
.
.
Nia dibawa bersenang-senang oleh Arya, Arya juga bosan dan ingin menenangkan diri kebetulan Nia tampak bahagia bersamanya di tempat ini.
"mau itu? ". tanya Arya menunjuk toko escream.
"mau! ". jawab Nia semangat berlari ke arah toko itu.
Nia tidak pernah merasakan surga dunia yaitu bermain-main ditaman hiburan, biaya masuknya cukup mahal bagi Nia yang lebih memikirkan makan siang dan malamnya dari pada jalan-jalan.
"ini dimana Tuan? ". tanya Nia
"Bogor! ". jawab Arya membuat mata Nia membulat seketika
"hah? kok jauh sekali? ". tanya Nia
"aku terlalu lelah kembali jadi kita ke puncak saja untuk menginap". Arya menunjuk lampu kerlap-kerlip di ujung pandang.
Nia melihat arah tunjuk Arya, "walaupun Tuan Arya sangat baik tapi aku juga deg-deg an tidur satu atap dengan Tuan Arya". batin Nia.
"ayo kita kesana..! udah puas mainnya kan? ". Arya menundukkan kepalanya sambil mencondongkan badannya menatap manik mata hitam Nia
Nia mengangguk patuh sambil mencoba untuk tersenyum
"jangan khawatirkan pekerjaanmu! aku sudah bilang". Arya menekan kepala Nia.
"Tuan? ". panggil Nia
"hmm? ". sahut Arya mengusap pipi Nia yang berisi
"kenapa tangan Tuan Panas sekali? ". tanya Nia khawatir memegang tangan Arya yang terasa panas.
"benarkah? coba pegang keningku? ". pinta Arya
Nia memegang kening Arya dan makin khawatir.
"Tuan demam". Nia berkata dengan khawatir kini berani menangkup rahang Arya yang terasa panas.
"hmm sepertinya begitu". jawab Arya menyandarkan dagunya di puncak kepala Nia.
"ayo kita ke sana Tuan..! anda harus diobati segera!". Nia membantu Arya berjalan menuju Mobil Arya.
"kau bisa menyetir kelinciku? ". tanya Arya sambil tersenyum tipis dengan perlakuan Nia yang sangat lembut juga begitu hati-hati.
"bisa Tuan..! saya sering menjadi supir dimasa kuliah untuk nambah uang kampus". jawab Nia sambil memasang seatbelt di tubuh Arya.
Arya mengusap kepala Nia yang kini ada dibagian kemudi, Nia menekan tombol untuk menutup kembali atap mobil Arya.
"bertahanlah Tuan! ". pinta Nia dengan khawatir
Arya mengangguk sambil membenarkan kursinya.
Nia melajukan mobil Arya dengan kecepatan tinggi hingga sudut bibir Arya terangkat tipis, ia sangat tau kecepatan ini mengingatkannya pada Kama dan Kalila yang hoby balap walaupun jarang menunjukkannya ke siapapun.
sesampainya di Vila, Nia disambut oleh seorang Wanita paruh baya yang bertugas membersihkan Vila milik Keluarga Melviano.
__ADS_1
"Nona Siapa? ". tanya Wanita itu penasaran
"Bibi siapa? apa Bibi kenal dengan Tuan Arya? Bibi IRT kan? ". cecar Nia yang kini benar-benar kacau
"Tuan Arya? ". beo Bibi Ros
"Iya.. bantu saya Bi..! Tuan Arya sedang demam!". pinta Nia berlari ke mobil Arya
Bibi Ros tentu ikutan berlari menyusul Nia dan mereka berdua membawa Arya ke dalam Kamar dengan hati-hati.
Bibi Ros curi-curi pandang melihat gadis cantik yang kini sedang merawat Tuannya, "Apa Kekasihnya Tuan Arya ya? cantik sekali dan terlihat begitu mencintai Tuan Arya". batin Bibi Ros.
"Bibi ada air panas? ". tanya Nia
"ada Non.. Ada.. ". Bibi Ros berlari keluar kamar Arya dan mengambilkan semua perlengkapan yang Nia butuhkan.
"Maaf Tuan..! saya hanya izin buka baju Tuan". ucap Nia mengatupkan tangannya sambil memejamkan mata dihadapan Arya.
Arya perlahan membuka matanya ia tersenyum melihat tingkah Nia yang seolah takut membuka bajunya padahal Arya lelaki bukan perempuan.
Satu malam Nia merawat Arya membuatkan Arya bubur dan menyuapi Tuannya dengan lembut juga hati-hati setelah itu menyuapkan obat, Bibi Ros bisa melihat betapa sibuk dan tulusnya perlakuan Nia terhadap Tuannya.
.
pagi-pagi
Arya perlahan membuka matanya dan melihat keatas dimana ada tangan Nia tengah memegang keningnya lalu melirik kebawah dimana tangan Nia memegang kain lembab.
Arya tersenyum melihat wajah lucu Nia yang tertidur, gigi Kelinci Nia benar-benar terlihat menarik saat terbuka dalam keadaan tidur bahkan saat tersenyum pun Arya suka.
"Nia? ". Arya mengelus kepala Nia dengan lembut.
"jorok". ejek Arya
"maaf Tuan..! saya ketiduran". Nia mengucek kedua matanya
"ya". Arya mencoba untuk duduk.
Nia dengan sigap membantu Arya duduk,
"kau berguna juga aku kasih makan kelinciku! ". Arya mencubit pipi Nia.
Nia tidak menjawab hanya diam sambil membenarkan bantal untuk sandaran Arya lalu tanpa pemandu tangan Nia memegang kening Arya.
"akhirnya turun juga demamnya". Nia tersenyum lega
Arya mengelus kepala Nia, "terimakasih!".
Nia menatap manik mata Arya seketika,
"kenapa? ". tanya Arya tersenyum tipis hingga Nia mengerjabkan matanya.
"Tidak Tuan..! saya merasa senang karna ucapan anda seolah saya cukup berguna! ". jawab Nia menggaruk keningnya sambil tersenyum malu.
"kau memang berguna aku kasih makan! ". ejek Arya
Nia tertawa hingga gigi kelincinya terlihat jelas oleh Arya, Arya ikut tersenyum entah apa yang salah dengannya Arya cukup senang Kelinci liarnya yang ia dapatkan di Singapura kini telah jinak ditangannya bahkan merawatnya saat sakit.
__ADS_1
Arya mengusap kepala Nia dengan gemas.
"sana cuci ilermu". titah Arya
"saya sebenarnya tidak ileran Tuan cuma tadi malam ketiduran dan posisinya tidak bagus". jelas Nia tak terima dikatakan ileran.
Arya tak menjawab hanya tertawa saja.
.
.
di tempat lain
"kemana abangmu sayang? ". tanya Dylan ke Alya dimeja makan.
"ke puncak mungkin sama kakak ipar". jawab Alya sambil tersenyum.
"mereka minta dinikahkan ya". decak Dylan
"tapi Nia sepertinya belum siap Pi". Shindy
"dia pasti mau..! hanya melihat tatapannya saja aku sudah bisa menebak gadis itu menaruh hati pada putra kita". Dylan mengelus kepala Istrinya.
"iya lah Pi..! siapa yang tidak jatuh Cinta pada Pria sebaik abang Arya, sama abang Satria, kedua abang Alya sangat menakjubkan ! siapapun perempuan yang menatapnya akan langsung jatuh cinta apalagi perempuan yang mengenalnya udah jelas tau kepribadian kedua abang Alya sangat baik". Alya memuji kedua abang kesayangannya
Dylan tersenyum ke arah Shindy yang ikut tertawa.
"Kalau Alya perempuan lain yang tidak punya ikatan darah dengan bang Arya pasti akan jatuh cinta". lanjut Ayu lagi
"kamu ini sayang". Shindy.
"jangan pikirkan masalah abangmu sayang! Papi percaya padanya hanya saja Papi tidak suka gadis baik itu dicela dan dikatakan gadis tidak benar". Dylan
"kamu tidak berubah sayang! ". Shindy merangkul manja suaminya yang sangat memikirkan derajat perempuan.
Dylan terkekeh lalu mencium puncak kepala istrinya,
Alya sudah kebal melihat kemesraan Papi dan Maminya itu, banyak keluarganya yang berpasangan bermesraan didepannya dan Alya tak lagi heran hanya Arya yang belum pernah terlihat oleh Alya bersikap romantis pada perempuan lain.
itu sebabnya Alya begitu heboh melihat Arya bersama Nia, apalagi Arya menyebut Nia Kelinci peliharaannya yang artinya Arya telah mengklaim Nia milik Arya Mahardika Melviano.
Alya melihat ponselnya ada pesan masuk dari Al.
"Alya! ". sapa Al
Alya hanya tersenyum sengaja tidak membalas pesan Al, Alya tidak mau Al begitu mudahnya mendapatkan hatinya anggap saja Alya sedang membalas sedikit masalah perempuan yang pernah ditid*ri Al, Alya tentu cemburu tapi ia harus menahan diri sebelum Al benar-benar mengungkapkan perasaannya ke Alya.
.
.
Esok lai Yee...! Nae sengaja tidak buat Novel baru buat kisah mereka (Arya & Alya) karna Nae mau buat episodenya tidak banyak karna tidak ingin berbelit-belit nantinya, kan sayang buat Novel baru cuma 40 Episode.. hehe... Terimakasih dukungan semuanya like yang banyak ya biar tambah semangat! makin semangat baca komentar penyemangat kalian... Wihuiiwww...baper Nae...
.
.
__ADS_1
.