Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 73_ membohongi


__ADS_3

.


.


Al dan Alya kembali ke Hotel


Al menatap penuh Cinta Alya yang tengah tertidur seperti bayi di ranjangnya.


"sayang? tidak mau mandi dulu? ". tanya Al


"nngghh". Alya memutar badannya malah memunggungi sang suami.


Al terkekeh, dengan sabar ia melepaskan jaket Alya dan sepatu istrinya supaya tidurnya jauh lebih nyenyak.


Al masuk ke kamar mandinya, ia hanya mencuci tangan, mencuci wajah dan mencuci kaki lalu mengganti pakaiannya terlalu malas membersihkan diri setelah makan di Restaurant bersama Alya.


Al masuk ke balik selimutnya lalu memeluk Alya dari belakang dengan mesra, ia tersenyum sambil memejamkan matanya.


Alya adalah harta yang paling berharga baginya, dan Al tidak akan melepaskan Alya walaupun dirinya punya masa lalu yang tidak bisa di ubah hanya bisa disesali.


.


di tempat lain


Nia juga tidur sambil memeluk Arya.


Arya mengelus kepala Nia dengan lembut, ia tidak tau apa yang salah dengan dirinya hingga tidak bisa tidur malam ini malah ingin menatap wajah Nia sampai puas.


"apa aku benar-benar jatuh cinta pada gadis bodoh dan polos ini? ". batin Arya menertawai perasaannya sendiri.


dulu tipe Arya menginginkan perempuan yang tangguh, hebat berkelahi dan sempurna dalam hal apapun seperti Kakaknya (Raya), Mami nya (Shindy), tapi namanya jatuh Cinta tidak pernah bisa memilih.


kemana hati berlabuh tidak bisa kita tentukan, Arya akui ia sudah menaruh hati pada Nia sejak pertama kali bertemu.


"tidak ada yang menarik darinya tapi kebodohan dan kepolosannya menarik perhatianku". batin Arya mencium kening Nia


"Kakakk". racau Nia memeluk erat Arya seperti sebuah bantal


Arya mengulum senyum mengelus kepala Nia.


perlahan Arya bangkit setelah memastikan Nia tertidur pulas lalu pergi ke Ruangan Kerjanya, Arya tidak bisa tidur.


Arya melihat rekaman CCTV yang diberikan oleh Ricis, ia menyeringai sambil menggeleng-geleng kepalanya.


"kenapa lawanku saat ini seorang pengecut?". gumam Arya


"ciih... tidak asik sama sekali, kau main petak umpet denganku? ck..ck.. ck.. baiklah aku akan membuatmu berani menunjukkan wajah padaku". seringai Arya

__ADS_1


Arya membiarkan lawannya merasa menang saat-saat ini, ia memiliki rencananya sendiri untuk membuat pria pengecut itu berani menunjukkan wajahnya pada Arya.


Arya ingin tau mengapa pria itu membencinya bahkan membunuh kedua orangtua Nia, apa kesalahan Nia hingga harus menjadi sasarannya, Arya sebenarnya membenci kedua orangtua Nia tapi ia harus berpikir positif bahwa semua orang punya kesalahannya masing-masing.


ke esokan harinya.


"Tuan? ". sapa Ricis


"ada apa? ". tanya Arya dengan tenang


"apa Tuan tidak akan bertindak pada Pria pengecut itu? ". tanya Ricis


"hmm.. aku sedang memain-mainkan mangsaku, biarkan saja dia merasa diatas awan saat ini". balas Arya


Ricis mengerutkan keningnya, ia yakin Arya punya rencana tapi tidak bisa di tebak olehnya.


"mobil Nona rusak karna saya berusaha melarikan diri dari kejaran mereka Tuan". lapor Ricis


"biarkan saja, bawa saja kebengkel, lagian mobilku bukan hanya itu saja". jawab Arya dengan entengnya.


"B.. biayanya potong gaji saya saja Tuan". cicit Ricis


"tidak perlu, tugasmu hanya membawa mobil itu ke bengkel langgananku". jawab Arya dengan santainya.


Ricis menghela nafas lega, ia benar-benar kagum dengan kedermawaan Putra-Putri Melviano, sebagai seorang penguasa mereka tidak pernah bertindak semena-mena tapi malah begitu baik hati,


"Dan...? " Arya


Ricis mendengarkan perkataan Arya.


"jangan sampai Nia tau kebenarannya". peringatan Arya dibalas anggukan mantap oleh Ricis.


"saya mengerti Tuan". jawab nya begitu meyakinkan.


Nia hendak masuk ke Ruangan Arya terhenti seketika, "jangan sampai aku tau? kebenaran apa yang mereka sembunyikan? ". batin Nia


Nia berbalik pergi lalu berjalan dengan pelan ke arah dapur, ia sedang berpikir-pikir rahasia apa yang sedang di tutupi suaminya.


Nia menyiapkan saparan paginya dengan hati-hati tapi pikirannya sedang berkelana entah kemana.


"Nia? ". panggil Ricis


Nia terlonjak kaget lalu berbalik melihat Ricis


"kenapa kau terlihat begitu terkejut? ada apa? ". tanya Ricis dengan heran


"tidak ada..! aku sedang berpikir siapa Pria kemarin itu, kenapa dia memburuku? ". jawab Nia sedang berbohong.

__ADS_1


"kan sudah tau dia musuh suamimu". balas Ricis semakin heran


Nia melihat kiri dan kanan lalu menarik lengan Ricis membawanya keluar Apartemen Arya dan masuk ke Apartemennya yang tak jauh dari Apartemen suaminya.


"kenapa? ". tanya Ricis dengan linglung


"katakan padaku yang sebenarnya, siapa pria itu? lalu kenapa kalian bilang tadi jangan sampai aku tau kebenarannya? kebenaran apa yang kak Arya maksudkan? ". cecar Nia dengan raut wajah serius.


Ricis terdiam beberapa saat.


"cepat katakan Ricis..! ". pinta Nia dengan serius


"apa kamu mau tau? ". tanya Ricis balik


"iya.. aku mau tau". jawab Nia


"Kamu akan dalam bahaya untuk kedepannya, kalau keluar pasti pria kemarin itu akan terus mengintaimu, jangan sampai kamu tau karna Tuan berpikir kamu akan takut dan tidak bisa keluar dari Apartemen hanya untuk sekedar mencari udara segar". kata Ricis begitu meyakinkan.


"benarkah? cuma itu?". tanya Nia memicing curiga


"iya.. kamu lihat sendiri kan bagaimana kejaran mereka kemarin? kamu mau mereka mendapatkanmu? Tuan Arya bisa marah besar, dan juga Tuan Arya tidak mau kamu jadi takut". jelas Ricis sedang berbohong.


"kenapa Pria itu selalu mengejarku? bukankah kamu bilang dia itu musuhnya kak Arya, apa hubungannya denganku?". tanya Nia dengan serius


"lalu kalau bukan kamu siapa yang dia kejar? aku? ". ledek Ricis menunjuk dirinya sendiri


"kamu lupa kalau kamu itu istrinya Tuan Muda Arya, bagi semua orang jahat itu kelemahan laki-laki berkuasa itu ada pada istrinya, dan kamu itu adalah kelemahan Tuan Muda Arya". Ricis


Nia terdiam, ia tidak bisa berkata-kata


"benarkah? mereka menganggapku kelemahannya Kak Arya? ". tanya Nia dengan sendu


"iya.. maka nya kamu jangan bersedih dan jangan jadi perempuan terlalu baik, lihatlah Nyonya Melviano, mereka baik hati tapi kalau sudah di lawan mereka bisa lebih mengerikan dari apapun". Ricis


Nia tersenyum kecut, "aku tidak bisa berkelahi tapi aku tidak suka menjadi kelemahan Kak Arya".


"kamu bisa membela diri Nia, kemampuan memanah dan menembakmu sudah menunjukkan dirimu begitu berbeda saat ini, kamu harus menjadi lebih kuat supaya tidak ada yang menyanggapmu lemah hingga benar-benar menjadi kelemahan terbesar Tuan Muda Arya". Ricis


Nia mengangguk, "aku akan menjadi lebih kuat supaya kak Arya tidak berada dalam bahaya karnaku".


"bagus sekali Nia..! ayo kembali..! ". ajak Ricis


Nia dan Ricis kembali ke Apartemen Arya, Ricis menghela nafas lega karna Nia percaya ceritanya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2