
.
.
siang harinya Raya menggeliat di ranjangnya.
"Nona udah bangun? ". tanya Dita yang duduk disamping ranjangnya Raya seperti menjaga orang sakit saja.
Raya bangun dari tidurnya lalu mengucek kedua matanya,
"jam berapa Dit? ". tanya Raya dengan suara khas bangun tidurnya.
"jam 12 siang Nona..! tuan master sampai mengantarkan anda makan siang sedangkan saya menunggu anda bangun baru mau makan". kata Dita
Raya menarik nafas dalam-dalam, "kenapa aku bisa tidur panjang?".
"mungkin anda terlalu nyaman dengan tuan master Nona..! ". jawab Dita
"nggak mungkin karna dia..!" elak Raya
"anda harus cepat menikah dengan tuan master biar bisa tidur nyenyak setiap malam Nona". celutuk Dita
Raya yang tadinya masih mengerjab-ngerjab mengantuk kini terbuka lebar dan menatap Dita dengan tak percaya.
"kau menyuruhku menikahi Guy itu? ". Raya menunjuk asal seolah yang ia tunjuk adalah kamar Raka, padahal dirinya tidak tau.
"Nona..! tuan Mr. Muda tidak Guy! ". jelas Dita dengan sabar.
"apanya tidak? sebelumnya dia mencintai Robert terus saat acara fashionshow dia terus saja menatap tubuh model pria dan bilang sangat menarik, aku merinding saat itu Dita".
"ya ampun Nona..! bisa saja tuan saat itu melihat style pakaiannya kan? Nona saja yang berprasangka tuan menatap tubuh model itu, lagian buat apa juga tuan master menatap tubuh Pria jika tubuhnya saja lebih bagus dari model pria itu". jelas Dita begitu sabarnya.
Raya terdiam seketika, ia tidak berpikir kesitu. benar apa yang Dita katakan Raya terlalu banyak berprasangka.
"terus kenapa dia tidak pernah terlibat dengan wanita? bahkan Yeri itu lumayan cantik, tidak perlu cinta kan untuk memuaskan n*fsu? lagian banyak diluar sana pria melakukan hubungan itu tanpa Cinta". tanya Raya sambil berkacak pinggang menantang Dita apakah bisa membela Raka lagi.
"ya Tuhan...! Nona..! kita belajar dari tuan besar terdahulu (Pasha), apakah tuan besar terdahulu suka main perempuan? tuan besar (Dylan) juga tidak main perempuan hanya Nyonya besar saja (Shindy), dan tuan Keyzo juga, apalagi tuan Gala? mereka tidak main perempuan kan? lagian tidak semua pria itu buruk Nona..! diluar sana laki-laki yang suka main perempuan itu tidak punya akal, hanya punya hawa n*fsu saja".
"mereka tidak butuh cinta asalkan hasrat mereka terpuaskan, berbeda jika mereka yang memiliki Cinta hanya Cinta nya saja yang bisa memuaskan hasratnya itu".
Raya sampai melongo mendengarnya, "bagaimana kau bisa mengerti mengenai hal ini? ". tanya Raya tak mengerti.
dari Alya dan Dita pun tau tentang Cinta, mengapa hanya Raya yang tidak mengerti Cinta.
"bukankah itu hal umum Nona? terkadang mengerti Cinta tidak perlu kejeniusan hanya perlu memahami saja". jawab Dita yang tau kebingungan Raya
"jadi maksudmu aku tidak faham apa itu Cinta? begitu? ". tanya Raya dengan nada tak senang.
"saya tidak bicara seperti itu Nona..! anda sendiri yang menafsirkan". senyum tak berdosa Dita
__ADS_1
"Nona harus belajar mengerti tuan master..! kalau tuan master tidak pernah bersama wanita lain, bukankah itu hal yang sangat bagus? artinya Nona seorang yang menjadi Ratu dihatinya". sambung Dita lagi.
"dia tidak menyukaiku..! hanya menganggapku teman saja". gumam Raya pelan membuat Dita melongoh bodoh seketika.
"Kenapa Nona ku ini Polos sekali? setelah apa yang tuan lakukan Nona tidak mengerti juga perasaan tuan? kenapa bisa begini? ". batin Dita masih dengan raut wajah bodohnya.
"Nona..! siapa sih yang tidak menyukai Nona? " tanya Dita jadi ikut-ikutan bermain dengan ketidaktauan Raya itu mengenai perasaan Raka.
"sepertinya tuan master harus mengungkapkan perasaannya dengan jelas supaya Nona mengerti..! jika begini terus Nona tidak akan Peka." batin Dita ingin sekali ia tertawa saat ini.
"haha... siapa? ya cuma dia". jawab Raya menunjuk dinding seolah Raka lah yang ada dibalik dinding itu.
"kalau tuan master menyatakan perasaannya Nona akan terima? ". tanya Dita penasaran
"apalagi? tentu saja aku ter...? Eh..? ". Raya membekap mulutnya yang keceplosan membuat Dita tertawa.
"dia Guy..! ". ujar Raya pelan sambil mengangguk membenarkan ucapannya.
"udah.. udah.. minggir..! ". Raya bangkit dan berjalan sedikit sempoyongan menuju kamar mandi meninggalkan Dita yang masih tertawa.
.
.
glek...!
Dita menelan ludah melihat penampilan Raya keluar dari kamar mandi, sangat seksi, sungguh seksi sekali.
"hapus ilermu Dita.!". ejek Raya mengetuk hidung Dita yang masih melongoh menatapnya.
"Eh...? " dengan bodohnya Dita juga berusaha menghapus ilernya hal itu membuat Raya tertawa puas berhasil mengerjai gadis yang tau tentang Cinta itu sementara Raya tidak.
"Nona.. " Dita yang merasa tertipu pun tersipu malu.
.
.
makan siang pun selesai.
"bagaimana Nona? makanannya enak kan? ". tanya Dita berbinar
"hmm..! lumayan di lidahku". jawab Raya dengan datar seperti biasa fokus dengan ponselnya.
"apa Nona sudah beli gaun untuk acara pesta nanti malam? ". tanya Dita
Raya seketika menoleh ke Dita, "aku bawa banyak gaun di koperku". jawab Raya menunjuk kopernya.
"banyak? kenapa Nona bawa banyak? kan pestanya hanya 2 hari, pertama pesta topeng kedua pesta besar tanpa topeng". Dita
__ADS_1
Raya berdehem, "aku hanya ingin menyesuaikan dengan acara pesta di negara ini, nanti kalau aku pakainya asal takutnya berbeda, ini bukan negara kita". jelas Raya
Dita mengangguk percaya, "iya juga".
Raya tersentak mendapat kiriman pesan dari Raka.
"mau beli gaun di luar Raya? aku bisa belikan untukmu tapi kau harus ikut denganku". pesan Raka
"tidak usah..! aku banyak bawa gaun". balas pesan Raya
"warna apa yang kau pakai? aku bisa sesuaikan warna tuksedo ku dengan warna gaunmu". pesan Raka
Raya menggaruk kepalanya yang tak gatal, dirinya saja belum dapat memastikan gaun warna apa yang akan di kenakannya.
"tunggu sebentar..! aku tidak ingat warna gaunku". balas pesan Raya
"ok..! aku menunggu". balas Raka secepat kilat
Dita terlonjak kaget saat Raya tiba-tiba bangkit dan berlari ke arah kopernya. Dita mengerutkan keningnya melihat sang majikan menarik koper besar dan melemparnya ke atas ranjang, mata Dita melebar saat Raya mengeluarkan semua isinya.
"Nona sedang apa? ". tanya Dita berjalan ke arah Raya
"cari gaun untuk nanti malam". jawab Raya
"ha? ". Dita cengo sendiri
beberapa puluh menit kemudian.
"sampai kapan Nona mengobrak-ngabrik koper Nona? apa belum juga mendapatkan gaun yang akan Nona pakai? ". tanya Dita dengan wajah datar.
"belum dapat..! issh.. yang mana yaa? tidak ada yang cantik". gerutu Raya membuat mulut Dita terbuka lebar.
"tidak ada yang cantik? ". gumam Dita lalu tertawa tak percaya akan penjelasan Raya
"kenapa kau Tertawa? kau mau gigimu rontok? ". ketus Raya
"Nona..! harga gaun Nona satu ini bukan murah tapi harganya fantastis, kata Nona tidak cantik? luar biasa. Nona buat saya minder karna tidak bisa beli gaun yang kata Nona tidak cantik ini". celutuk Dita
Raya tersenyum kikuk, "bukan itu maksudku..! tapi gaunnya memang tidak ada yang menarik menurutku". bela Raya dengan sedikit malu telah menyinggung Dita akan kata-katanya itu.
.
.
.
waah.. Raya udah berubah nih.. wkwk.. sibuk nyari gaun dia nya, biasanya cuek aja tuh pakai gaun apa aja. haha.. gemes deh..!!
.
__ADS_1
.
.