Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 58_ mencari tau


__ADS_3

.


.


Nia berlari kecil menyambut Arya di tempat parkiran.


"kenapa kamu suka sekali menghadang jalanku hmm?? ". tanya Arya seperti biasa memberi tumpangan pada Nia menuju 8 m tempat parkiran mobilnya.


Nia menatap Arya dengan serius, "dimana kakakku Kak? ". tanya Nia


"masih berani melindunginya? ". tanya Arya dengan nada dingin


Nia terdiam tak lagi berani bertanya, "t.. tapi dia satu-satunya Keluargaku yang tersisa". cicit Nia


"tenang saja..! dia masih hidup". jawab Arya keluar dari mobilnya.


Nia pun ikut keluar, Arya menekan remot mobilnya hingga tertutup dan terkunci.


Nia berlari kecil menyusul Arya, ia tidak berani bertanya dimana kakaknya berada.


"maaf kak..! aku tidak bisa menolong kakak, nada dingin Kak Arya lebih menakutkan dibanding masalah apapun yang aku hadapi". batin Nia


"aahhh! ".


Nia memekik saat kakinya tercekal oleh kakinya sendiri.


Arya berbalik badan dan menangkap tubuh Nia yang hampir terjatuh.


"kenapa? kurang kalsium? berjalan pun bisa jatuh? apa perlu aku bunuh kakakmu yang membuat mu kurang kalsium? ". cecar Arya dengan serius


"..b.. bukan kak..! maaf kak..! Tidak.. jangan bunuh kakakku, jika kakak membunuhnya sama saja membuatku tidak lagi punya keluarga". jelas Nia dengan panik dan terlihat takut.


Nia berusaha untuk berdiri dan ternyata kakinya keseleo.


"kenapa lagi? ". tanya Arya


"tidak ada kak". jawab Nia dengan cepat berjalan mendahului Arya dengan kaki sedikit pincang.


Arya menghela nafas panjang, "kenapa sulit sekali membuat peliharaanku itu benar-benar jinak, terkadang dia juga pemberontak". gerutu Arya


melihat Nia terlalu memaksakan jalannya, Arya melangkah lebih cepat dan menggendong Nia yang tak lagi berteriak melainkan kaget saja hanya matanya saja yang kian melebar.


"apa 2 peliharaanmu sudah makan? ". tanya Arya


"udah kak! ". jawab Nia kini tanpa ragu melingkarkan tangannya di leher Arya


"kenapa badanmu ringan sekali? apa kamu sedang diet ekstrim? ". tanya Arya


Nia diam saja lalu menatap ke arah lututnya, "masih belum kuat untuk makan banyak kak! maaf kak.. aku masih belum bisa melupakan semuanya". cicit Nia

__ADS_1


Arya tersenyum tipis lalu mengecup lama kening Nia hingga Gadis bergigi kelinci itu merona seketika.


Nia terlalu malu dengan cepat ia menyembunyikan wajahnya di leher Arya,


"sudah aku bilang urus yang masih ada saja, kamu juga sudah beberapa hari tidak mengantarkanku makan siang, sudah cukup bersedihnya kan? jangan libatkan aku, aku tidak bisa makan masakan lain lagi selain masakanmu yang sudah familiar di lidahku". Arya


Nia semakin merona mendengarnya, "bukankah kakak sedang libur bekerja? ".


"hmm.. tapi bukan berarti jatah makan siangku libur kan? ". Arya


Nia mengangguk di gendongan Arya, "baiklah kak, nanti Aku masakkan untuk kakak". cicit Nia


.


"Tuan?". sapa Ricis yang baru saja hendak keluar karna lalai tidak menemani Nia.


"jangan salahkan Ricis Kak, dia sudah 2 hari begadang menemaniku jadi saat tertidur aku merasa kasihan dan tidak tega membangunkannya". Nia membela Ricis


"kali ini aku maafkan! lain kali jaga pola tidurmu jika kamu memang tidak mau dia terkena hukuman jangan berulah padanya, jika sekali lagi dia lalai kamu tau kan maksudku? ". Arya


Nia mengangguk patuh, "iya kak! aku akan tidur saat Ricis memintaku untuk tidur, aku tidak mau dia di hukum karnaku".


Ricis terharu mendengarnya, baginya ini kesalahan fatal saat Nia keluar Apartemen tanpa dirinya yang seorang pengawal malah kurang ajarnya ia tertidur terlebih dari apapun masalah Ricis.


"bagus..! sana masak untukku! ". titah Arya menurunkan Nia dari gendongannya.


Nia tersenyum lebar lalu berlari kecil ke arah dapur disusul Ricis.


"huh...! siapa kau sebenarnya? kenapa kau berani melawanku? apa kau tidak punya internet sama sekali? tidak tau berita tentang keluargaku?".


"nyalimu cukup besar dengan membunuh kedua orangtua Chachaku". gumam Arya tampak berpikir dengan serius.


.


malam hari.


"Cha? ". panggil Arya


"iya kak! ". sahut Nia berjalan ke arah ranjang Arya dan masuk ke balik selimut Arya seperti biasa.


Nia sudah terbiasa tidur di pelukan Arya walaupun mereka tidak melakukan hubungan apapun sampai saat ini.


"apa kamu punya teman Pria selain Brayen?". tanya Arya serius.


Nia menjawab dengan polos namun terkesan jujur, "tidak kak..! aku hanya pernah dekat dengan 2 Pria dan lainnya tidak pernah".


"apa kamu mengenal pria ini? ". tanya Arya mengambil ponselnya di meja nakas dan menunjukkannya ke Nia


Nia melihat potret pria tampan di layar ponsel Arya, "siapa kak? aku tidak pernah bertemu dengannya". tanya Nia balik malah terlihat bingung melihat foto Pria asing itu.

__ADS_1


Arya meletakkan kembali ponselnya dan menepuk Lengannya, Nia dengan cepat berbaring lalu memeluk Arya seperti biasa.


"berarti Nia memang tidak mengenal Red tapi kenapa Red membunuh Keluarga Nia? apa masalahnya? kalau membunuh berarti musuh kan?". batin Arya yang lumayan pusing memikirkan alasan Red membunuh keluarga Nia.


di tempat lain.


Brayen berteriak histeris saat Perusahaannya tiba-tiba bangkrut, ia tidak lagi bisa membujuk para pemegang saham untuk menolongnya


Brayen tak sengaja bertabrakan dengan seorang perempuan cantik,


"maaf. !" ucap ucap gadis itu mengambil tas Brayen yang terjatuh lalu menyelipkan sesuatu dibawah tas Brayen


"tidak apa.. lain kali hati-hati cantik, jika pria jahat mungkin sudah dalam masalah kamu bisa saja di habisi olehnya". jawab Brayen seakan melupakan kemarahannya sendiri.


gadis itu tersenyum manis lalu berbalik pergi meninggalkan Brayen, saat berbalik gadis cantik itu menyeringai tipis seolah apa yang ia rencanakan sudah berhasil.


"tunggu..! ". teriak Brayen berusaha mengejar gadis cantik yang membuatnya jatuh cinta pandangan pertama pada nya.


perempuan itu seperti hilang di telan bumi di tengah keramaian nya saat ini.


Brayen mengumpat kasar lalu kembali meneruskan rencananya yang hendak menemui Red.


"bagaimana? ". tanya Arya di ujung telfon


"sesuai rencana anda Tuan, saya sudah melakukannya". kata gadis itu dengan sopan


"hmm.. bagus..! aku akan mentransfer uangnya sekarang juga". Arya


Gadis itu membekap mulutnya mendengar kata uang akan di TF ke rekeningnya, "terimakasih Tuan".


Arya mematikan panggilannya, ia berjalan ke arah Ruangan kerjanya dan duduk di depan komputer lalu memasang Earphone di telinganya.


"berani kau menemuiku?". tanya suara asing terdengar oleh Arya


"apa dia Red? ". gumam Arya


Arya mendengarkan semua percakapan pria asing itu dengan Brayen, Arya mengepalkan tangannya mendengar Pria bernama Red itu menginginkan istrinya.


"kau. urus sendiri masalah pekerjaanmu tidak usah seperti bocah mencari bantuan karna tidak bisa". Red


Brughh


"kau dengar aku tidak?? sana pergi...!! " usir Red


Arya masih setia mendengarkan pembicaraan Red dan Brayen hingga Brayen di usir keluar mansionnya, Brayen mengucapkan kata-kata kasar hingga Arya mulai marah mendengarnya.


"dia masih menginginkan Chachaku ya? ". gumam Arya mendengar umpatan Brayen.


.

__ADS_1


.


__ADS_2