Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
syok


__ADS_3

.


.


"kenapa aku harus datang? tuan sombong itu telah mati... hahaha". gelak tawa seorang pria tua berumur 50 tahunan sedang menghisap rokoknya dan menghembusnya ke udara.


"tapi tidak ada salahnya datang ke tempat perjanjian tuan..? apa benar dia sudah mati? ". tanya asisten pria itu.


"biarkan saja..! aku tidak mau kehilangan investor terbesarku". acuh pria tua itu.


"di TV tidak ada menyiarkan berita kematiannya tuan". selah asisten itu masih tidak percaya Raka sudah meninggal dunia.


"dia di culik mungkin dibuang jasadnya ke samudera atlantik". jawab pria tua itu asal.


"Pak Tua? ". Suara Raka membuat pria tua juga asistennya terlonjak kaget.


"kenapa kau tidak datang? aku datang karna kerja sama kita tapi kau malah memanfaatkan itu ya? kau tidak tau sedang mencari masalah dengan siapa? ". Raka mendekat dengan raut wajah menakutkannya padahal wajah Raka sangatlah tampan.


"T.. tuan? R.. Raka? an.. anda masih hidup? ". ucap Pria tua tergagap tak percaya.


"kenapa? kau berharap aku mati ditangan pria berpakaian serba hitam itu? apa kau Pak Tua yang membayar mereka? ". cecar Raka menyeringai tipis


"bb. bukan..! " jawab Pria tua itu gemetar ketakutan.


"kau fikir aku percaya hah? ". Raka mengambil vas bunga lalu melemparnya di kepala atas pria tua itu yang merosot seketika.


Asisten pria tua itu juga meringkuk ketakutan, ia tidak pernah melihat sisi menyeramkan Raka yang seperti sekarang, berbeda dengan Pria tua di dekatnya malah gemetar ketakutan seolah Raka saat ini adalah monster yang mengerikan.


"siapa yang mereka maksud anak macan? apa kau mengurung ibu kandungku ha? ". Bentak Raka menarik kerah baju Pria tua dan mengangkatnya tinggi.


"aah.. le.. lepas..! s.. sakit". rintih pria tua berusaha melepaskan tangan Raka.


Raka mengelak saat asisten pria tua itu melempar pot bunga padanya malah mengenai bos nya sendiri hingga tak sadarkan diri.


"Tuan? ". Pekik Asisten pria tua itu dengan raut wajah syok karna salah sasaran.


Raka melempar pria tua itu hingga mengenai meja dan laptop serta berkas-berkasnya berserakan.


"kau juga mau mati ditanganku? berani sekali kalian mempermainkan waktuku". Raka menarik kasar lengan asisten pria tua tadi dan melemparnya ke dinding.


ruangan itu sudah kacau balau, Raka menjadi emosian jika dirinya di permainkan apalagi membahas sosok ibu kandungnya padahal Raka tidak pernah melihat foto ibunya sama sekali, ia bahkan tidak tau dimana ibu kandungnya berada.

__ADS_1


brakh..


Raka menginjak dada pria tua bangka yang terbangun seketika dari pingsannya.


"aku adalah Master Mafia terkejam di Kota ini.. kau Tidak tau siapa Master R? akulah orangnya.. berani sekali kau mempermainkan waktuku tua bangka! aku sampai meninggalkan istriku di rumah karnamu tapi mau malah menipuku.. apa masalahmu padaku ha?? ". geram Raka menginjak kuat dada musuh di depan matanya kini.


mereka terkejut sekaligus syok di tengah rasa sakit yang melanda, mereka tidak percaya bahwa Raka adalah seorang master Mafia misterius yang selama ini selalu misterius wajahnya.


ada yang mengira Master R adalah pria tua, apalagi skandal Master R yang di sebut pria berumur tidak ada komplain dari Raka, bagaimana bisa pria setampan Raka tidak marah saat ada berita melenceng mengenai penampilannya.


"a.. ampun tuan.. s.. saya tidak tau anda adalah master R.. s.. saya hanya menjalankan tugas". jawab pria tua itu tergugu-gagap dengan nafas tak beraturan.


pria tua itu di sebut dengan Pak Tua Poy, ada yang memanggilnya Pak Poy untuk rekan Pak Poy yang berumur 30 tahunan sementara Raka masih muda jadi menyebutnya pak Tua Poy.


"tuan.. a... ampuni saya tuan". ucap Asisten Pak Tua Poy.


"kenapa aku harus mengampuni kalian? kalian yang mencari masalah denganku kan? ". kata Raka dengan dinginnya


"s.. saya hanya menerima perintah dari investor terbesar dari Dubai tuan master". jawab pak Poy dengan gemetar.


"Dubai? kenapa mereka mengatakanku anak macan? mereka pasti salah orang kan? antarkan aku bertemu dengannya". cecar Raka mengguncang bahu Pak Poy yang meringis kesakitan.


Raka mendorong kasar tubuh Pak Poy yang menjijikkan,


"dasar pengecut..! di gertak saja ngompol bagaimana jika aku membunuhmu". Raka berkata dengan tenang sambil berdiri tegak meninggalkan Pak Poy dengan Asistennya yang masih terlihat ketakutan melihat Raka.


Raka menjauh dari mereka berdua yang masih gemetar ketakutan.


"kau percaya dia master R? ". tanya pak Poy ke asistennya


"saya baru pertama kalinya melihat sisi menyeramkan tuan Raka itu tuan.. saya tidak pernah melihat seseorang punya wajah iblis nan tampan sedang mengamuk tuan.. dan Tuan Raka seperti iblis tadi".


Pak Poy menggeram frustasi, hidupnya terjepit oleh kedua orang menakutkan, antara master R dan Pria misterius dari negara Dubai.


.


Raka pulang naik taksi sampai ke kota pusat, ia tidak peduli berapa bayarannya asalkan ia tidak naik kereta api yang akan membawa nya bertemu dengan orang-orang asing berpakaian hitam yang menyebutnya Anak macan.


Raka tidak takut tapi ia tidak mau terluka karna sudah terikat janji dengan Raya, Raka tidak mau tidur di luar lagi di usir oleh istri tercintanya, menurut Raka itu sudah hukuman terberat baginya.


.

__ADS_1


.


sekitar jam 3 pagi Raka tiba di mansionnya,


"apa bapak kembali lagi?". tanya Raka


"benar tuan". jawab supir taksi dengan senang.


ia seperti dapat rezeki nomplok dapat uang sampai jutaan membawa penumpang keluar kota, bahkan Raka membayar minyaknya sepanjang perjalanan.


"ini bayaran mu pak..! rahasiakan tentangku mengerti?". peringatan Raka


supir taksi melongoh bodoh melihat uang yang diberikan Raka, enak sekali orang kaya membagikan uang pada nya.


"terimakasih tuan". ucap supir dengan nada bergetar


Raka mengangguk, "kalau mau tidur ya tidur saja di mobil ini pak...setidaknya istirahat selama 1 jam untuk menempuh perjalanan jauh bapak nanti".


"baik tuan.. terimakasih banyak".


Raka masuk ke mansionnya, ia datang 2 hari jelang resepsi pernikahannya.


"sepertinya acara pernikahanku dengan Raya nanti harus di jaga ketat oleh orang-orangku juga mafia the Xylver, aku tidak mau pernikahanku dalam masalah". batin Raka kini jauh lebih waspada terhadap musuh barunya yang berasal dari negara Dubai.


"tunggu.. dubai? apa mereka tau balatentaranya saat itu mati ditanganku? ". gumam Raka terdiam seketika.


Raka menggeleng kepalanya, ia melanjutkan langkah kakinya menuju lift dan masuk ke kamar istrinya.


"sayang? ". panggil Raka kaget melihat Raya tengah tertidur di sofa tertutup majalah.


Raka mengedarkan pandangannya melihat kamarnya berantakan membuatnya tersenyum.


"sepertinya kamu bersenang-senang sayang? ". Raka mengambil majalah yang menutupi wajah cantik Raya.


2 jam sebelum Raka tiba, ia sudah mengabari Dita bahwa ia akan datang, mungkin Dita telat baca pesan itu hingga Dita dan yang lainnya ketar-ketir pindah tanpa bisa beres-beres lagi.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2