Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
benar-benar muncul


__ADS_3

.


.


berhari-hari Almira hidup dengan bebas di Indonesia, ia sengaja memperlihatkan dirinya ke siapapun supaya dunia tau kalau seorang macan Asia masih hidup.


ada reporter Indonesia mulai membuat artikel tentang Almira pasti sudah sampai ke telinga Si Lord Dubai.


"kita sudah muncul ke publik sekarang tinggal menunggu waktu Edward datang kesini!!". seru Mira dengan tenang.


"apa kamu akan baik-baik saja sayang? ". tanya Zain serius.


Raka dan Raya saling pandang saja.


"tentu saja Zain, aku tidak pernah kalah darinya, kamu tau sendiri kan mengapa aku koma? bukan karna aku kalah tapi karna aku lelah". jawab Mira dengan santai.


Raka menghela nafas, "apa Mama menyesal telah melahirkanku? ".


"tidak". jawab Mira cepat dengan nada membentak.


Zain mengerut tak suka, "kami menunggumu setelah 1 tahun lamanya, sebelumnya ada abang atau kakak diatasmu nak..! tapi belum sampai beberapa bulan sudah tidak ada karna keguguran menurutmu kami menyesal telah mempertahankanmu? ".


"mama sama sekali tidak pernah berfikir seperti itu sayang..! mama memang banyak salah dan banyak musuh selalu bertarung dengan orang-orang suruhan Edward, dia tidak mau mama mengandung itu sebabnya mama selalu gagal mempertahankan janin mama". Mira


"mama bahkan bangga padamu, mama sempat pendarahan beberapa kali tapi kamu tetap hidup di perut mama..! jika kamu bisa bertahan di perut mama lalu apa yang mama bisa lakukan coba? mama juga ingin bertahan supaya kamu selamat nak! ". sambung Mira lagi.


"Papa tau kami sudah salah membiarkan Smith membawamu pergi..! tapi saat itu hanya itu satu-satunya cara supaya kamu selamat dan mamamu bisa dipertahankan! biarlah Papa menderita tidak melihat masa pertumbuhanmu dan melihat mamamu dalam keadaan tak berdaya, ada waktunya Papa merasa tidak berguna disaat-saat itu nak". Zain


"sudah-sudah kenapa suasananya jadi melow, yang harusnya disalahkan itu adalah Tuan Edward, memang wanita di muka bumi ini hanya 1? diatas langit masih ada langit kenapa dia merasa mama adalah yang terpuncak? dasar menyebalkan, buktinya Raya jauh lebih cantik dari mama". Raya menggerutu


semua yang mendengarnya terkekeh menghapus air mata masing-masing.


Raka langsung menarik pinggang Raya dan memeluknya dengan mesra, "kamu adalah alasanku hidup selama ini sayang.. terimakasih telah berada disisiku sampai aku bersatu dengan orangtuaku".


Raya mengangguk sambil tersenyum


"mulai...! ". decak Mira dan Zain serentak.


Raya ingin melepaskan pelukannya tapi di tahan oleh Raka yang tak ingin melepaskannya.


"lebih baik kita keluar sayang! ". ajak Zain


Zain dan Mira meninggalkan kedua pasangan suami istri itu sambil tertawa, kelakuan Raka dan Raya mengingatkan mereka saat masih pertama kali dimabuk cinta.


.

__ADS_1


ke esokan harinya.


Raya bersama Alman, ia menunggu Alman yang sedang pemotretan model cilik jelang fashion show cilik nya tampil.


Alman kini sudah dikenal banyak orang, ia benar-benar menjadi model cilik pertama yang menggemparkan berita, Alman sudah bahagia walau hanya memiliki ibu angkat yaitu Fika, Fika begitu mengasihi Alman yang seumuran dengan putranya yang meninggal beberapa tahun yang lalu.


Fika tidak merasa kehilangan, sementara Alman mendapatkan kasih sayang seorang Ibu, mereka bertiga hidup bersama, nenek Riel dan Fika begitu kompak berdagang nasi Ampera.


"Mama jangan berdagang dong. ! kan Alman udah punya banyak uang dan udah dikasihkan ke mama". gerutu Alman membuat Raya tertawa di ikuti Dita yang selalu setia menemani Raya.


"sayang..! uang itu untuk biaya kuliahmu nanti di luar negri..! mama ingin Alman sekolah di luar negri biar mama bisa bangga dan pamer sama langganan ampera mama". heboh Fika


Alman menyeringai lebar, nenek Riel tersenyum tulus ia juga senang memiliki Fika yang sangat tulus mencintai cucunya.


Raka berbicara dengan Rekan bisnisnya yang kebetulan hadir di acara Fashionshow cilik itu.


Mira dan Zain datang bersama Dylan dan Shindy, mereka begitu akrab layaknya saudara kandung saja. apapun masa lalu mereka tidak ada yang peduli.


tiba-tiba semua reporter heboh berlarian keluar dari acara, Mira dan Zain saling pandang sedangkan Dylan menarik lengan salah satu reporter pria yang melewatinya.


"amm..ampun tuan". ucap reporter pria itu ketakutan.


"ada apa? kenapa kalian berlarian? ". tanya Dylan dibalas anggukan oleh Shindy


"Tuan Lord Dubai datang kemari Tuan". jawab reporter itu lalu Dylan melihat ke Zain dan Mira.


"ya sudah". Dylan melepaskan cekalan tangannya.


Reporter pria menunduk hormat lalu berlari mengikuti teman-temannya yang sudah jauh darinya.


"dia benar-benar datang". gumam Shindy


"hmm.. karna Mira lah yang membuatnya datang". Dylan melirik Mira yang tampak tenang saja


"bagaimana sayang? ". tanya Zain.


"aku sudah menduga dia akan datang Zain, aku sudah lama mempersiapkan diri". Mira


Raka dan Raya mendekat diikuti Dita ke orangtua mereka.


"Ma.. Pa.. Mi.. Pi". panggil Raya dan Raka serentak.


"hmm..! jaga istrimu nak..! Papa akan menjaga mamamu dengan baik". Zain berkata begitu serius.


"apa mama baik-baik saja? ". tanya Raya

__ADS_1


"mama baik-baik saja menantu, mama sama sekali tidak takut dengannya". Mira mengelus kepala Raya.


Raya tersenyum, "iya.. mama harus jaga diri dengan baik jangan sampai terlihat lemah didepannya".


Mereka berkumpul bersama hingga sang Lordnya Dubai itu benar-benar muncul di ikuti bidikan Wartawan ke wajahnya.


Edward melihat sekeliling, ia mendekat ke orang kepercayaannya saat memberi kode ingin berbisik.


Edward melihat arah tunjuk orang setianya itu hingga manik matanya bertemu dengan mata coklat Mira, Mira yang tidak berubah selalu cantik dan makin cantik dimatanya, rasa cintanya kembali bersemi namun rahangnya mengeras seketika saat wajah wanita yang ia cintai di tutupi Zain.


Edward melirik para bodyguardnya dan langsung bergerak cepat memberi jalan untuk sang Lord mengusir para wartawan tanpa berpikir sopan lagi.


Edward melangkahkan kakinya menuju Almira yang di tutupi oleh Zain.


"Mira..? kau masih hidup? ". tanya Edward dalam bahasa Inggris


Almira bisa bahasa negara Dubai tapi Edward suka berbahasa inggris dengan Mira sebab pertemuan mereka pertama kali di Meksiko.


(Pembicaraan Edward translete dari bahasa Inggris ya? lanjut...!!)


"Yes! ". jawab Mira dengan dingin


Edward menatap tajam Zain yang masih menutupi Mira, "minggir...!! ". usirnya


"dia istriku". tegas Zain.


Dylan dan Shindy memperhatikan saja gelagat Edward yang terlihat masih mencintai Mira, entah Cinta atau Obsesi tidak ada yang tau perasaan Edward yang sebenarnya.


Raka melindungi Raya di belakangnya, sedangkan Raya bersikeras mengintip di lengan Raka hingga Dita mendekat ke Raka untuk melindungi Raya yang bisa saja terlihat oleh Edward.


"Istri? aku sudah bilang kan? Macan Asia ini milikku". tegas Edward.


Edward tidak peduli posisinya saat ini, walaupun ia sang Lord tidak ada yang bisa membantahnya sedikitpun, ia juga tidak pernah peduli dengan reputasinya sebagai penguasa kejam.


Edward hendak memukul Zain tapi dilindungi oleh Dylan dan Raka.


"ini tempat terbuka yang Mulia". sindir Dylan dan Raka dengan tegas.


"kalian tidak bisa ikut campur..! minggir..! aku tidak akan biarkan dia bebas lagi". Edward berkata dengan nada marah.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2