
.
.
pintu besar Aula hotel terbuka lebar, semua mata melihat ke arah pintu dan terlihatlah Alya dengan penampilan bak putri kerajaan dari negara lain.
Ayu tersenyum memapah tangan Alya berjalan dengan anggun menuju kursi perwakilan CEO MattGroup dari negara Indonesia.
semua pengusaha perwakilan dari negara asing terus berdatangan menyapa Alya yang dianggap sebagai Raja/Ratu dari MattGroup.
"Alya? ". sapa Veer dengan senyuman kecilnya.
Alya melirik Veer sejenak lalu menghela nafas pelan, "apa lagi? ".
"kenapa kamu tidak mau dihubungi olehku? ". tanya Veer penasaran sambil bersimpuh di depan Alya.
para wanita yang ada di acara pertemuan antar pengusaha itu berbisik-bisik dalam bahasa asing, mereka kagum juga iri dengan Alya yang bisa mendapatkan hati pria seperti Veer.
Ayu menepis tangan Veer, "maaf Tuan..! silahkan anda duduk..! kita masih banyak acara".
Veer pun bangkit lalu berjalan menuju kursinya namun pandangannya hanya tertuju pada Alya yang sangat cantik dengan riasan nya itu.
"Nona? ". sapa Ayu mengusap tangan Alya.
"tidak apa". jawab Alya tersenyum tipis.
"apa Abang Ipar juga datang kesini? ". tanya Alya berbinar seketika.
"sepertinya Tuan Raka akan datang Nona, saya melihat status Nyonya Raya yang sudah berpenampilan cantik dengan ketiga anak kembarnya". jawab Ayu sambil menunjukkan layar ponselnya.
Alya merebut ponsel Ayu lalu sudut bibirnya tertarik sempurna, "aku merindukan sikembar tiga ini". gemas Alya menoel-noel potret anak kembar Raya.
"apa mereka sudah tiba? ". tanya Alya tak sabar.
"coba hubungi lagi Nona". Ayu memberikan ponsel Alya.
Ayu bisa saja menghubungi Raya tapi memikirkan statusnya yang hanya pengawal saja membuatnya segan untuk berbicara dengan Raya.
Alya menghubungi Raya,
"halo...? kakak ? kakak dimana? ". tanya Alya
"kami di bandara, sebentar lagi datang". sahut Raya
"oke..! di tunggu kehadiran keponakan kecil kesayanganku kak". senyum manis Alya
"ya.. mereka bertiga sedang bergelantungan di tubuh abang iparmu". suara Raya terkekeh gemas melihat ketiga anak-anaknya yang masih berumur 3 tahunan menempel di gendongan suaminya.
Alya tertawa, "kesayangan aku itu kak".
Ayu tersenyum mendengar celotehan Alya dan Raya mengenai ketiga anak-anak menggemaskan Raya dan Raka.
.
"hai...? ". Alya terlonjak kaget mendengar suara asing.
__ADS_1
Alya memutar kepalanya melihat pemilik suara.
"siapa? ". tanya Alya dengan tatapan tajam nya bak sebilah pedang.
"Aku? Al ". Al mengulurkan tangannya ke Alya.
"Al? ". gumam Alya
"Alya kan? ". tebak Al
Al ingin berbicara lagi tapi Ayu memotong pembicaraan mereka dengan berbisik di telinga Alya.
Alya langsung berbinar cerah, senyumnya melebar sempurna hingga Aldezan MellaZani tersenyum begitu tampannya.
"Utyyy...! ". teriak ketiga anak kembar menggemaskan tengah berada di gendongan Raka.
Raya tersenyum hangat melihat sekeliling sedangkan Raka hanya tersenyum kecil mengecup sayang putri bungsunya yang menggemaskan.
hening seketika.
"sayang? ". Alya mengangkat gaunnya berlari kecil menuju Raka, Raya dan ketiga anak-anaknya.
Raka menurunkan ketiga anak-anaknya yang berlari dengan kaki kecil mereka mendekati Alya.
"hati-hati sayang! ". teriak Raya
"yes Mom! ". sahut ketiga anak-anak kembarnya Raya serentak.
"hap...! ". Alya memeluk keponakan-keponakan kecilnya.
Anak Raka dan Raya kembar 3:
"Uty...! Celly lindu!". pekik Rassy
Alya tersenyum gemas menciumi kedua pipi gembul Rassy yang suka menyebut nama dirinya Cerry.
"laski? ". Raski memeluk leher Alya
Riski sudah berada di belakang Alya, ia memeluk Alya dari belakang, tamu undangan malah gemas melihat pemandangan itu.
"lebih baik kita ke ruangan khusus saja! ". Raka bersuara
"Celly mau digendong uty". Rassy sudah melingkarkan kaki kecilnya di tubuh Alya.
Raski dan Riski juga tak mau kalah,
"heii..? Daddy bagaimana? kenapa bertemu Uty kalian Daddy di lupakan hmm? ". rajuk Raka dengan gemas mengelus kepala Cerry (Rassy).
"cama Dad bocan! ". seru ketiga bocah kembar itu serentak hingga Raya tertawa cekikikan melihat muka masam Raka.
Ayu hanya bisa menahan tawanya sekuat tenaga, wajahnya sudah merah karna terlalu lama menahan tawanya itu.
"iya sayang..! sama Uty aja". Alya berdiri tegak di bantu oleh Ayu.
Alya cukup kuat menggendong ketiga anak kembar menggemaskan itu, Raka merangkul pinggang Raya dan mengecup pipi Raya tanpa malu saat Alya membawa pergi ketiga anak-anaknya.
__ADS_1
"abang. ! ayo ikuti mereka". kesal Raya memukul bahu Raka yang suka sekali mengecup pipinya di depan banyak orang.
hening...!
Veer melihat dari kejauhan pemandangan itu, ia tidak mendapatkan hati Alya dan tidak punya nyali untuk berhadapan dengan Raya si kakak Alya yang cukup di segani oleh banyak orang walau sudah berkeluarga.
Ayu tertawa lebar mendengar celotehan ketiga bocah menggemaskan itu pada Alya yang terlihat tidak kewalahan sama sekali mendengarkan 3 radio rusak yang di putar bersamaan.
Raya menggeleng-geleng kepalanya mendengar cerita Cerry (Rassy) yang sedikit di lebih-lebihkan hingga dirinya bertanya-tanya putri siapakah bocah bawel itu.
Raya dan Raka tidak banyak bicara tapi anak perempuannya bisa begitu bawel seperti Grandma buyutnya (Kaira) saja.
.
"kamu jangan terlalu memanjakan mereka dek..! lihatlah ocehannya terus saja berkelana sampai ke merauke". tegur Raya dengan tawa lebarnya.
Alya tersenyum melihat ketiga keponakan menggemaskannya tengah mengambil makanan sendiri.
"mereka sangat kompak kak..! bagaimana cara kakak melatih mereka? ". gemas Alya bukannya menjawab pertanyaan Raya.
Raya tersenyum melihat Raski dan Riski begitu kompak memanjakan Rassy (Cerry),
Raka berbicara dengan rekan bisnisnya mewakili Perusahaan New R nya yang sudah berkembang pesat semenjak kehadiran ketiga anak kembarnya yang menggemaskan itu.
"sayang sekali Kak Alice tidak bisa datang membawa ketiga kembar nakalnya itu". kekeh Alya membayangkan ketiga anak Alice dan Satria bersama dengan anak Raka dan Raya.
Raya tersenyum tipis, "tapi siapa Pria itu dek? kenapa dia menatapmu terus? ". tanya Raya melirik ke arah Al.
Alya melihat ke arah tatapan Raya dan menaikkan sebelah alisnya, "tadi dia ngajak kenalan".
"apa dia pria kelima? ". tebak Raya membuat Alya melihat ke arah Raya dengan tatapan kaget.
"benarkah? ". tanya Alya balik
Raya tertawa kecil, "bahkan kamu tidak tau siapa dia.. kakak akan cari tau identitasnya".
Alya mengangguk lalu melirik kembali ke arah Al yang minum masih menatap dirinya.
"pria kelima? iya juga.. kenapa aku lupa? ". batin Alya yang melupakan ramalan Alice.
.
"Tatak..! Celly mau tuu! ". tunjuk Cerry melompat-lompat menunjuk agar-agar cantik berbentuk ikan.
Raski dan Riski melihat ke arah tunjuk Cerry, otak cerdas mereka langsung aktif seketika, dengan cekatannya kedua saudara kembar Rassy (Cerry) mengambil kursi dan saling membantu demi mendapatkan agar-agar yang adiknya inginkan.
sebenarnya mereka tidak bisa mengambilnya dengan mudah sebab tempat agar-agar itu cukup tinggi, mereka diajarkan oleh Raka tidak boleh mempercayai orang asing itu sebabnya mereka lebih memilih mengambil sendiri daripada meminta bantuan orang asing.
Cerry bertepuk tangan sambil melompat-lompat senang melihat kehebatan kedua kakak laki-lakinya.
Ayu hanya berdiri menjaga ketiga bocah kembar itu, ia tidak bisa berkata-kata karna sudah tau sifat ketiga anak-anak Raka dan Raya yang tidak pernah meminta bantuan siapapun jika perihal permintaan Rassy (Cerry).
apapun permintaan Cerry, Raski dan Riski akan melakukan apapun tanpa mau meminta bantuan orang lain.
.
__ADS_1
.
.