Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
manis


__ADS_3

.


.


di Negara Lain.


seorang wanita cantik masih terbaring di ruangan bawah tanah, disamping wanita itu ada seorang pria tampan yang juga setia menunggunya untuk terbangun.


"sudah berapa tahun ini sayang? kenapa kamu tidak juga terbangun? ". tanya Pria itu dengan lirih.


Pria itu segera membuat ramuan untuk merawat kulit wanita itu menjadi lebih bersih dan terawat, walau sudah berpuluh tahun terbaring tak berdaya di ranjang tapi kulitnya masih bersinar dan berkilau, wajahnya juga masih terawat.


"sepertinya aku sudah bisa melepas alat-alat medis ini kan sayang? kamu sudah dekat kan? ". oceh pria itu membelai rambut panjang wanita itu.


selalu saja begitu, sang Pria selalu mengajak bicara istrinya, ia menutup diri dari dunia luar tidak ada yang tau bahwa mereka berdua masih hidup, sang pria pernah sesekali keluar untuk mencari makanan tapi ia menggunakan topeng wajah untuk menutupi wajah aslinya.


"Almira istriku.. ku mohon bangunlah..! kamu harus bangun dan kita bisa mencari putra kita..! apa kamu akan terus seperti ini? sampai kapan? sampai kapan kamu seperti ini? anak kita pasti dalam bahaya apa kamu tega membiarkan anak kita jadi sasaran Edward?".


Pria yang tengah berbicara sendiri itu bernama Zain, ia adalah seorang tabib terkenal yang bisa menyembuhkan penyakit apapun dengan ramuan obat herbal racikannya, ia berasal dari negara Arab.


Zain dan Almira bertemu di Indonesia untuk pertama kalinya, Almira terluka dan Zain menyelamatkannya dari situlah awal perjalanan cinta mereka hingga sekarang.


"Mira? ". panggil Zain kaget bercampur senang melihat jari istrinya bergerak setelah sekian tahun lamanya.


"sepertinya kamu sangat merindukan anak kita ya? dia ada di Indonesia sayang.. dia memiliki seorang istri yang sangat cantik mungkin kita akan jadi oma dan opa. !". Zain kembali memancing Almira dengan cerita-cerita saja,


ia tidak tau Raka benar-benar sudah menikah, Zain hanya ingin bercerita saja supaya Almira bangun.


.


.


"sayang..? Smith sudah meninggal sayang.. dia tidak bisa melindungi anak kita, apa kamu akan terus berbaring seperti ini?".


"aku dengar anak kita sama kuatnya sepertimu.. dia seorang Ketua Mafia sayang.. dia anak mu, anak kita.. anak kita sudah tumbuh dewasa".


Zain merasa begitu senang melihat respon tubuh Almira yang terus saja bergerak seolah ia mendengar cerita Zain.


Zain menggenggam tangan Mira dan mengecupnya lembut.


"Edward sedang mengincar putra kita sayang..! ayo bangunlah !". bisik Zain dengan nada gemetar.


mata Mira mulai bergerak-gerik, keningnya mengkerut membuat Zain makin senang saja. kini ia tau cara memancing Istrinya supaya cepat sadar, ia akan terus menceritakan sosok anaknya yang kini sudah dewasa.


bohong jika Zain tidak merindukannya, Zain sangat merindukannya tapi karna Pria yang sangat berkuasa di Dubai membuat Zain tidak berdaya selain bersembunyi demi mempertahankan Almira yang koma akibat pendarahan hebat saat melahirkan anak nya.


saat dokter sudah menyerah, Zain mengambil alih dan membawa Mira ke ruang bawah tanah, tidak pernah terbesit dalam dirinya untuk menyerah, ia tidak akan rela melepas pergi Mira setelah apa yang terjadi menimpa keluarga kecil mereka.

__ADS_1


.


.


di negara Indonesia.


jelang Resepsi pernikahan Raka dan Raya yang akan di gelar esok hari.


"hmm... baiklah.. Papi akan panggilkan orang-orang the Xylver untuk membantu mengamankan acara pesta pernikahan kalian esok". Dylan


"terimakasih pi". ucap Raka dengan lega


Arya mengerutkan keningnya sedangkan Satria tampak santai saja mendengar pembicaraan mereka.


"apa ada yang abang ipar khawatirkan? ". tanya Arya


"hmm.. ada seseorang yang mengejar abang, dia cukup berkuasa". jawab Raka sambil memijit pelipisnya.


"mengejar? ". beo Dylan dan Satria


"maksud abang? ". tanya Arya


mereka bertiga mulai serius mendengarkan cerita Raka, sungguh mereka seperti keluarga dekat yang tanpa segan menceritakan masalah satu sama lain bahkan saling bertukar pendapat.


"anak macan? ". gumam Dylan merasa tidak asing.


"Papi tau siapa wanita itu? ". tanya Raka


"kenapa? apa kau penasaran dengan Mira? ". tanya Dylan balik.


"orang yang memburu Raka mengatakan kalau Raka ini Anak Macan, mereka terus berbicara kalau Raka tidak akan bisa bertemu dengan ibu kandung Raka, entah apa yang terjadi dengan ibu Raka. Alice mengatakan kalau ibu kandung Raka sedang Koma". Raka


"benarkah? tapi dia sudah lama menghilang dari dunia ini, banyak yang bilang Macan Asia itu sudah meninggal". Dylan menjawab.


"mungkin bukan wanita itu ibu abang". celutuk Arya


"biarkan waktu yang menjawab semuanya bang..! sekarang tugas mu adalah menjaga kak Raya dengan sangat baik, jangan sampai ia terkena sasaran musuhmu". Satria


Raka menghela nafas pasrah.


Papi Dylan tampak berpikir, ia sangat yakin semua orang mengatakan wanita yang di cap Macan Asia itu telah meninggal dunia karna memilih cinta dibanding pria berkuasa di negara Dubai.


cerita itu sangat terkenal di zaman mudanya sebelum bertemu dengan Shindy, Dylan tidak pernah bersinggungan dengan wanita itu walau mereka sama-sama kuat tapi baik Dylan maupun Mira tidak akan saling menyerang jika tidak di usik.


.


Raka kembali ke mansion, ia sibuk dengan pemikirannya mengenai sosok ibu kandungnya.

__ADS_1


"apa yang terjadi pada mama? kenapa mama koma? apa itu sebabnya Ayah membawaku pergi? apa itu sebabnya Ayah tidak bisa berdiam diri di rumah smith? apa itu semua jawabannya? mama sedang dalam masalah besar? ". Batin Raka.


diam-diam tangan Raka terkepal kuat, ia tidak tau siapa dalang yang sudah membuat dirinya terpisah dari ibu kandungnya serta kehilangan ayahnya.


Raka terus melamun hingga sampai di dalam kamarnya.


"abang...? " Raya menepuk kedua tangannya di wajah Raka.


Raka tersentak lalu mengedarkan pandangannya betapa syoknya Raka melihat Raya mengenakan gaun pernikahan yang indah namun sangat seksi.


"kamu akan memakai ini sayang? ". tanya Raka tak senang.


"siapa bilang? aku hanya pakai ini untuk dilihat abang aja". jawab Raya sambil tersenyum manis menyibakkan rambutnya kebelakang.


Raya meraba anggun lehernya hingga Raka menelan ludah seketika, ia mudah sekali terpancing jika Raya menggodanya walau dengan cara mudah atau spele padahal Raka bukan pria yang gampang tergoda.


"siapa yang memilih gaun ini sayang? ". tanya Raka mendekat langsung melingkarkan lengan kekarnya di pinggang Raya.


Raya memegang kedua bahu suaminya sambil tersenyum, "aku dapat kado dari Wulan". jawab Raya


"Wulan? ". beo Raka


"iya.. adiknya Alvan dan Nola sekarang kan mereka di Meksiko dan dalam perjalanan kemari". jawab Raya


"pantas saja bajunya sangat kebarat-baratan". Raka berkata sambil memeluk Raya dengan mesra mengendus dan mencium bahu terbuka Raya.


Raya terkekeh, "abang suka kan? ".


"hmm.. sangat suka.. kamu memancingku sayang padahal aku tidak boleh melakukan itu, anak kita bisa dalam bahaya". decak Raka sambil mengendus-ngendus leher Raya


"apa abang ini anj*ng? kenapa mengendus-ngendusku? ". tanya Raya menahan tawa


"hmm.. aku akan jadi binatang liar saat bersamamu sayang". Raka malah mengakui hingga Raya makin tertawa lebar.


.


.


.


teka-teki mulai terkuak kan? wkwk.. selamat pagi dan selamat beraktifitas semuanya..


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2