
.
.
Nia pergi ke Ruangan khusus dimana tempat itu berupa taman kecil khusus untuk Kelinci peliharaan Nia.
"hai.. Momo? Mimi? ". Nia menyapa kedua kelincinya yang super aktif.
Nia membersihkan kamar kelincinya lalu mengganti tempat tidur kelincinya yang sudah kotor, setelah merasa bersih Nia memberi makan kelincinya.
.
"Kak? ". Nia mencari Arya
"apa kak Arya kerja ya? ". gumam Nia
Nia merasa bosan mulai mengganti bajunya dengan baju renang.
Nia pergi ke kolam berenang, ia merasa gerah dan sangat ingin berenang. Nia bisa berenang karna masa SMA nya dulu ia seorang atlet renang untuk menambah biaya masuk kampusnya saat itu.
tapi semenjak Kuliah Nia berhenti menjadi atlet renang dan fokus mencari pekerjaan untuk menambah biaya kesehariannya dimasa kuliah.
"sudah lama tidak berenang". senyum manis Nia meregangkan jemari tangannya.
Ricis akan kembali 2 hari lagi, sampai hari itu tiba ia harus sendiri tidak mungkin Nia mengganggu jam kerja suaminya yang punya kesibukan sendiri.
Byur...!
Nia memejamkan matanya mengambang di air, sungguh menyegarkan.
"hari ini aku buat makan siang apa ya buat kak Arya?". gumam Nia masih memejamkan mata
Arya kembali ke Mansion setelah memberi banyak makanan ringan untuk Nia yang suka ngemil sekaligus membeli perlengkapan sayur-mayur di kulkas untuk masakan Nia selama beberapa hari kedepan.
"Cha? ". panggil Arya
Arya mendengar suara air dari kolam berenang, "apa dia sedang berenang? ". gumam Arya tersenyum miring terkesan sebagai pria mesum.
Arya berjalan santai ke arah kolam berenang, ia tidak perlu mengendap-ngendap karna Nia tidak akan mendengar suara langkah kakinya.
DeG!!!
__ADS_1
Arya melebarkan matanya melihat pose Nia yang mengambang sungguh terlihat seksi,
plak..!
Arya menampar pelan pipinya sambil mengumpat dalam hati, "kenapa kau jadi begini Arya? kau juga bukan pertama kali melihat nya seperti itu kan? kenapa aku selalu ingin memakannya seperti pria brengs*k padahal kami sering melakukannya? ".
Arya menelan salivanya, ia tidak tahan segera mendekat ke Nia, Nia memejamkan matanya tanpa menyadari Arya sudah masuk ke kolam berenang secara hati-hati.
Arya tersenyum melihat Nia yang tidak menyadari kehadirannya,
"huuh..! menyegarkan sekali". gumam Nia dengan senang tapi matanya masih terpejam.
Arya mengecup puncak kepala Nia, Nia sontak saja membuka matanya dan melindungi asetnya.
"sialan kau..! siapa yang bera...? Eeh? kakak? ". pekik Nia yang hendak marah namun saat berdiri melihat siapa yang berani menciumnya ternyata Arya lah pelakunya.
"mau marah? ". tanya Arya perlahan mendekat ke Nia hingga jarak wajah mereka hanya beberapa cm saja.
"t.. tidak berani.. kenapa kakak bisa ada disini?". tanya Nia
"kok bertanya begitu? ". tanya Arya yang tangannya kini bermain di punggung mulus Nia.
"ak.. aku pikir kakak bekerja". cicit Nia
Nia terdiam karna dirinya tadi benar-benar spontan jadi galak semenjak mimpinya ada Pria gila yang menginginkannya hingga membunuh suaminya, membayangkan hal itu saja sudah membuat Nia Gila apalagi jika benar-benar terjadi,
Nia lebih baik waspada terhadap pria asing yang datang padanya kan? Nia tidak mau terjadi sesuatu dengan Arya hanya karna dirinya, Nia pasti tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika itu sampai terjadi.
"ma.. maaf kak..! aku tidak menyangka efek dari mimpi buruk malam itu membuatku seperti ini". ucap Nia
Arya tersenyum tapi tangannya sudah kemana-mana dan Nia hanya tertunduk melihat tubuh Arya yang tercetak jelas karna basah.
Arya tau tatapan Nia tanpa aba-aba ia melepaskan baju kaus putihnya lalu melemparnya ke tepi kolam, Nia mengerjabkan matanya.
"mau memberi tanda seperti malam pertemuan kita saat itu? ". tanya Arya berbisik di telinga Nia.
Nia sangat malu dengan posisi intimnya saat ini bersama Arya.
.
"kita melakukannya bukan sekali atau 2 kali, kenapa wajahmu kian memerah semakin hari kita melakukannya hmm? ". kekeh Arya mengelus pipi Nia
__ADS_1
Nia yang malu memeluk Arya karna untuk pertama kalinya ia memberi tanda cint* di leher Arya dalam keadaan sadar.
Arya tertawa
mereka begitu asik dengan dunia nya tanpa peduli Red yang semakin terbakar amarah di mansionnya, ia memesan mobil yang sama dengan mobil nya yang meledak itu tapi nyatanya sudah kehabisan stok hingga harus menunggu beberapa bulan lagi.
Han tidak bisa berkata-kata, karna keluarga Melviano tidak ada yang berani menyinggung 1 nama Keluarga itu baik dari Perusahaan dalam negri ataupun dari luar negri kecuali orang Gila yang bodoh.
"aku tidak mau tau..! beri pelajaran pada Pria itu... aku sudah lama memesan mobil itu dan aku belum sempat membawanya jalan-jalan tapi mobil itu sudah hancur berkeping-keping?"
"kalian lakukan sesuatuuu! ". teriak Red
bawahan Red lari kocar-kacir seperti ada gempa di Mansion itu, Red yang frustasi melempar segala barang disekitarnya untuk meredakan amarahnya yang sedang meledak-ledak itu.
Red bahkan tidak bisa memperdalam ilmu beladirinya karna konsentrasinya sudah pecah ulah Arya yang meledakkan mobilnya.
"dia mempermainkanku! dia tau tempat tinggalku dan tau setiap gerak-gerikku". gumam Red dengan mata berapi-api.
seumur hidup Red tidak pernah menyangka Arya jauh lebih kuat dari sebelumnya saat terakhir ia melihat Arya dari kejauhan, saat itu Red tidak punya kemampuan apa-apa namun saat cintanya tiada ia berjuang mati-matian supaya bisa membalaskan dendamnya pada Arya.
waktu terus berlalu Red jatuh cinta pada wanita nya Arya, saat ini Arya mengetahuinya berbeda dari cinta segitiga mereka sebelumnya Arya tidak mengenal perempuan yang Red Cintai.
.
Nia kini sedang keluar mansion bersama Arya pergi ke pemakaman kedua orangtua Nia, dan Arya juga ingin pergi ke pemakaman mama dan papanya Pasha.
walaupun Arya tidak pernah melihat dan merasakan kasih sayang Mely dan Matt tapi melihat foto keluarga besarnya sudah membuktikan betapa besarnya kasih sayang kedua orangtua Grandfa nya itu.
Nia membersihkan makam kedua orangtuanya lalu menyiram dan memberi bunga,
"Papa.. Mama.. Nia bahagia disini tapi Nia minta maaf karna Nia tidak bisa membantu kak Tia, entah apa yang terjadi dengan Kak Tia hingga malam itu memaksa Nia datang dan keesokan paginya Kak Arya sudah memerintahkan orang membawa kak Tia ke Rumah Sakit Jiwa". batin Nia
Arya melihat raut wajah Nia yang tidak lagi terlihat sedih tapi Arya tau ada sesuatu yang Nia pikirkan, Arya bisa menebak pasti kakaknya Nia yaitu Tia.
"kenapa hatimu putih sekali? ". batin Arya berdecak.
Arya tidak tau bersyukur atau tidak dengan sifat Nia yang tidak memiliki rasa benci dengan perbuatan kakaknya itu.
Arya saja tidak menyesal telah membuat wanita jahat itu gila, tapi Nia yang merasa paling menyesal atas apa yang menimpa Tia seolah itu kesialan dari Nia sendiri.
.
__ADS_1
.
.