
.
.
Alhasil Raya mendapatkan gaun yang ia inginkan.
"pakai gaun ini aja deh". senyum kikuk Raya ke Dita yang tengah menatap datar saja kelakuannya.
"Nona sudah pegang gaun itu sejak tadi, kalau Nona pilih itu kenapa harus bongkar yang lain? itu kan gaun pertama kali Nona pegang !". omel Dita dengan nada sedikit kesal.
"biarin aja..! wleeek...! ". ejek Raya menjulurkan lidahnya seperti anak-anak saja.
"sudah dapat gaunnya aku mau keluar cari angin segar". senyum manis Raya hingga kedua lesung pipinya terbit.
"angin segar apa Nona? sekarang sudah siang". gerutu Dita
Raya tertawa cekikikan, "kenapa kau tidak anggap hari ini masih pagi hmm? bukankah matahari belum terlihat? ".
"huh..! ". Dita menghela nafas pasrah, saat ini mau marah pun percuma karna bagaimanapun Raya majikannya yang harus Dita lindungi.
"ayo keluar..! ". ajak Raya dengan santainya mengambil sendal milik hotel dan memakainya hingga Dita menepuk jidat saja akan kelakuan Nonanya.
masa iya pakai sendal untuk dikamar keluar dari kamar hotel, sungguh lucu sekali Nona nya itu.
Raya keluar sambil menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. "Negara M! aku sudah lama tidak kesini, ternyata banyak berubah". gumam Raya perlahan membuka matanya melihat desain luar kamarnya.
"Nona pernah menginap disini? ". tanya Dita
"tentu saja dikamar yang sama". jawab Raya dengan santai lalu berlalu meninggalkan Dita.
Dita berlari mengikuti Raya, mereka masuk Lift. beberapa pria masuk pun tampak tertarik dengan Raya
"apa lihat-lihat? ". Dita berkacak pinggang menutupi wajah Nona nya yang di tatap oleh pria-pria asing itu.
Raya hanya acuh fokus menggeser layar ponselnya,
para pria itu pun menundukkan kepala meminta maaf pada Dita, walau tidak tau siapa Dita tapi dari cara Dita melindungi Raya sudah jelas Dita itu pengawalnya gadis cantik itu.
Raya diam mengerutkan keningnya melihat model pesta topeng negara M, "apa gaunku sesuai dengan acara mereka nanti? sepertinya mereka memakai gaun glamor kerajaan, banyak pangeran dari berbagai negara asing juga hadir disitu? ck.. memangnya pangeran dari kerajaan lain bisa memilih menikah dengan siapa? ". oceh Raya dalam hati.
setau Raya kerajaan zaman modern sekarang selalu di jodohkan demi kerajaan itu sendiri, jadi calon Raja tidak bisa memilih dengan siapa mereka menikah harus menikah dengan gadis pilihan sang Raja sebenarnya (Raja yang sedang menjabat), rata-rata gadis itu akan berasal dari kerajaan tetangga.
"ada apa Nona? ". tanya Dita berbisik
"lihat..! ". Raya menunjukkan layar ponselnya hingga kening Dita mengkerut melihat itu.
"gaun Nona tidak cocok untuk acara itu ya? ". tebak Dita menahan senyum
__ADS_1
Raya memajukan bibirnya dan mengangguk lalu kembali menggeser layar ponselnya, gaun yang Raya pilih terlalu sederhana tidak cocok untuk tema acara pesta topeng di negara M.
"masa harus pakai gaun glamor sih? lagian kan aku bukan tuan putri kerajaan, kenapa pakai gaun seperti ini juga? ". oceh Raya tak terima
"bukankah Nona sendiri yang ingin menyesuaikan cara berpakaian mereka? ". ejek Dita
Raya menatap tajam Dita lalu melihat banyak mata tengah menatap kagum dirinya.
"Apa?". Raya menatap dingin para lelaki itu hingga mereka dengan kikuk mengalihkan pandangan.
"ah.. aku kelewatan". decak seorang pria dengan bahasa negara M melihat lantai tujuannya.
saking terpesona nya dengan Raya mereka lupa telah sampai ke tempat tujuan malah kelewatan, alhasil yang kelewatan harus keluar dari Lift dan masuk Lift lain.
.
.
"Raka? ". Raya menarik nafas perlahan saat Raka telah mengangkat panggilannya.
"kenapa Raya? ada yang kau butuhkan? ". tanya Raka
"ak.. aku tidak punya gaun". Raya berbicara dengan mata terpejam
Raka terkekeh diujung telfon, "kan aku udah tawarin tadi, terus kau begitu percaya diri bilang ada gaun untuk pesta nanti malam".
"ok.. oke..! aku akan bawa kau keluar..! sekarang kau keluarlah, aku ada didepan kamarmu". pinta Raka
"aku ada di lobi". jawab Raya
"tunggu sebentar! jangan bergerak dari posisimu". sahut Raka langsung mematikan panggilannya.
tut.. tut.. tut..
"ada apa Nona? ". tanya Dita
"a.. aku tidak boleh bergerak dari posisiku sekarang". jawab Raya dengan suara pelan.
Dita terkejut lalu mengedarkan pandangannya, ia melihat banyak pria tengah menatap Nona nya.
"tuan Master tau akan seperti ini jadinya jika Nona keluar! cemburu? sudah pasti cemburu ". batin Dita berdiri tegak di depan Raya menutupi wajah Nona nya itu.
negara M sangat menyukai perempuan perpaduan dari benua Asia dan Eropa seperti wajah Raya, sungguh tipe ideal para lelaki di negara M, jadi saat melihat wajah Raya tentu jadi tatapan takjub mereka semua apalagi Raya datang tidak bersama lelaki. artinya Raya tidak punya pasangan.
Raya diam sambil melihat sekitar dengan wajah polosnya itu tidak mengerti situasi, "apa mereka tidak ada perempuan di negara ini? kenapa menatapku seperti itu? ". batin Raya bertanya-tanya.
Raya sampai mengira Negara M semua nya laki-laki tidak ada perempuan jadi saat Raya datang beginilah, Raya jadi sorotan melebihi dirinya saat di negaranya sendiri.
__ADS_1
"hei... Girl? "
"Asia? Eropa? ".
"kamu cantik..! "
dan banyak lagi pria yang memuji dengan bahasa negara M lalu mereka mendekati Raya terang-terangan hingga Dita mulai kewalahan menutupi Nona nya.
"ada apa sih Dita? ". tanya Raya berbisik
Dita sampai bengong sejenak akan kepolosan Raya tidak mengerti para lelaki disini tengah menyukainya. "astagah..! aku lupa Nona ku tidak Peka sangat tidak Peka". jerit Dita dalam hati.
"get away from my girl..! ". suara Raka menggema di tengah kerumunan pria.
"tuan? akhirnya anda datang juga". lega Dita mendorong-dorong tubuh pria yang mendekati Nona nya.
Raka melangkahkan kakinya dan menerobos kerumunan langsung merangkul pinggang Raya hingga gadis bermata biru itu menatap ke arah Raka.
"she's mine...! ". ucap Raka dengan lantang.
"oh.. Sorry !".
para lelaki itu pun segera membubarkan diri dengan raut wajah kecewa, Dita menghela nafas lega saat para pria berbadan besar itu telah pergi meninggalkan mereka.
"kau tidak apa Raya? ". tanya Raka memegang kedua bahu Raya
Raya menggeleng kepalanya lalu mengedarkan pandangannya, "kenapa mereka seperti itu? sebelumnya aku pergi sama papiku tidak pernah mengalami hal seperti tadi".
"Raya..! jika kau berjalan dengan pria tidak akan ada yang berani mendekatimu..! negara ini sangat menyukai perempuan dari negara Asia apalagi wajahmu perpaduan Asia dan Eropa kau tidak boleh keluar sendiri Raya". jelas Raka dengan sabar namun tersirat nada khawatir.
Raya menautkan kedua alisnya, ia tidak tau rahasia besar itu padahal berita negara M menyukai gadis Asia itu sudah melebar kemana-mana, hanya Raya saja yang tidak tau karna tidak mencari tau..
"ayo kita pergi mencari gaun untukmu". Raka menggenggam tangan Raya.
Raya hanya mengikuti langkah kaki Raka, matanya melihat situasi memang banyak pria yang tengah menatapnya dengan berbagai ekspresi.
Dita mengekori Raya namun di tarik oleh Jon hingga pengawal cantik itu menatap tajam ke arah Jon.
"lepas..! ". bentak Dita
"kita jaga jarak dari mereka..! jangan mengacau kau?". kecam Jon dengan nada tajam
Dita berusaha menepis tangan Jon tapi tidak bisa, alhasil ia di tarik kemana-mana oleh pria berwajah dingin itu yang tak berbeda jauh dengan masternya.
.
.
__ADS_1
.