Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
ngambek..!!


__ADS_3

.


.


Raya disambut oleh Bi Asih dan Pekerja Raka lainnya dengan hormat,


"selamat datang Nona..! kami mohon tinggallah disini, kami sangat merindukan Nona". kata mereka semua serentak.


Raya mengulum senyum manisnya, "baru aku tinggal beberapa minggu kalian sudah begini ya? ".


"benar Nona..!".


Raya menggeleng kepalanya, Raka berlari seperti anak-anak keluar dari Lift sambil menyeringai lebar, Pekerja Raka tentu melongoh bodoh saja melihat penampakan super langka itu.


"abang". Raya terhuyung saat tubuh Raka langsung memeluknya dengan erat.


Dita memberi kode pada bawahan Raka untuk segera membubarkan diri, dengan raut wajah malu-malu juga gemas mereka sesekali mengintip kemesraan tuan dan nona mereka.


Bi Asih dan para Koki segera masuk sambil tertawa cekikikan, mereka saja rindu pada Raya apalagi Raka sebagai suaminya Raya.


sebelum Raya hadir di mansion ini, Raya sudah dipuja dan diakui mereka semua sebab Raya adalah Gadis Impian Mr. R saat itu, sekarang Raya sudah menjadi Wanita milik Raka, pasti mereka bisa menebak cinta Raka ke Raya kian membesar.


"aku sangat merindukanmu sayang". Keluh Raka seperti anak-anak yang tak rela di tinggal pergi orangtuanya lagi.


Raya mengulas senyum lalu segera meloncat melingkarkan kakinya di pinggang Raka.


"bawa aku ke ranj*ng suamiku ! aku merindukan sentuhanmu". bisik Raya dengan nakal mengecup pelan leher Raka.


Raka tentu langsung On, Ia mengumpat pelan segera ia membawa Raya memasuki Lift.


"Sudahlah..! aku jadi nyamuk diantara mereka kalau sudah berdua". gumam Dita menghela nafas panjang.


pletak...!


"aawh..! sakit.." pekik Dita menoleh mencari pelaku dan ternyata Jon lah orangnya.


"jaga mulutmu jika berada disini..! banyak yang mendengarnya". ancam Jon


"siapa yang mendengarnya? kau seorang kan? ". amuk Dita yang langsung saja naik tensi jika berbicara dengan Jon


Jon menoleh kesampingnya, Dita memutar kepalanya kebelakang. mata Dita membulat sempurna saat semua Mafia the R berdiri tegak dengan posisi berserakan alias tidak beraturan tengah menatap datar ke dirinya.


"sepertinya nyamuk besar ini harus ditepuk bersama-sama! benarkan kawan? ". tanya Jon dengan serius.


"benar". sahut mereka semua sambil meregangkan jemari tangan masing-masing.


Dita menggeleng kepalanya dengan keras, "aaaah...! " Dita melarikan diri menuju dapur.

__ADS_1


Jon tertawa terbahak-bahak seketika, sementara rekan-rekannya menggeleng kepala sambil membubarkan diri.


"kenapa anda suka sekali menggodanya tuan? ". tanya Rio meledek.


"bukan urusanmu..!" ketus Jon segera pergi dari tempat itu.


Rio beralih ke Boy yang mengangkat bahunya tak mengerti dan Rio terkikik geli mengingat perkelahian kedua manusia berbeda jenis kelamin itu. selama Raka dan Raya berlibur, Dita dan Jon lah yang meramaikan mansion itu yang begitu sepi tidak ada tuan rumah.


.


.


Raka dan Raya mandi bersama di dalam BathUp melepas lelah setelah bercint* untuk kesekian kalinya, kini benar-benar membuat Raya terkapar di pelukan Raka.


"kenapa abang tidak kewalahan? kuat sekali sih? ". tanya Raya dengan nafas terengah-engah.


Raka mencium gemas pipi dan bahu Raya, "aku tidak akan melakukannya lagi, aku sudah puas untuk hari ini sayang".


Raya memutar bola matanya dengan malas, "1 jam abang bisa memakanku berkali-kali.. aku sampai tidak bertenaga lagi abang.. lebih baik kita bertarung tinju saja". gerutu Raya


Raka tergelak, "aku senang berkelahi di ranj*ng denganmu". bisik Raka dengan suara sensual.


"udah ah..abang bikin perut aku mual, cepat siapkan makanan! ". Raya melepaskan pelukannya dari Raka.


Raya melakukan kesalahan saat sikutnya tidak sengaja menyenggol inti Raka, Raya mematung seketika


"tanggung jawab sayang". seringai mesum Raka


"abaaang..! " protes Raya


"kamu hanya perlu diam biar aku yang bekerja". kata Raka sambil melebarkan paha Raya.


"sama aja aku... hmmmfft... ?".


Raka sudah membekap mulut Raya dengan ******n lembut Raka, Raya tak berdaya lagi menolak suaminya


.


.


"kenapa makanmu jadi banyak sayang? kan aku udah bilang nanti kita ke acara Pelelangan amal". Raka mengelus kepala Raya yang tengah makan Dessert menu kacang buatan Bi Asih.


"enak abang ! abang nggak akan aku kasih, ini milikku". Raya memeluk posesif Dessertnya.


Raka tertawa lebar, "makanlah sayang..! semua memang milikmu tapi jangan cepat-cepat ya? nanti kamu kesedak".


"belepotan wajahmu sayang". gemas Raka

__ADS_1


Raya menyeringai lebar dengan mulutnya yang sudah belepotan, Raya memanyunkan bibirnya minta di bersihkan Raka.


Raka menaikkan sebelah alisnya tidak mengerti, tapi wajah Raya makin maju Raka mengambil tisu dan hendak mengelapnya di bibir Raya tapi Raya malah membuangnya kesal.


"tidak mau ya sudah". kesal Raya membuat rahang Raka terbuka lebar.


Raka dengan linglung melihat ke arah Bi Asih dan para koki yang juga kebingungan.


"sayang..? " panggil Raka


Raya merajuk langsung memunggungi suaminya itu sambil memakan dessertnya lagi dan lagi.


Raka menggaruk kepalanya yang tak gatal, "kenapa istriku? kenapa jadi begini? apa karna sudah lama kami tidak satu rumah". batin Raka kebingungan.


.


.


"sayang..! maafkan aku ya !!". bujuk Raka bersimpuh di kaki Raya yang tengah tidur-tiduran malas di sofa.


"ngga mau". tolak Raya merasa enggan.


hati Raya merasa sakit saat suaminya tidak menciumnya malah hendak mengelap bibirnya dengan tisu, Raya juga tidak mengerti mengapa ia jadi sensitif.


"sayang..? kamu mau apa sayang? ayo katakan? aku tidak mungkin pergi ke acara pelelangan amal sendirian.. kamu mau datang ya? ". bujuk Raka yang benar-benar kehabisan akal.


Raya membuang muka,


Raka terduduk lemas, "apa salahku? dimana letak salahku? tadi kami baik-baik saja! apa karna aku tidak menghapus wajahnya karna dessert tadi? tapi Raya langsung membuang tisunya, dimana salahnya ya? ". Raka mencoba menebak-nebak kesalahannya.


"kenapa sayang? apa kamu tidak akan mengatakan kesalahanku? ". tanya Raka dengan lembut.


"abang udah nggak cinta lagi kan sama aku? abang tadi nggak cium aku.. aku minta cium tapi abang malah bersihkan pakai tisu, abang takut kotorkan? aku marah sama abang.. aku tidak suka.. ". Raya berbicara sambil memunggungi Raka.


Raka menganga lebar, "aku bodoh sekali tidak menyadarinya". gumam Raka akhirnya mengerti mengapa istrinya merajuk saat ini.


"sayang..? bukannya kamu yang tidak suka jika aku menciummu di depan para pekerjaku? kamu tidak suka karna malu bukan? jadi aku tidak melakukannya di depan bi Asih dan yang lainnya". jelas Raka


Raya memutar tubuhnya menghadap Raka, "benarkah? coba cium aku? ". pinta Raya dengan serius.


Raka segera bangkit dan menindih Raya di atas sofa lalu mencium Raya dengan penuh cinta, ia sendiri bingung dengan kekesalan Raya yang terjadi karna masalah yang sangat spele tapi bisa membuat Raka ketar-ketir.


saat ini Raka sedang fokus, ia akan melakukan apapun supaya Raya tidak marah lagi dan mau diajak pergi ke acara pelelangan amal.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2