
.
.
Nia keluar dari mobil Arya lalu menatap kepergian Arya hingga tak lagi terlihat, Nia tersenyum manis berlari kecil memasuki Restaurant tempatnya bekerja.
(kedua orangtua Nia) Wendy dan Bio yang menunggu di parkiran tak sengaja melihat Nia keluar dari Mobil Plat bintang laut Logo Khas keluarga Melviano pun ternganga lebar.
"jadi benar apa yang Tia katakan". Wendy
"Ma.. kita tidak bisa menyentuh anak iblis itu, dia bisa saja mengadukan kelakuan kita pada Tuan Arya". Bio
"segitu beraninya dia Pa? Mama merasa dia tidak akan berani mengadu jika kita membentaknya, Mama benar-benar tidak tahan atas perlakuannya itu! Bagaimana bisa Mama melahirkan Monster seperti itu yang begitu kejam menampar wajah kakaknya sendiri sampai membengkak". Wendy
"Papa tau sendiri kan Tia tidak mau keluar Rumah bahkan tidak mau bekerja karna wajahnya, anak itu benar-benar keterlaluan Pa..! Mama tidak tahan ingin mencekiknya sampai mati". Wendy
"Mama jangan gegabah!". peringatan Bio
"Mama tidak peduli Pa..! hanya karna punya Tuan Arya dia makin meraja lela pada Putri kita". Wendy
"Papa tidak terima! kita cari waktu lain". Bio melajukan kendaraannya sedangkan Wendy berteriak meminta suaminya untuk kembali ke tempat awal.
.
Nia pulang cepat hari ini karna jam kerjanya telah selesai, Nia dapat sesi kerja Pagi dan pulang jam 4 Sore terkadang Nia dapat sesi kerja sore dan pulang jam 12 malam.
Nia berbelanja di pasar tradisional, ia berbelanja sayur mayur yang banyak sebab Arya bilang akan datang ke Kontrakan Nia bersama Alya nanti malam.
"Kak Kami tidak suka Brokoli...! ". pesan Alya beberapa jam yang lalu.
Nia tertawa melihat sayur Brokoli, "kenapa Tuan tidak suka Brokoli ya? ". Gumam Nia bertanya-tanya lalu tersenyum mencari sayur lainnya.
jam 19.09 malam
Nia membuka pintu Kontrakannya saat ada yang mengetuk pintu Rumahnya.
"Hai.. kakak ipar?? ". sapa Alya dengan cerah
"haiii?? ". sapa Nia tersenyum manis
Alya memeluk Nia dengan manja dan Nia membalasnya, Arya hanya menggeleng pelan kepalanya.
"Kakak ipar nambah anggota baru nggak apa kan? ". tanya Alya dengan memelas
"hah? ". Nia yang tidak faham mengedarkan pandangannya dan melihat seorang perempuan cantik.
"dia Ayu pengawal Alya yang Alya ceritakan itu". Alya
"perkenalkan nama saya Ayu Nona". Ayu mendekat dan memberi tundukan sopan pada Nia yang memiliki ikatan dengan Arya apapun itu.
"Eh..Nama Saya Nia tidak perlu berbicara dengan formal". Nia mengulurkan tangannya sambil tersenyum senang.
Ayu tampak bingung lalu melihat Alya yang mengangguk sambil tertawa cekikikan, Alya tau Nia sangat kesepian selama ini jadi saat ada teman baru ia sangat antusias.
Ayu menyambut tangan Nia, mereka bersalaman dan saling melempar senyum satu sama lain.
__ADS_1
"sampai kapan kalian ngedrama? abang sudah lapar dek". gerutu Arya
"eeh.. ayo masuk..! ". ajak Alya yang menganggap rumah sendiri.
Alya dengan cepat menarik tangan Ayu membawanya ke dapur,
"Kakak ipar udah masakkan?". tanya Alya berteriak
"sudah". sahut Nia
"Mari Tuan! ". ajak Nia mempersilahkan Arya masuk.
Arya tersenyum tipis lalu masuk dan mengelus kepala Nia yang kini telah berani menatap mata Arya.
"bagus kelinciku..! kau semakin berani mau menatapku". Arya mencubit pipi Nia
"maaf saya lancang Tuan". Nia menurunkan kembali pandangannya.
"aku suka kau yang seperti tadi..! aku sudah bilang jadilah Kelinci jinak didepanku, aku Tuanmu yang memberimu makan sampai segemuk ini". Arya berkata sambil mengacak rambut Nia.
Nia tersenyum manis, ia tidak marah dikatakan kelinci oleh Arya, Karna Arya sering menyamakannya dengan Kelinci Nia sering mencari tau apapun mengenai kelinci.
.
.
Arya makan dengan lahap bersama Alya, Ayu dan Nia, makan bersama seperti rakyat jelata lucunya Arya tidak jijik hal itu membuat Nia makin kagum dengan kedermawanan keluarga hebat itu.
"apa Kakak Ipar bisa masak apa aja? ". tanya Alya dengan mata berbinar
"enak sekali masakan No.. eh.. Kak Nia". Ayu memuji
Nia makin malu saja, "Kakak memang sangat ingin jadi Chef tapi tidak punya biaya untuk kuliah ambil S2 supaya bisa jadi Chef hebat".
"tapi Kami ada Kursus di Jerman Kak". Alya berkata sambil melihat ke arah Arya
"hah? berapa Biaya nya? ". tanya Nia dengan semangat.
"aku bisa mengurusnya bulan depan jika kau memang mau Kursus bagian Chef disana". Arya
Nia menoleh ke Arya, "tidak perlu Tuan..! saya tidak mau jauh dari Tuan". gumam Nia begitu polos dan jujur.
"hah? ". kaget Alya
"Ehh? ". Ayu juga kaget.
"apa kau bilang? ". tanya Arya yang tidak mendengar perkataan Nia.
Nia melebarkan matanya lalu melihat ke arah Alya yang menahan tawa begitu juga Ayu hanya Arya yang tampak tidak tau menau.
"tidak Tuan.. apa Tuan mau tambah? ". tanya Nia mengalihkan.
Alya dan Ayu saling pandang lalu tertawa cekikikan.
.
__ADS_1
.
"terimakasih makan malamnya kak..! Alya sampai kekenyangan dan sebenarnya malas berjalan". Alya merangkul manja lengan Nia.
Nia ikut tersenyum senang, "lain kali Kakak akan masakkan kalau kamu mau dek".
"waah.. Kakak ipar baik sekali". Alya memeluk manja Nia yang tertawa.
Arya dan Ayu saling melirik ke arah mobil yang tak jauh parkirannya dari Mobil Arya dan Mobil Alya.
"Ayu? ". bisik Arya
Ayu mendekat lalu mengangguk melihat kode mata Arya yang seolah bertanya apa yang dipikirkan Arya sama dengan yang dipikirkan Ayu tentu Ayu mengiyakan,
sejak awal mobil mereka berhenti mobil itu juga ikut berhenti tapi tidak berpikiran lain karna tidak mungkin berani mengintai Arya atau Alya, namun semakin lama mobil itu tak juga pergi setelah lama mereka makan didalam Kontrakan Nia.
"berani sekali". gumam Arya tersenyum miring.
"Ayo ikut aku!". ajak Arya menarik tangan Nia memasuki mobilnya.
Nia terbelalak kaget, ia tidak bisa berkata-kata karna terlalu kaget dan Alya memekik senang sambil bertepuk tangan melihat betapa mesranya Arya dan Nia dimatanya.
.
"Tuan? ". Nia hendak protes tapi melihat lirikan Arya membuat Nia bungkam tak berani mengajukan protes lagi.
Arya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi
"ada apa sih? ". tanya Alya heran dengan abangnya yang tiba-tiba melaju kencang tak seperti biasanya.
"arah jarum jam 3 perlahan jangan terlalu ketara". bisik Ayu.
Alya yang mendengarnya tentu terkejut, "ayo kita pergi...! ". ajak Alya dibalas anggukan oleh Ayu.
.
.
Nia ketiduran didalam mobil Arya, saat terbangun ada pemandangan indah yang terlihat oleh Nia.
"hah? apa aku bermimpi? ". gumam Nia tidak percaya.
"kita ada di taman hiburan yang akan diresmikan 2 hari lagi". Arya berkata sambil membuka atap mobilnya.
Nia berdiri dimobil Arya dengan tatapan berbinar penuh bintang.
"Tuan? kalau belum diresmikan mengapa kita bisa masuk?". tanya Nia berbinar cerah.
"taman hiburan ini milikku". jawab Arya santai
Nia menganga ke arah Arya, "orang Kaya enak sekali membangun apapun". batin Nia yang hampir lupa siapa Arya.
.
.
__ADS_1
.