
.
.
Nia di dorong oleh Wulan dan Aisha naik ke atas panggung pengantin.
Arya tertegun sejenak melihat penampilan Nia yang berubah 180°, "apa dia memang kelinciku? ".
"aaahh..! ". Nia menginjak gaunnya sendiri dan Arya menangkapnya hingga terjadilah adegan bertatapan diantara mereka.
"kau tidak apa-apa? ". tanya Arya
"eeh..? ". Nia berusaha untuk berdiri dibantu oleh Arya yang memegang pinggang kecil Nia.
"kamu akan menikahinya Arya tidak bertunangan kan? ". tanya Ella dengan serius.
"kalian bahkan sudah tidur 1 ranjang walaupun tidak melakukan apapun tapi tetap saja kamu laki-laki nak..! Papi tidak suka ada manusia hina yang menghina Nia, dia gadis baik-baik". Dylan bersuara
seketika suasana jadi riuh, Nia melebarkan matanya dengan wajahnya yang kian memerah.
Arya menghela nafas panjang, "singkirkan mereka semua! ". pinta Arya melihat wanita-wanita seksi yang masih betah berdiri ditengah-tengah panggung.
Shindy dan Kaira saling pandang satu sama lain lalu terkekeh pelan.
"kalian turunlah! ". titah Nova dan Nola dengan serius.
"pilih salah satu diantara kami tidak apa Tuan, kami rela menjadi yang kedua dan ketiga". kata salah satu diantara perempuan seksi yang profesinya seorang model.
"ckk..! aku tidak tertarik satupun diantara kalian". decak Arya
"ayo..! ayo turun! ". Nola meminta Saudara Perempuannya untuk membantunya mengusir para wanita tak tau malu itu.
Pandu (Putra Lastri) pun berlari kecil disusul dengan Kama yang membantu Nola untuk mengusir wanita-wanita tidak tau diri itu.
Nia hendak turun panggung tapi di genggam oleh Arya hingga Nia kembali menatap Arya
"kau mau menikah denganku kan? ". tanya Arya serius
Nia ternganga, "ta. tapi a.. aku tidak punya kelebihan Tuan". cicit Nia
"aku punya segalanya tidak butuh apapun! aku adalah pria yang baik aku tidak mau menikahi perempuan lain, jika ada perempuan yang harus aku nikahi lebih baik aku menikahimu". Arya berkata dengan serius.
"trima.. trima.. trima..! " Wulan
semua orang saling pandang pun berteriak hal yang sama, Nia melihat sekeliling.
__ADS_1
Shindy dan Kaira pun saling pandang, mereka seolah tau isi pikiran Nia yang terlihat tidak begitu menginginkan pernikahan ini dengan Arya.
sebenarnya Nia benar-benar mau Arya lah suaminya tapi cara mereka menikah saat ini tidaklah cocok, Nia tidak mau Tuannya terpaksa menikahinya hanya karna tidak mau bertunangan dengan salah satu dari perempuan seksi tadi.
"apa kamu tidak akan bertanggung jawab pada Putraku nak? ". tanya Shindy dengan serius.
"tanggung jawab? ". beo semua orang dengan raut wajah bingung khas masing-masing.
"kamu harus tanggung jawab sayang..! dia sudah melakukan hal yang diluar batas antara perempuan dan laki-laki, walaupun dia tidak melakukan apapun tapi percayalah kami tidak menyukai perbuatan Arya". Kaira
"iya Kakak ipar..! kami sangat menghargai perempuan, siapapun perempuan yang masuk dalam kehidupan para lelaki Melviano itu adalah keberuntungan Perempuan itu, kakak ipar harus yakin kalau Kakak memang perempuan yang beruntung itu". Aisha.
Kanaya, Mayra, Raya dan Alice saling pandang satu sama lain,
"apa yang dipikirkan oleh Nia? ". tanya Mayra
"entahlah..! bagaimanapun Nia gadis baik-baik, jika Arya harus menikah aku suka dia menikahi Nia, Cerry sangat dekat dengannya". Raya
"benarkah? ". sambung dr. Kinan tiba-tiba bergabung dengan mereka.
Kaisha pun mendatangi Raya bersama saudara perempuannya yang lain.
"iya... Aunty.. Cerry sangat menyayangi Nia". jelas Raya
"Zaskia juga". sambung Alice sambil tersenyum
"bagaimana sayang? ". tanya Ella
"apa kamu tega mempermalukan keluarga kami juga menolak Arya nak? ". tanya Kaira membuat Nia melihat ke arah Arya
"Kakak ipar orang baik, Kakak ipar tidak akan menolak bang Arya! ". Wulan
"benar! ". sambung Aisha
"terima aja Kakak ipar..! Abang Arya adalah pria yang sangat bisa dipercaya seumur hidup, kakak tidak akan menyesal menikahinya". Rhiana.
Nia mengangguk patah-patah dan Arya mengelus kepala Nia dengan senyum tipisnya.
semua keluarga Melviano yang paling heboh terutama kalangan para gadis, Alya pun melompat-lompat senang memeluk Al dengan girangnya.
"tidak usah pikirkan mas kawin dan walinya". Dylan
"ha? ". Nia cengo
"masuk..! ". titah Pasha
__ADS_1
semua orang memberi jalan, Wendy dan Bio pun berjalan saling perpegangan satu sama lain di ikuti Tia yang kini berjalan dengan angkuhnya.
Tia tidak pernah berpikir Nia akan menikahi Arya malah menebak Keluarga Melviano mengundangnya karna pernikahan Al dan Alya
"Papa..? Mama? ". gumam Nia dengan mata berkaca-kaca
Impian Nia sejak dahulu hanya 1 yaitu ingin menikahi Pria yang sangat ia cintai dan Bio menjadi walinya, Nia sangat haus kasih sayang kedua orangtua nya.
Shindy, Dylan, Kaira, Ella, Rani mendekati Wendy dan Nia, sungguh wajah Wendy dan Bio begitu tegang disambut oleh Keluarga Melviano.
"T.. Tuan besar Nyonya besar". Wendy dan Bio tidak tau mau berbicara apa saat diundang tiba-tiba oleh keluarga hebat itu.
"jangan seperti ini Wendy..! Kita akan menjadi besan! kami menginginkan putrimu untuk menikahi putraku". Shindy
Tia berdehem cantik lalu memperkenalkan dirinya dengan anggun dan sopan bahkan terlalu sopan.
mereka tersenyum saja berusaha untuk bersikap baik, tentu 1 Keluarga Melviano tau bagaimana sikap Tia yang merupakan saudara kandung Nia, wanita jahat yang tega membuat adiknya dibenci kedua orangtuanya, diusir oleh keluarganya sendiri.
Nia berlari ke arah Bio dan memeluk Papanya, "Papa..? papa datang untuk menikahkan kami? " Tanya Nia mendongak menatap Bio dengan pandangan berbinar seperti anak kecil.
Arya mendekat dan menundukkan kepalanya sebagai rasa hormat pada kedua orangtua Nia, Bio dan Wendy saling pandang dengan wajah pucat.
Tia ditahan dibawah oleh Orang-orang Melviano, Tia tidak bisa naik keatas panggung bersama Wendy dan Bio.
"mari kita mulai acaranya! ". Shindy
"Walinya sudah tiba pak penghulu! ". Rani berkata ke Penghulu nya yang di perlakukan bak Raja oleh Keluarga ternama itu.
sudah dapat uang banyak, dikasih makan enak, diberi minuman, para Pelayan hotel MattGroup memperlakukan semua tamu penting dengan sangat baik terutama pak Penghulu yang tugasnya menyatukan 2 insan Keluarga Melviano dalam ikatan pernikahan yang sah dimata agama dan hukum.
.
.
Bio terlihat gugup saat duduk di hadapan Arya yang kini siap menikahi Nia, Nia duduk disamping Arya.
Alya dengan semangat memberikan sebuah selendang putih dan meletakkannya diatas kepala Nia dengan Arya.
Nia menggenggam tangan Wendy menghilangkan rasa gugupnya, apa dirinya pantas bersama Arya Melviano.
Raya dan Mayra membawa sebuah kotak berisi mas kawin dan mahar untuk Nia, Kaira juga membawa sebuah paperbag untuk Orangtua Nia sebagai bukti lamaran serius Keluarga Melviano untuk Arya.
Tia mengepalkan tangannya melihat Arya menikahi Nia, "ke.. kenapa bisa seperti ini? kenapa Tuan Arya menikahi gadis norak itu? apa bagusnya dia? kenapa semua keluarga Melviano mencintainya? ". batin Tia dengan mata memerah.
.
__ADS_1
.
.