Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 88_ saran


__ADS_3

.


.


sepulang dari pemakaman Kedua orangtua Nia, Nia dan Arya kembali dari pemakaman Mely dan Matt yang cukup jauh tempatnya.


"kenapa bisa jauh sekali kak? ". tanya Nia penasaran


"disana tempat khusus untuk orang-orang elit". jawab Arya asal.


Nia mengangguk percaya sebab di tempat tadi memang rumah peristirahatan Kedua orangtua Pasha sangatlah cantik dan sangat mewah, tanpa Nia ketahui disana hanya khusus kerabat dan keluarga Melviano saja.


"tapi kenapa bunga-bunganya banyak sekali kakak letakkan? hampir semua pemakaman disana kakak beri bunga". tanya Nia penasaran


"oh.. Itu kedua orangtua Grandfa, Grandma, Mamanya bang Raka, ayahnya Papa Candra dan banyak lagi". jawab Arya santai.


Nia menjatuhkan rahangnya, "j.. jadi disana keluarga besar kakak? ". tanya Nia tergagap


"hmm". jawab Arya menekan gemas kepala Nia.


"Kak.. awaaasss! ". pekik Nia


Arya memutar setir mobilnya dan berhenti ditepi jurang, Arya melihat kebelakang.


"oh...balas dendam ceritanya". gumam Arya menebak


"kak.. Kenapa bisa banyak mobil besar disini? memang kemana tujuan mobil-mobil besar itu kak?". tanya Nia memicing khawatir.


"pegangan Cha!". titah Arya


Nia mencari pegangan,


"kita balap! ". Arya menekan pedal gasnya.


Nia membelalak saat mobil tadi berputar arah, dan tak lama banyak mobil dari arah lawan.


"tenang ya Cha? ". Arya berkata tanpa melihat ke arah Nia.


walau jalan yang mereka lalui saat ini sangat sempit, salah berbelok saja bisa terjun bebas ke jurang.


Nia menegang seketika mobil besar didepan dan dibelakangnya seolah sengaja melaju kencang ke arah mobil yang Arya dan Nia naiki saat ini.


"apa mimpi itu sebuah petunjuk? ". batin Nia


Nia mengeluarkan senjata api dari balik bajunya, ia meminta Arya membuka atap mobilnya.


ditengah-tengah situasi menegangkan mereka, senyum samar terbit dibibir Arya, ia merasa bangga Nia kini sudah semakin dewasa dan tau situasi yang tidak menguntungkan yang sedang mereka alami.


jika dulu mungkin Nia akan bertanya-tanya dengan tampang polosnya, Nia terlalu lemah lembut dan sekarang Nia semakin berubah sejak Nia mimpi buruk di malam itu.


Nia menembak kaca truk hingga pecah dan mengenai kepala, mata, telinga serta hidung para pengemudi truk yang jalan berdampingan tidak memberi jalan untuk mobil Arya dan Nia saat ini.

__ADS_1


Nia seakan tidak berkedip menarik pelatuknya itu, ia bisa menembak ke empat supir truk yang berbeda-beda dalam hitungan detik.


Arya memutar setir dan terpaksa menaiki dataran tinggi dijalur kanan, jika Arya banting setir ke Kiri maka juranglah yang menanti mereka.


tatapan Nia mengarah tajam ke mobil-mobil itu,


duarrr...!


tabrakan dahsyat pun tidak terelakkan, bisa ditebak semua supir di dalam truk itu sudah meninggal karna peluru Nia.


Arya mengunci mobilnya saat berada di dataran cukup tinggi supaya mobilnya tidak mundur kebelakang.


"Cha? ". panggil Arya dengan serius.


Nia menoleh ke Arya, "katakan dengan jujur kak! apa mereka juga sengaja? ".


"hmm". jawab Arya apa adanya


percuma Arya berbohong,


"siapa pelakunya? ". tanya Nia dengan serius


"pria yang pernah mengejarmu, sepertinya dia menaruh hati padamu". jawab Arya


Arya sengaja memberi tau pelakunya pada Nia supaya Nia bisa berhati-hati untuk kedepannya terhadap pria itu.


Nia memejamkan matanya lalu menarik nafas dalam-dalam dan menghembusnya perlahan, Nia melakukannya sampai ia benar-benar tenang.


"untuk itu kamu harus berhati-hati kedepannya". pinta Arya


"apa dia tidak bisa berhadapan langsung dengan kita kak? ". tanya Nia


"dia tidak akan muncul jika ada kakak, ledakan mobilku hari itu perbuatannya". Arya


Nia melebarkan matanya, "jadi dialah yang menjadi kesialan dalam hidupku kak? ". tanya Nia dengan datar


.


"aku mengerti kak..! bagaimana jika aku muncul dan saat itu kakak bersembunyi mengawasiku lalu kepung dia dan habisi dia". saran Nia yang kini semakin berani dan terlihat serius seolah tidak takut apapun.


Arya menjatuhkan rahangnya, "kamu cha? emang berani? ". tanya Arya yang seolah tidak percaya Nia sendiri yang menawarkan ide itu.


"aku tidak masalah terluka kak, tapi aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika terjadi sesuatu pada kakak, kejadian tadi saja sudah membuatku gemetar jika membayangkan memang terjadi sesuatu tadi pada kakak". Nia


"tidak usah Cha,, dia berbahaya bagimu ! nanti kita akan cari solusi lain". bujuk Arya


Nia menggeleng kepalanya, "kak aku serius..! "


"Cha".


Nia memegang rahang Arya dan mengusapnya lembut, "aku percaya pada kakak, aku percaya kak Arya akan melindungiku tapi aku tidak pernah melakukan apa-apa untuk kakak".

__ADS_1


"setidaknya aku sedikit berguna bisa memancingnya keluar". sambung Nia lagi.


Arya menghela nafas panjang, "yakin? ".


"sangat yakin, aku bahkan tidak gemetar kak! aku serius ingin menyelesaikan masalah pria itu supaya tidak menyakiti kakak lagi". jelas Nia


"sekarang kita pulang terlebih dahulu! ". Arya mulai bersiap melajukan mobilnya.


Nia mengangguk diam, ia sudah memikirkannya matang-matang bahwa Nia akan melindungi Arya dengan caranya sendiri walau harus mengorbankan diri tidak masalah baginya, asalkan Arya baik-baik saja.


.


Arya tampak sekali sedang menghindar dari Nia jika Nia sudah membahas soal jebakan itu.


"Kak? ". Nia memegang tangan Arya


"jangan menghindar lagi, aku tidak mau menjadi beban bagi kakak, aku tidak tau tujuan Pria itu tapi aku bisa merasakan dia punya dendam pada Kakak, aku tidak mau kakak terluka". Nia


Arya menautkan kedua alisnya, "maksudmu dia dendam pada kakak bagaimana Cha? kakak tidak mengerti".


"dia punya dendam kak! tatapan seperti itu sama seperti cara Tuan Brayen menatap aku dan kakak". jawab Nia dengan kesal lalu beranjak pergi meninggalkan Arya


Nia kesal karna Arya malah mengalihkan pembicaraan padahal Arya benar-benar tidak tau Red itu punya dendam padanya.


hati perempuan itu lebih perasa dibanding apapun tapi kalau masalah perasaan Arya tentu Nia tidak tau, tatapan Pria baik itu tidak bisa Nia tebak maknanya.


sejak awal Arya memang menatap Nia seperti itu, gemas? sebagai peliharaan tentu ia mengerti dan menganggap Nia itu peliharaan tersayangnya Arya.


"aku tidak kenal dengan pria pengecut itu kenapa dia punya dendam padaku? ". gumam Arya


Arya menggeleng-geleng kepalanya, "Chacha cuma asal bicara, karna dia sedang kesal".


Arya memijit pelipisnya yang terasa berdenyut memikirkan Nia selalu saja bertanya kapan rencana Nia akan di jalankan.


saran Nia memang efektif dan dipastikan akan berhasil tapi bahaya nya yang Arya tidak bisa tebak, bisa saja Nia di sakiti atau di lec*hkan oleh si pengecut itu.


.


"Cha? ". Arya menusuk-nusuk pipi Nia


Nia berbalik menatap Arya, "apa kakak setuju? "


"Cha..? "


"cukup kak..! aku tidak mau dengar apapun, satu-satunya cara untuk memancingnya keluar hanya aku kak, sampai kapan kakak di teror olehnya? ". potong Nia yang merasa Arya tidak menerima sarannya dengan mencoba mencari alasan.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2