Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 77_ siapa yang duluan?


__ADS_3

.


.


"kenapa wajahmu masam sekali son? ". tanya Dylan heran melihat tingkah putranya


"tidak apa Pi.. Papi ngapain kesini? ". tanya Arya


"ngapain? apa pertanyaanmu itu tidak salah? ini akhir pekan, biasanya kami datang kan kesini? ". Dylan merasa heran dengan Arya tanpa tau apa yang Arya pikirkan.


Arya berdecak dalam hati, ia benar-benar lupa setiap akhir pekan Papi dan Maminya akan datang untuk sekedar melihat Nia dan Arya di Apartemennya.


"apa Papi sama Mami mengganggu mu? kenapa wajahmu galak sekali?". tanya Dylan dengan datar


"tidak ada Pi.. papi nggak usah sok tau". jawab Arya bangkit membawa kue-kue buatan tangan Shindy khusus untuk Nia ke dapur.


"kenapa putramu sayang? ". tanya Dylan ke Shindy yang baru saja duduk disampingnya.


"kita mengganggunya Pi". jawab Shindy cekikikan geli


"whatt? kita mengganggunya? jadi mereka..? ". tebak Dylan dibalas anggukan oleh Shindy


"jadi bagaimana? Nia sedang apa? ". tanya Dylan jadi merasa tidak enak karna mengganggu kesenangan putranya


sebagai seorang Pria tentu diganggu disaat-saat seperti itu adalah hal yang paling menyebalkan, pantas saja Arya berwajah masam seperti itu.


"katanya Nia sedang pakai baju". jawab Shindy lalu membekap mulutnya karna keceplosan.


"lebih baik kita pergi saja..! besok kita datang lagi". Dylan semakin merasa bersalah karna tidak datang diwaktu yang tepat.


"kamu merasa bersalah juga mas? ". tanya Shindy terkikik geli


"kamu tidak tau sih sayang bagaimana kesalnya jika saat berdua denganmu ada yang mengganggu, aku sangat tau perasaan seperti itu". Dylan


"jadii? ". tanya Shindy


"ayo pergi saja! ". ajak Dylan bangkit dari duduknya menggendong Shindy yang terpekik seketika.


Shindy hanya bisa pasrah di gendongan Dylan, dirinya memang mesum tapi suaminya itu semakin mesum saat umurnya bertambah walau begitu Shindy tetap suka.


mereka berdua mengira Nia dan Arya telah melakukan hubungan suami istri tanpa tau hari ini adalah yang pertama kali bagi pasangan yang sudah menikah hampir 2 bulan lebih itu, wajar saja Arya ngambek berbeda dengan Dylan yang sering gagal sejak sudah memiliki anak.


.


"Mami? ". panggil Nia mengedarkan pandangannya


"Papi? ". panggil Nia mencari-cari mertua nya yang sangat Nia sayangi seperti orangtua kandungnya sendiri.


"Mami? Papi? ". Nia mencari Shindy dan Dylan di kolam berenang, dan ditempat-tempat tertentu.


"dimana mereka? ". gumam Nia menggaruk-garuk kepalanya.


"Kak? ". Nia kembali ke ruang tamu

__ADS_1


"hmm? aku didapur". sahut Arya


Nia berlari kecil ke dapur, "Kak.. dimana Mami dan Papi? ". tanya Nia dengan bingung.


"apa? memangnya mereka tidak ada di Ruang tamu? tadi aku lihat mereka disana". tanya Arya balik


"tidak ada kak..! aku cari Ricis juga tidak ada, dia tidur dimana ya? ". Nia


"Ricis tiba-tiba tadi ada pelatihan khusus bersama Ayu di Bali". jawab Arya


"benarkah? kenapa aku tidak diberi tau? ". tanya Nia dengan kesal


"dia sudah chat dan telfon kamu cha.. tapi kamu tidak angkat". jawab Arya


"aah.. hehe..! aku tidak tau". Nia nyengir lalu matanya berbinar melihat kue buatan Shindy yang ia suka.


"Mami buat kue kak? ". Nia mengambil kue bermotif kelinci kesukaan Nia


Arya mengulum senyumnya, Nia memang begitu dimanja oleh Shindy, apapun yang Nia mau pasti Shindy akan memberikannya seperti kue buatan Shindy yang sangat Nia sukai.


itu sebabnya Nia tidak merasa sedih telah kehilangan kedua orangtuanya karna ada Shindy dan Dylan yang memperlakukannya sama seperti Alya dan Raya.


Nia terbelalak saat Arya tiba-tiba merangkul pinggangnya.


"masih mau lanjut? ". tanya Arya berbisik ditelinga Nia dengan nada sensual.


Nia membeku, "t. t.. tadi? ".


"siapa suruh kamu memancingku". bisik Arya mengendus leher Nia


"kalau begitu kamu tidak mau? kalau tidak mau ya sudah aku tidak akan lakukan". Arya hendak berbalik dan pergi dari Nia.


Nia memegang tangan Arya hal itu membuat Arya tersenyum, Arya merubah raut wajahnya dan kembali menghadap Nia.


"kenapa? ". tanya Arya pura-pura tidak tau


"t.. tidak jadi". jawab Nia tiba-tiba membuat Arya menjatuhkan rahangnya seketika.


Nia mengambil kue buatan Shindy dan pergi ke Ruang tamu,


"apa-apaan dia? dia bilang tidak jadi? ". gumam Arya mengatup rahangnya yang terbuka.


Arya berdecak frustasi, "dia sengaja menyiksaku ya?". gumam Arya


Nia tidak seperti Shindy yang secara terang-terangan menggoda suaminya (Dylan), Nia tipikal gadis yang penakut.


Nia menonton TV pun tidak fokus, "Nia.. sadar Nia.. sadar.. ku mohon jangan berpikiran aneh". Nia menggeleng-geleng kuat kepalanya.


"ini karna ucapanku sendiri, aku tidak mau dikatakan gadis polos dan sekarang aku benar-benar bukan gadis polos lagi? pikiranku sudah terkontaminasi oleh Ricis dan Alya". gerutu Nia dengan nada pelan supaya tidak didengar oleh Arya.


.


siang harinya

__ADS_1


"kak? mau kemana? ". tanya Nia berlari mengejar Arya


"mau apa memangnya?". tanya Arya balik


"i. iya.. aku takut sendiri terlebih lagi tidak ada Ricis". jawab Nia


Arya menghela nafas panjang, "aku mau ke Bar". bohong Arya


"hah? siang hari begini? k.. kakak ngapain kesana? ". tanya Nia dengan serius kini sudah berdiri dihadapan Arya


"aku mencari perempuan yang bisa melepaskan hasratku saat ini". jelas Arya melanjutkan drama kebohongannya.


"maksud kakak bagaimana? kakak mau cari perempuan lain? ". tanya Nia dengan nada tak percaya


"hmm.. ada seorang gadis polos yang memancingku lalu menolakku seharusnya aku cari perempuan lain, karna sekarang aku tidak bisa tenang walau sudah mandi air dingin". Arya


Nia melebarkan matanya


Arya menarik lengan Nia supaya tidak menghalangi jalannya.


"Kak? ". panggil Nia


Arya sudah memegang gagang pintu Apartemennya tapi Nia memeluknya dari belakang.


"J.. jangan lampiaskan pada perempuan lain kak". pinta Nia dengan nada sendu


"sudah aku bilang, aku ini Pria normal Cha!! bukan berarti aku tidak berani menyentuhmu, aku masih bisa menahan diri tapi kamu yang memancingku terlebih dahulu, sekarang kamu tidak mau bertanggung jawab". Arya


"a..Aku akan bertanggung jawab! ". seru Nia memeluk Arya lebih erat


Arya menyunggingkan senyum manisnya, "benarkah?"


Nia mengangguk-ngangguk dibelakang Arya, bagaimanapun Nia adalah istri Arya, entah sejak kapan Nia memancing Arya tapi Nia memang istri Arya yang tugasnya memberi perhatian serta kebutuhan **** suaminya.


Arya pria yang baik yang selalu memberi nafkah pada Nia, tapi belum nafkah lainnya.


"kamu tidak berbohongkan? ". tanya Arya memicing


Nia melepaskan pelukannya dan Arya berbalik menghadap Nia.


Nia memeluk Arya dengan erat, "t. tapi aku tidak berpengalaman". cicit Nia dengan wajahnya kian memerah.


Arya mengulum senyumnya, "aku juga belum berpengalaman! ". bisik Arya


"..ta.. tapi kapan aku memancing kakak? ". tanya Nia memberanikan diri


"apa perlu aku jawab? siapa yang memegang jakunku tadi? ". Arya


Nia menganga dipelukan Arya, Nia tidak tau kalau itu adalah area sensitif pria, Nia tau dari ajaran Alya, Raya, Alice.


sebenarnya Arya sudah cukup lama menahan diri, jadi sedikit sentuhan Nia sudah bisa memancing hasrat Arya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2