Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 102_ tau kebenaran


__ADS_3

.


.


"ini sarapannya kak". Nia meletakkan nampan berisi sarapan sehat untuk sang suami.


"hmm.. terimakasih ya?". ucap Arya dengan senyuman


Nia mengangguk dan hendak pergi


"mau kemana sayang? ". tanya Arya


"mau keluar". jawab Nia


"disini saja..! temani aku hmm? nonton drama mu disini bersamaku". pinta Arya


"aku lagi ada tamu kak". jawab Nia


"tamu? siapa? ". tanya Arya seketika menoleh


"perempuan, aku selalu ingat janji ku pada kakak untuk menjauhi bangsa manusia berjenis kelamin laki-laki". jelas Nia yang tau Arya sedang mengintimidasinya.


"perempuan? kamu tidak punya teman selain keluarga kita kan? siapa teman yang kamu maksud sayang? ". tanya Arya hendak melihat keluar


"kakak keluar memakai Piyama begini?". Nia menghadang jalan sang suami.


Arya melihat penampilannya, "memang kenapa? aku berpakaian kan? ".


"kakak nggak boleh menemui mereka, mereka itu berandai ingin menjadi istri kedua dan ketiga kakak". gerutu Nia


"benarkah? ". tanya Arya


"iya kak". jawab Nia


"lalu kenapa dibiarkan masuk? ". tanya Arya


"aku tidak mau keluar Apartemen tapi mereka sudah menunggu di depan gerbang, tidak mungkin aku mengusir mereka begitu saja kak". Nia


"terserahmu saja sayang..! jika dia macam-macam sentrum mereka sampai mati". peringatan Arya


Nia mengangguk lalu mengeluarkan lipstik sebagai senjata andalannya selain pistol.


.


"maaf ya? apa kalian terlalu lama menunggu? ". tanya Nia merasa tidak enak


"tidak apa Nia..! kami cuma mau minta maaf, kalau begitu kami pergi dulu ya? ". Nisa


"eeh.. benarkah? lalu kenapa kuenya tidak dimakan?" tanya Nia melihat kue buatan tangannya tidak lecet sama sekali.


"tidak apa Nia.. kami datang tidak diundang jadi tidak berani makan". Sery

__ADS_1


"makanlah..! aku sedang buka toko kue jadi aku belajar memasaknya tapi tidak tau mau diberikan sama siapa, kalian mau bawa 1?". tanya Nia


Sery dan Nisa saling pandang, mengapa Nia masih baik saat mereka telah berbuat jahat selama ini pada Nia.


"tunggu ya? ". Nia berlari ke arah dapur


Nia kembali membawa 2 kotak cantik berisi kue versi mini untuk menjadi bahan percobaan rasa kue Nia.


"ini.. kalian bawa ya? tenang saja ini gratis tapi untuk kedepannya kalian harus beli ya?, dan ini tidak ada racun sama sekali". jelas Nia dengan senyuman


"aku minta maaf Nia". ucap Sery dan Nisa bersamaan


"aku juga minta maaf karna menampar kalian sebelumnya, selama ini aku terima jika aku dibilang bodoh, tidak berguna, terlalu polos, tidak punya malu tapi aku tidak terima di fitnah apalagi tujuannya untuk membuatku terlihat buruk didepan kak Arya, aku sangat mencintainya kalian harus tau itu..! Kak Arya seperti Dewa penolong untukku, dia terlalu baik hingga aku tidak mau dia pergi atau sekedar salah faham padaku". Nia


Nisa dan Sery akhirnya mengerti mengapa Nia begitu berani akhir-akhir ini, ternyata karna tidak mau Arya meninggalkan Nia, jika mereka ada di posisi Nia pasti akan melakukan hal yang sama.


sekali mendapatkan hati Pria Melviano maka apapun akan wanita itu lakukan demi membuat lelaki Melviano tidak meninggalkan mereka.


Nia mengantar Sely dan Nisa kedepan Apartemen.


"apa kamu punya rekaman CCTV Sery dan Pen di Bar Soho Nia? ". tanya Sery


"hmm.. aku punya.. kenapa? ". tanya Nia


"aku mau melihatnya". kata Sery


"kirimkan saja pada kami Nia supaya kami bisa melihatnya". sambung Nisa


"apa kalian yakin? Rekaman mereka terlalu menjijikkan, aku hanya tidak mau kalian semakin membenci Jiji". Nia


"kalau perlu aku sebar luaskan ke dunia maya, biar image serigala berbulu dombanya ketahuan". decak Nisa


"kalian menjatuhkan dirinya boleh saja tapi jangan membawa ke dunia maya, berapa banyak pelayan di Restaurant milik keluarganya yang harus menjadi korban balas dendam kalian, Restaurannya bisa saja tutup karna rekaman itu". Nia


Nisa dan Sery merinding seketika,


"apa kau memang sebaik ini Nia? ". tanya Sery yang baru menyadari hati Nia sangat baik


"kok bisa? kamu memikirkan orang lain sementara mereka tidak mengenalmu bahkan tidak tau kebaikanmu ini". Nisa juga tak percaya Nia membela orang lain yang tak dikenalnya.


"sudah.. sudah.. itu udah aku kirim, kalian jangan menyebarkannya di Media, semua tergantung kalian masa depan Pelayan Restaurant milik keluarga Jiji ada ditangan kalian". Decak Nia


"terimakasih Nia". ucap Nisa dan Sery


"iya sama-sama, aku mau balik lagi nanti kak Arya mengomeliku". kata Nia sambil tersenyum dan melambai ke Nisa dan Sery


Nia berlari memasuki gedung Apartemen Melviano meninggalkan Sery dan Nisa yang tercengang dengan situasinya.


di dalam mobil.


Sery menangis menonton rekaman CCTV yang dikirim Nia, Nisa mengambil alih ponsel Sery dan mematikan lalu melemparnya ke bangku belakang mobilnya.

__ADS_1


"jangan dilihat lagi..! ini adalah karma kita karna memusuhi wanita sebaik Nia". Nisa


"iya.. tapi jika Nia baik berarti Tia yang...? ". Sery menghapus sisa air matanya


"pasti dia juga sama seperti Jiji". jawab Nisa


"kenapa kamu begitu yakin? ". tanya Sery


"Nia sebaik itu pasti dikambing hitamkan oleh Tia, kita berdua yang bodoh telah percaya wujud Serigala berbulu domba Tia dan Jiji, mereka benar-benar mengerikan". decak Nisa


Sery mengangguk, "iya juga.. aku tidak pernah berpikir Jiji yang polos akan berbuat seperti itu pada ku, padahal dia tidak tau apa-apa tentang pacaran".


Nisa dan Sery sibuk dengan pembicaraan mereka yang tidak ada habisnya, menyesal? itu sudah pasti tapi mau bagaimana lagi semua sudah terjadi.


.


.


di Apartemen Arya dan Nia.


"kemana Ricis Kak? ". tanya Nia penasaran


"oh.. Dia sedang bekerja membantu Ayu membuat sesuatu". jawab Arya dengan santai


"buat apa kak? ". tanya Nia menopang dagunya di bahu kokoh Arya yang tengah serius melihat laptopnya.


Arya memutar kepalanya ke arah Nia dan mengecup sayang kening Nia lalu fokus lagi dengan pekerjaannya.


"kak? ". rengek Nia


"coba tanyakan pada dia sayang..! aku tidak tau urusan mereka berdua yang hanya dimengerti manusia berjenis kelamin perempuan saja". jelas Arya dengan lembut.


Nia menatap layar laptop Arya yang banyak angkanya membuat kepala Nia pusing saja, Nia pintar tapi bagaimanapun bisnis bukanlah keahliannya tetapi Kuliner adalah keahlian Nia.


"sana tonton lagi Drama mu itu hmm? ". kata Arya melirik laptop Nia yang filmnya berputar sendiri tidak ada yang menonton.


Nia mengambil laptopnya dan menonton didekat Arya.


Arya mencium gemas puncak kepala Nia, wangi rambut Nia membuat Arya seperti punya kekuatan lebih untuk terus bekerja walau masih ada rasa lelahnya karna lelah diacara tadi malam dan bertempur dengan Nia lagi di ranj*ng.


Nia dan Arya semakin romantis saja saat ini, Arya bekerja, Nia menonton dan lebih menariknya lagi pemeran dalam Drama nya itu seorang Koki hingga Nia banyak belajar menu koki itu.


"nanti aku coba masak menu ini deh". Batin Nia tersenyum lebar


.


.


.


terimakasih.. selamat pagi semuanya.. jangan lupa Like dan komentar baiknya ya? jaga terus kesehatan Readers semua..

__ADS_1


.


.


__ADS_2