Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
tidak tega


__ADS_3

.


.


sore harinya Raya pergi ke Mall bersama Dita,


"Nona mau beli apa sih? ". tanya Dita penasaran.


"aku mau beli baju baru untuk bi Asih, aku merasa bajunya tidak banyak". jawab Raya dengan santai


Dita menghela nafas panjang, "baiklah Nona..! tapi jangan lama-lama nona, jangan sampai tuan Master datang kesini". gerutu Dita


Raya mengangkat bahunya acuh, "biarin aja..! siapa suruh tadi pagi enggak bangunin aku".


"Nona ternyata pendendam ya?, tuan master sudah membangunkan anda dan saya melihatnya sendiri tapi Nona malah melenguh bilang masih lelah". jawab Dita


"benarkah? aku tidak dengar dia memanggilku". tanya Raya malah tak percaya.


"benar Nona..! Nona bisa cek CCTV saya bolak-balik ke kamar tuan untuk membangunkan Nona, tuan berpesan membangunkan Nona tidak boleh mengagetkan ! ja.. jadi saya panggil dengan suara saja tanpa menyentuh Nona tapi tidak ada sahutan, saya bosan menunggu Nona bangun sendiri, saya jadi keluar memilih sarapan dan bermain ponsel di ruang tamu".


"berarti bukan salah suamiku? ". tanya Raya menggaruk pelipisnya sendiri.


"benar Nona..! bahkan saya mendengar gumaman tuan master ingin melihat mata biru anda sebelum berangkat kerja". Dita berkata dengan serius.


Raya malu sendiri karna berpikir Raka sengaja tidak membangunkannya,


"kalau begitu aku akan membelikannya sesuatu". ujar Raya membuat senyum tipis Dita terbit.


"lalu kita pulang? ". sambung Dita penuh harap


Raya mengangguk, Dita dengan senang hati menemani Raya belanja layaknya sahabat baik.


Brugh...!


Raya dan Dita menoleh ke belakang dimana seorang anak kecil menumpahkan cappucino di baju mahal seorang wanita seksi.


"oh No...! bocah...? kau merusak gaunku! ". bentak wanita seksi itu begitu geram.


"ma.. maaf tante". ucap bocah itu ketakutan.

__ADS_1


"what...? tante...? dasar bocah kurang ajar...! mana orangtuamu hah? biar aku beri perhitungan dengannya". amuk wanita itu mengangkat kerah baju anak itu hingga tubuh kecil bocah itu terombang-ambing.


"huuh.. hu... hiks.. hiks.. maaf tante...! huh.. hu... " isak tangis anak itu makin ketakutan.


Raya yang tak tahan melihat ketidak adilan itu pun mendekat lalu menarik kasar rambut wanita itu hingga tangan wanita seksi itu yang sedang menarik leher anak itu pun terlepas.


"sialan.. siapa yang berani menarik rambutku". amuk wanita seksi itu mencoba melihat wajah pelaku.


Dita memeluk anak kecil itu lalu memberikan anak itu pada neneknya yang menangis dengan posisi bersimpuh, Nenek itu bisu pantas saja tidak ada yang bisa mendengar suara Nenek itu.


"Nenek.. hiks.. hiks.. Alman takut". isak tangis bocah bernama Alman itu memeluk sang nenek.


Raya makin kuat saja menarik rambut wanita itu, ia tidak peduli Imagenya di lihat banyak orang sebab siapapun tau Raya gadis cantik yang Arogan tidak suka melihat ketidak adilan didepan matanya.


Dita mengangguk pada si Nenek yang berbicara lewat gerakan bibirnya mengucapkan terimakasih.


"tunggu sebentar ya Nek! ". pinta Dita membuat Nenek bisu itu mengangguk memeluk cucunya.


"plak...! ". Raya menampar pipi wanita itu hingga terjatuh tak elit.


"aaakh... Anj*ng.. ! beraninya kau menamparku". teriak wanita itu bangkit dan kaget melihat Raya tapi segera ia merubah raut wajah keterkejutannya.


"kau yang sok berkuasa..! hanya karna Cappucino yang mengenai gaun kau itu langsung marah besar.. apa kau miskin? bahkan orang kaya pun rumahnya terbakar tidak marah karna bisa beli lagi, kau tidak bisa beli ya? ". balas Raya dengan dingin sambil melipat tangannya di perutnya.


"kau tidak tau harganya...!". marah wanita itu


"bahkan dilihat saja sudah bisa aku tebak itu hanya KW". cibir Raya dengan senyum mengejeknya


Wanita seksi itu terdiam lalu melihat sekeliling. "jangan sok tau..! gaun ini asli dan limited hanya 2 diciptakan oleh Desaigner ternama". ucap wanita itu dengan sombongnya.


"kau fikir aku tidak tau siapa pemilik 2 gaun limited ini? yang pertama aku yang memilikinya dan yang kedua Rhiana putri kesayangan tuan Galaxy, sekarang kau yang keberapa? ". ejek Raya


beberapa orang yang mendengarnya tertawa, mereka tanpa ragu mencemooh Wanita seksi itu pembohong, sombong begitu berani melawan Raya.


"kalian tidak tau aku hah? aku Siska, wanita simpanan kesayangan ketua anggota dewan ! aku bisa saja membuat kalian masuk penjara". marah Siska


"oh ya..? bagaimana jika aku memberi tau publik seorang ketua anggota dewan punya kekasih simpanan? kau fikir dia akan mengakuimu? hahaha.. kau belum tentu diakui, kau tidak tau istrinya sangat bar-bar..! jangankan simpanan, jal*ng saja dibasmi olehnya". kata Raya dengan senyum sinisnya.


merasa kalah Siska berteriak frustasi lalu berlari ke arah Raya, Dita menghalangi dengan memukul pinggul Siska hingga heelsnya patah dan jatuh kesamping.

__ADS_1


Alman membelakangi Dita, Nenek nya memeluk Alman supaya tidak melihat adegan kekerasan fisik itu.


Raya mendekat lalu mengoyak gaun Siska hingga wanita seksi itu makin menggila ingin mencabik-cabik Raya.


"bagaimana? masih marah? apa perlu aku koyak lagi lebih besar biar orang tau gaun ini KW". cibir Raya dengan senyum manisnya membuat Siska makin terbakar amarahnya.


Siska yang tidak tahan jadi bahan ejekan banyak orang hendak pergi tapi sebelum itu ia ingin menampar Raya. Raya tidak bergerak sedikitpun tatapannya datar tak tertebak belum sempat tangan Siska mengenai pipi Raya, Dita sudah menarik tangan Siska dan memutarnya kebelakang hingga wanita itu menjerit kesakitan.


Raya tersenyum sinis lalu berjalan ke arah Nenek tua yang menangis tanpa mengeluarkan suara.


"maaf Nenek..! sekarang Nenek boleh pulang, biar saya yang urus wanita tidak punya hati itu". Raya tak jijik dan tak malu membantu Nenek itu berdiri.


Alman berbalik lalu melihat sosok Raya, Alman menangis langsung memeluk Raya,


"Kakak..? kata orang-orang Kakak sangat Kaya dan hebat, Alman sudah lama ingin bertemu kakak..! bisakah kakak bantu Nenek Alman operasi? Alman sudah bekerja keras tapi mengumpulkan uang banyak sangat lama kak.. Alman mohon kak..! Alman mohon..! kasihani Nenek Alman.. hiks.. hiks.. Kakak". isak tangis Alman merosot ke lantai lalu memeluk Kaki Raya.


Nenek Alman menggeleng kepalanya dengan pipinya yang basah, Raya memperhatikan Nenek Alman yang memang tidak mengeluarkan suara.


Raya bersimpuh dan membantu Alman berdiri, Raya teringat Raka hari pertama pertemuannya itu juga seumuran dengan Alman. bedanya Alman bekerja keras di usia mudanya demi mengoperasi Neneknya sedangkan Raka mencari uang untuk biaya hidupnya.


"baiklah..! kakak akan bantu nenekmu tapi kamu harus sekolah sampai sarjana lalu bekerja, saat itu kakak akan menagih hutangmu? bagaimana? ". tanya Raya dengan lembut.


"bagaimana kakak? berapa yang harus Alman bayar sampai besar? bunganya pasti banyak sekali". tanya Alman dengan sesegukan.


"bunga? ". beo Raya


Dita telah menyelesaikan masalah Siska yang sudah di usir keluar Mall MattGroup,


Dita menjawab,," biasanya uang berbunga itu minjam sama rentenir Nona".


"Rentenir?".Raya mendongak melihat Dita.


Dita mengangguk sambil melihat sekitar, ia harus melindungi Raya dari orang-orang yang menonton perlakuan baik Nonanya, Padahal Raya melakukannya bukan karna ingin dilihat tapi memang hatinya lembut tidak tega melihat orang lemah menderita.


Nenek Alman hanya bisa menangis, padahal tidak masalah baginya bisu sampai akhir hayatnya tapi cucunya itu begitu keras kepala mau marah pun Nenek Alman tidak bisa, ia hanya bisa menangis telah merepotkan cucunya itu.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2