Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 43_ menjadi


__ADS_3

.


.


Nia di perlakukan dengan baik di Mansion Melviano, terkadang Nia pergi bersama Rhiana, Wulan ke Hotel MattGroup untuk mendesain Aula Pernikahan Al dan Alya, besok adalah hari pernikahan mereka berdua.


Nia menguap lebar berjalan ke arah Ranjangnya namun mendengar suara ketukan pun segera ia berjalan ke arah pintu Kamarnya.


Nia membuka nya dan terkejut melihat Cerry ada didepannya.


"hei.. sayang? ada apa? ". tanya Nia segera duduk dengan bertumpu lututnya supaya tingginya tidak terlalu jauh dengan Cerry.


"Uty..? Celly tidak bica tidur talau tidak ada askia". adu Cerry menautkan jemari kecilnya


Nia tersenyum manis lalu berkata, "mau tidur sama Uty sayang? ".


Cerry berbinar seketika, "mau". jawabnya cepat.


Nia membuka pintu kamarnya lebar-lebar, Cerry pun masuk kekamar Nia sambil tersenyum bahagia.


"uluh.. Pintar sekali kamu sayang.. apa Mommy dan Daddymu tau putri kecilnya tidur bersama Uty? ". tanya Nia dengan gemas menggandeng tangan mungil Cerry


"udah.. tapi Celly Cuma bilang cama Grandma 2". jawab Cerry sambil mendongak menatap Nia


Nia tertawa senang, ia memang makin dekat dengan Cerry juga Zaskia, namun tadi sore Zaskia pergi bersama Papanya ke luar kota untuk menyelesaikan masalah kecil jadi Zaskia akan kembali bersama Satria besok pagi sebelum acara Pernikahan adiknya.


Cerry memeluk Nia dengan manja seperti seorang ibu, Nia mengelus kepala Cerry sambil tersenyum manis ia mencium gemas kening Cerry.


terkadang Anak kecil tau mana orang yang tulus menyayanginya atau sebaliknya, karna indra perasa anak-anak sangat kuat hingga bisa menilai orang lain seperti itu.


.


.


Ke esokan paginya,


Cerry bangun dari tidurnya, ia benar-benar tidur sangat nyenyak bersama Nia.


"udah bangun? ". tanya Nia mengelus kepala Cerry menyibakkan rambut Cerry yang terlihat begitu menggemaskan


Cerry menyeringai lebar dengan imutnya ia memeluk Nia, Cerry tidak mau tidur bersama Mommy nya karna tau Raya tidur dengan Raka, Cerry tidak mau membuat suasana tempat tidur Mommy dan Daddynya menjadi canggung karna kehadirannya itu sebabnya ia malah mencari Nia saat tidak bisa tidur.


.


.


Arya berjalan tenang ke arah Kamar Nia namun saat pintu Kamar Nia terbuka dengan cepat Arya bersembunyi di balik tembok kamar Nia.


Arya perlahan mengintip hingga ia terkejut Nia keluar bersama Cerry,


"apa dia tidur bersama Cerry? ". batin Arya menebak.

__ADS_1


Arya mengulum senyum melihat Cerry yang terlihat begitu ceria bersama Nia, Nia menggendong Cerry lalu menciumi wajah cantik nan mungil Cerry, Nia benar-benar tidak menyadari Arya tengah melihatnya.


"dia benar-benar penyayang". gumam Arya dengan bibirnya yang tersenyum kian melebar saja.


Nia keluar dari Lift sambil menggendong Cerry, Raya berlari kecil ke arah Nia begitu juga Raka.


"sayang..? kenapa menyulitkan Uty Cantik hmm? ". tanya Raya mengelus kepala Cerry


Cerry menyeringai lebar


"tidak Kak..! Cerry tadi malam izin kok sama Nia, wajahnya sangat lucu mana tega Nia membiarkannya, Nia senang tidur sama Cerry Kak". bela Nia tersenyum manis mencium pipi Cerry.


"terimakasih Nia..! ". ucap Raya


"sama Daddy nak!". Raka mengulurkan tangan nya ke Cerry yang ada di gendongan Nia.


Cerry pun berpindah tempat, Raka mencium wajah putri kecilnya yang tertawa lebar di gendong tinggi-tinggi.


"apa Cerry menyusahkanmu tadi malam sayang? ". tanya Shindy


"tidak Mi.. tidak sama sekali". jawab Nia dengan jujur.


"putri kecil Daddy sudah mandi ya? kenapa bisa seharum ini hmm? ". goda Raka dengan gemasnya.


"celly pinjam cabun Uty cantik, cabunnya cangat wangi daddy". oceh Cerry


Raya tersenyum manis melihat Cerry bersama suaminya.


Nia tersenyum lebar melihat tangan Kaira dan Pasha saling bertautan seperti sepasang kekasih, di Mansion Melviano Nia begitu mengagumi kisah Cinta Pasha dan Kaira, ia ingin sekali bersama suaminya kelak seperti mereka.


setelah sarapan bersama-sama, Mobil Melviano keluar ber iringan dari Pekarangan Mansion Melviano, Keluarga besar Melviano pergi ke Hotel untuk persiapan acara pernikahan Al dan Alya.


.


Nia bersama Arya membawa sang Kelincinya itu menuju kamar penginapannya di Hotel MattGroup yang kualitas nya diatas semua Hotel yang ada di negara Indonesia.


"ini kamar kita". kata Arya membuat Nia menoleh cepat ke arah Arya


"ha? ".


"kenapa Ha? apa kau berpikir kotor lagi kelinciku? ". tanya Arya menyeringai.


"b.. bukan Tuan.. bukan begitu". Nia menggeleng-geleng panik kepalanya.


Arya mendekat dan terus mendekat, Nia yang gugup terus mundur dan mundur hingga punggungnya tiba di dinding.


Arya mengunci tubuh Nia dengan tangannya, Nia menatap Tuannya entah sejak kapan Nia berani menatap Arya, satu kata hati Nia ia menyukai Arya dengan sangat tulus tanpa embel-embel Kaya, Nia tidak menyukai Arya karna uangnya tapi benar-benar tulus dari hatinya layaknya Cinta Peliharaan pada Tuannya.


"sudah berani menatapku ya? ". goda Arya


Nia melebarkan matanya lalu segera menunduk,

__ADS_1


"kenapa menunduk? tatap aku!! ". titah Arya


Nia pun menatap Arya


"tenang saja, aku tidak akan memakanmu! jika kau mau membuat tanda di dadaku seperti malam di Singapura saat itu, silahkan saja". kata Arya dengan senyumannya.


Nia makin melototkan matanya hingga Arya tertawa lebar, ia mengelus kepala Nia dan melangkahkan kakinya ke Kamar Mandi.


Tubuh Nia merosot ke bawah, tangannya memegang dadanya yang sangat berdebar.


"lama-lama jantungku bisa keluar dari sarangnya". batin Nia dengan wajahnya yang semakin merah saja.


Arya bersandar di balik pintu Kamar mandinya, ia menarik nafas dalam-dalam lalu melihat ke arah Dadanya yang berdebar saat bertatapan cukup lama dengan Nia.


"apa aku jatuh cinta pada Kelinciku sendiri? kenapa bisa berdebar? mungkin karna aku tidak pernah dekat dengan perempuan, aku tidak mungkin jatuh cinta pada peliharaanku sendiri". Arya berusaha memungkiri Perasaannya sendiri.


Arya seolah menegaskan Nia itu hanya Peliharaannya padahal Arya tau Nia itu Manusia bukan dari bangsa hewan.


.


Nia pergi ke Kamar Alya,


"Oh.. ini Kak.. ini yang perlu di dandani lagi!". Rhiana menarik lengan Nia dan membawanya menghadap MUA.


"Eh..? Kakak kenapa? ". tanya Nia balik


"perlu di dandani sedikit Kakak ipar". jawab Wulan.


Kamar ganti Alya kini penuh dengan Anak Gadis Melviano, mereka semua sudah berdandan kecuali Nia karna baru saja datang.


.


Nia melebarkan matanya melihat penampilannya yang telah di make-up pin.


"waah.. Kakak ipar cantik sekali...! " pekik semua anak gadis Melviano.


"ayo ganti bajumu dek..! ". Nola


rambut Nia di sanggul unik.


"apa perlu aku memakai kerudung seperti kalian? ". cicit Nia merasa tidak nyaman melihat anak Gadis Melviano memakai Pashmina sementara dirinya Tidak.


"nggak apa Kakak Ipar..! nanti kalau udah menikah dengan bang Arya kakak ipar bakal pakai Pashima juga kok, jadi tidak usah buru-buru ya? ". goda Kalila


semua yang ada di Kamar Alya tertawa terbahak-bahak melihat wajah merah Nia yang tanpa di beritau lagi mereka mau Nia menjadi Kakak ipar baru di Keluarga Melviano, padahal Nia hanya gadis biasa.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2