Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 108_ menyalahkan


__ADS_3

.


.


Nia menatap langit-langit kamarnya, ia melirik ke samping dimana Arya tengah tertidur dengan posisi telungkup di lehernya.


Glek...!


Nia menelan salivanya bersusah payah mengingat masakan khas Sate Madura, "apa Kak Arya akan membelikannya untukku? ". batin Nia melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 12 malam.


Nia berusaha menahan diri namun ia teringat bahwa dirinya sedang hamil, biasanya Nia selalu bisa menahan diri jika menginginkan sesuatu tapi untuk saat ini Nia tidak mau menahan diri dan tidak bisa juga.


"kak? ". panggil Nia mengguncang bahu Arya


Arya menyahut dengan mata terpejam, "hmm? ".


"aku pengen makan sate madura". pinta Nia


Arya perlahan membuka matanya, matanya sungguh memerah karna baru saja tertidur kini harus terbangun lagi.


"aku izin keluar ya? aku janji akan kembali kak". pinta Nia berbinar harap.


"siapa yang mengizinimu keluar sayang? ". tanya Arya duduk bersila dan mengucek matanya.


"lalu? aku beli nya bagaimana? kakak mengantuk, tidak boleh berkendara". tanya Nia balik


Arya memeluk Nia dengan posesif dan mesra,"aku akan melakukan apapun untukmu sayang, aku tau kalau wanita hamil itu banyak maunya, jadi sebagai Suami harus siaga".


Nia tersenyum bahagia, ia merasa suaminya benar-benar mencintai anaknya, membayangkan Nia menjadi seorang ibu membuatnya tidak sabar menunggu kelahiran putra mahkota hatinya itu.


"iya kak..! terimakasih". ucap Nia dengan tulus


"tunggu aku ya? aku cuci muka terlebih dahulu ! ". pinta Arya


Nia mengangguk-ngangguk senang,


dengan sabar Nia menunggu Arya, setelah selesai bersiap Arya membawa Nia keluar Apartemen dan mencari sate yang Nia inginkan.


Nia bahkan tidak ingin di bungkus malah makan di tempat, dan Arya hanya bisa menyaksikan Nia yang makan begitu lahap.


"mau lagi? ". rengek Nia


"lagi pak! ". pinta Arya


Arya mengusap kepala Nia yang menyeringai lebar saat pesanannya sudah datang lagi, melihat Nia makan membuat Arya senang.


"istri Tuan mengapa Ya Tuan? apa sedang mengandung? ". tanya penjual Sate dengan sopan


"iya pak..! dia masih masa ngidam". jawab Arya melihat si penjual sate sekilas.


Siapapun akan gemas dengan tingkah Arya, ditengah malam seperti ini masih mau menemani istrinya keluar karna ngidamnya sang istri, benar-benar suami idaman para wanita.


"udah kenyang? ". tanya Arya dengan lembut merapikan anak rambut Nia


Nia nyengir sambil mengangguk malu,


"bisa kita pulang? ". tanya Arya dan Nia mengangguk sambil mengambil tisu mengelap bibirnya.


setelah melakukan pembayaran, mereka kembali masuk mobil,

__ADS_1


di tengah jalan


"kak.. berhentiii! ". pekik Nia


Arya dengan cepat menepikan mobilnya, ia tidak sempat menekan lampu sennya, beruntung tidak ada kendaraan lain dibelakang mereka


"kenapa lagi sayang? ". tanya Arya panik juga khawatir.


"jagung bakar! ". rengek Nia bak anak kecil hingga Arya menjatuhkan rahangnya seketika


"kenapa tiba-tiba bilangnya sayang? aku khawatir tadi loh". tanya Arya tak percaya Nia bisa mengerjainya seperti tadi.


"habis kakak kencang banget". jawab Nia


"tidak sayang..! aku tidak kencang". ralat Arya


"pokoknya aku mau jagung bakar titik". tegas Nia


Arya melepas seatbeltnya dan keluar dari mobilnya setelah menceramahi Nia beberapa ayat supaya tidak keluar mobil.


Nia memperhatikan Arya yang terlihat begitu tampan dari belakang memesan jagung bakar untuknya, ia memegang kedua pipinya.


"aku tidak menyangka akan menjadi permaisuri di hatinya". senyum manis Nia merasa malu.


Nia memegang perutnya dan mengelusnya lembut.


"sayang... Mama harap kamu cepat besar ya sayang? Mama menunggumu nak.. kamu adalah buah hati Mama dan Papa, jadilah anak baik-baik ya sayang! Mama janji tidak akan pernah pilih kasih". Nia tersenyum lembut mengajak anaknya berbicara.


Nia teringat kedua orangtuanya yang pilih kasih antara Nia dengan Tia, tapi seiring berjalannya waktu Kedua orangtuanya juga menyayanginya walau terlambat, tapi perasaan Nia saat itu begitu hancur ia berjanji tidak akan membiarkan anaknya merasakan hal yang sama sepertinya.


.


Nia mengangguk sambil tersenyum lebar.


"jangan coba-coba untuk kabur! ". peringatan Arya


"tidak kak..! aku udah dapat apa yang ingin aku makan". jawab Nia


"hmm..! ". Arya mendekat ke Nia dan mencium kening Nia dengan penuh cinta.


"setelah makan jagung kembali ke kamar ya? ". pinta Arya


"siap Bos". hormat Nia


Arya mengelus kepala Nia lalu berjalan ke arah kamar sambil menguap lebar.


Nia duduk di sofa lalu mengeluarkan semua jagung bakarnya, ia memesan 3 jagung bakar.


.


ke esokan paginya.


Jiji mendatangi Nia di Apartemen Arya dan Nia.


"cepat panggilkan Nia..! ". teriak Jiji


"siapa kau? kenapa bisa ada orang gila disini? ". kata satpam


"laporkan saja kepolisi! ".

__ADS_1


"dasar gila...! sana pergi..! ". usir para satpam ke Jiji


Jiji berteriak memaki Nia,


"Niaaa...! kau dendam apa padaku ? apa kesalahanku padamu hingga kau menghancurkan hidupku seperti sekarang hah? ". jerit Jiji


"aku hamil, keluargaku malu, sahabatku membenciku bahkan berpaling dariku? suamiku tidak mencintaiku dia mencintai Sery.. Niaa... keluar kau...! ". jerit Jiji


tak lama kemudian Polisi datang dan menggeret Jiji pergi dari lingkungan Apartemen Melviano, membuangnya di jalan sepi.


Jiji seperti orang sakit jiwa saat ini, hidupnya hancur ia begitu membenci Nia yang sudah menghancurkan kebahagiaannya.


.


Jiji tersenyum jahat seketika saat ia teringat Tia, ia mencari tau keberadaan Tia dan datang ke Rumah Sakit Jiwa tempat Tia di tinggal.


Jiji punya akses masuk atas dasar sahabat Tia yang selama ini bersama Tia, bahkan demi membuktikan Alibinya Jiji menunjukkan foto-foto kebersamaannya dengan Tia hingga para suster percaya.


"dimana sus? ". tanya Jiji


"di Ruangan itu Nona". jawab suster


Jiji membekap mulutnya seketika melihat tempat dikurungnya Tia, "apa dia tidak punya pikiran? kakaknya sendiri di sekap seperti hewan buas?".


Jiji mendatangi Tia dan tak lupa ia menutup pintu supaya Tia tidak lari, walau bagaimana pun Tia menghadapi wanita gila dan bisa saja Tia dibuat kewalahan nanti karna Tia yang kabur dari tempat itu.


"Tia? ". sapa Jiji


Jiji melihat banyaknya mainan anak-anak di sekitarnya, Jiji mengira itu adalah belas kasihan orang dermawan.


"Tia..? ini aku Jiji". Jiji berjongkok didepan Tia yang sedang memainkan boneka-boneka nya yang sudah kotor karna sering di lempar-lempar oleh Tia jika sedang mengamuk.


Tia seolah bisu tidak mendengar Jiji.


"Tia.. apa yang terjadi denganmu? apa kau tidak ingin cepat sembuh? kita bisa bersama-sama lagi membalas Nia ". tanya Jiji


Tia melihat ke arah Jiji seketika.


"N.. Nia..? ". guman Tia dengan nada lemah


"iya.. Dia adikmu yang sangat jahat itu". jelas Jiji dengan semangat karna Tia mulai mendengarkannya.


brakhh..


"Aku membencimuu..! aku akan membunuhmu! ". teriak Tia tiba-tiba


Jiji terlonjak kaget, Tia bangkit dan mengamuk seketika menjambak dan menampar Jiji sekuat tenaga seolah Jiji itu adalah Nia.


"toloonng...! susterrr!! ". jerit Jiji


para suster pun berdatangan dan dengan cepat melakukan penolongan pertama hingga Tia mulai pingsan karna ia di suntik untuk penenangnya.


"silahkan keluar Nona!".


Jiji jalan tertatih-tatih di papah oleh suster, ia masih syok dengan situasinya tadi.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2