak punya ruang karaoke?? ". ajak Alya


"ada". jawab Raya


alhasil Raya terhibur dengan kehadiran Alya dan Alice ditambah Dita yang juga ikutan gila-gilaan bersama ketiga Nona cantik itu.


"Nona.. tidak boleh minum ini". Dita mengambil minuman bir dari tangan Raya.


"kakak.. ? kakak lagi hamil muda tidak boleh minum yang beralkohol". peringatan Alya


"aku tidak tau kalau itu bir, kan kalian tau kakak tidak pernah minum alkohol". gerutu Raya sambil mencari minuman lainnya.


Raya mengambil jus strawberry dan meneguknya sampai tandas.


Dita memang di perintahkan oleh Raka untuk mengawasi makanan yang masuk dalam tubuh Raya, jadi matanya harus teliti memperhatikan gerak-gerik Raya saat makan atau minum.


.


.


di kereta api


Raka menatap serius pemandangan di sampingnya, "ada apa ini sebenarnya? kenapa dia memintaku untuk bertemu? sebelumnya kami tidak pernah bertatap muka".


Raka tau ada hal yang tidak beres tapi tidak mungkin baginya untuk menolak, Raka tidak suka lari dari pekerjaannya.


Raka menoleh ke belakang dimana terdengar keributan di gerbong sebelahnya.


"ada apa sih? ". gumam Raka menautkan kedua alisnya.


Raka memperhatikan itu tiba-tiba saja orang-orang berpakaian hitam menerobos masuk ke gerbong Raka kini.


"siapa disini yang namanya Raka Mahawira? ". suara menggema membuat penumpang kereta api gemetar ketakutan.


Raka melirik sekilas tapi pura-pura tidak dengar, ia menutupi wajahnya dengan masker dan membenarkan topi hitamnya.


"Anak Macan? ".


Deg..!!

__ADS_1


Jantung Raka berdebar kencang mendengar perkataan itu, "pelaku ledakan bom? ". tebak Raka dalam hati.


Raka penasaran siapa pelakunya tapi tidak mau bertindak sebab ia sudah berjanji pada Raya untuk tidak mencari musuh.


pria berpakaian serba hitam itu menerobos kerumunan lalu mendatangi satu persatu penumpang kereta api, ada yang menangis, ada yang menjerit dan berbagai ekspresi ketakutan setiap penumpang di sodongkan senjata api di jantung mereka.


Raka masih tenang, ia tidak terusik sedikitpun hingga pemberhentian kereta api telah tiba.


"shitt...!! ". maki mereka semua dengan frustasi.


para pria berpakaian serba hitam langsung kewalahan saat penumpang berlarian menerobos mereka karna takut harus turun dari kereta api, diantara mereka ada Raka yang tersenyum tipis berhasil mengelabui mereka semua.


"kau akan mati anak macan..! akan aku pastikan kau mati sebelum bertemu dengan ibumu". teriak pria itu menggema.


Raka menghentikan langkah kakinya mendengar kata ibu, ia sudah berdiri di luar dan pintu Kereta api telah tertutup.


Raka berbalik menatap gerombolan pria itu, "ibuku? apa mereka tau siapa ibu kandungku? ". batin Raka


sial..


kereta api telah berjalan dan segerombolan pria berpakaian serba hitam menyadari Raka menyamar di luar kereta menatap mereka semua, mereka memaki dan meminta kereta api untuk berhenti tapi tidak bisa.


Raka berbalik pergi melanjutkan perjalanannya, ia berusaha untuk tidak terpengaruh akan perkataan orang berpakaian serba hitam tadi.


Raka melihat banyak pria berpakaian serba hitam yang sama seperti di dalam kereta api, Raka melepaskan masker juga melepaskan jaket hitamnya, topinya juga segera ia simpan.


Raka tentu tau mereka semua saling terhubung satu sama lain, itu sebabnya pakaian Raka tadi pasti di kenali.


"cari pria berjaket hitam, masker hitam, dan topi hitam...! ". teriak mereka semua kocar-kacir menahan siapapun yang ada di dekat mereka.


Raka masih tenang sebab ia berpakaian sederhana, toh tidak ada yang mengenal dirinya jika berpakaian seperti itu.


Raka berhasil lolos dari razia besar-besaran mereka,


"sepertinya aku harus ubah kendaraan kembali ke kota". gumam Raka pelan


Raka berjanji tidak akan beritau siapapun bahwa dirinya tidak naik kereta api lagi. Raka merasa ada hubungannya dengan klientnya saat ini, ia tidak bodoh hingga tak menyadari semuanya.


.


di hotel penginapan.


"Anak macan? ibuku? siapa mereka? kenapa mereka bisa tau aku atau ibuku? apa ibuku bagian dari mereka?? tapi mereka tidak ingin aku bertemu ibuku, apa masalahnya? "


Raka menerka-nerka dirinya


.


.


.


selamat beraktifitas..!!


.


.

__ADS_1


__ADS_2