Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
kebenaran mulai terungkap


__ADS_3

.


.


Raka memperhatikan wajah Raya yang tertidur pulas, mata Raka beralih turun menatap perut Raya dengan intens.


"apa kamu sengaja bayiku? apa kamu ingin kami pergi dari acara itu tidak boleh menerima hadiah itu? bagaimana bisa bayiku begitu pintar?". batin Raka


Raka menyebut janin Raya dengan sebutan bayiku sebab anaknya sendiri, padahal janin dalam perut Raka belum tumbuh menjadi bayi masih dalam proses menuju bayi alias masih berupa segumpalan darah.


Raka menarik nafas dalam-dalam, ia segera keluar dari kamar itu dan berjalan menuju ruangan kerjanya, sejak adanya ledakan bom itu Raka tidak bisa tidur tenang, ia akan tenang setelah berhasil membunuh pelakunya supaya hidup Raya dan anaknya akan selalu baik-baik saja.


Raka memperhatikan layar komputernya dimana ada Artikel yang menceritakan kronologi meninggalnya Han pemilik hotel CerLyx.


"apa dia dibunuh karna tau jati diri pria itu? sampai kapan kau bermain sembunyi-sembunyi denganku? apa kau ingin menerorku seperti pengecut? kau pasti tau aku kuat itu sebabnya kau melakukan cara pengecut ini kan?".


Raka menghentikan kegiatan tatap-tatapannya dengan layar komputer setelah mendapatkan panggilan vidio dari Alvan.


"abang! ". Alvan menyapa dengan serius.


"ya..! apa kalian mendapatkan pelakunya? ". tanya Raka


"sepertinya kita harus bicara bertiga, apa abang bisa kesini? ". tanya Alvan dengan serius.


Raka mengangguk, "baiklah..! abang akan kesana".


Alvan mematikan panggilan vidionya, Raka mengerti mengapa Alvan memintanya untuk datang karna komputer Alvan tidak bisa dibawa kesana-kemari, kalau penting tentu harus tetap berada di komputer itu.


.


.


Raka tiba di Gedung Melviano, Nola membukakan pintu untuk Raka.


"abang..! musuh abang itu ternyata memang sangat berkuasa! ". oceh Nola dengan geram.


"apa kalian mendapatkannya? bagaimana bisa? ". tanya Raka dengan takjub kemampuan Alvan dan Nola bisa mendapatkan informasi hanya dalam hitungan hari.


"abang harus lihat sendiri pelakunya, ternyata banyak artikel yang membahas tentangnya, Nola bisa menerjemahkan untuk abang kalau tidak mengerti tulisan artikel itu". Nola menarik lengan Raka


bukan maksud apapun, tapi kerabat Raya memang dekat dengan Raka baik laki-laki maupun perempuan, dan Raya tidak cemburu dengan saudara-saudara perempuannya itu.


Raka datang ke Ruangan komputer khas milik Nola dan Alvan di gedung itu, sebenarnya di mansionnya juga ada, di gedung ini ada banyak alat-alat fitness, Alvan rajin olahraga begitu juga Nola.


"lihat bang.. !". Alvan to the point saja menunjuk profil penguasa negara Dubai.

__ADS_1


Raka memperhatikan itu, "bukankah dia tuan Edward? Lord nya Dubai kan? ". tebak Raka


"benar bang..! apa abang sering bertemu dengannya?". tanya Alvan


"lumayan kalau ada pertemuan luar negri". jawab Raka sambil memperhatikan foto Edward.


"dia sangat kejam bang". sungut Nola


"maksud kalian?". tanya Raka tidak mengerti


Nola dan Alvan saling pandang


"Dia memang penguasa tapi kenapa dia meneror abang? ada masalah apa dia dengan abang? apa dia musuh orangtua abang? ". cecar Raka


"abang lihat komputer Nola! ". Nola menarik lengan Raka mendekat ke komputernya.


"duduk bang..! ". pinta Nola


Raka duduk dan melihat artikel yang tulisannya dalam bahasa asing bukan dalam bahasa inggris melainkan bahasa negara Dubai.


"apa abang tau artinya? perlu Nola beritahu dalam bahasa Indonesia? ". tanya Nola penasaran Raka mengerti apa tidak tulisan artikel itu.


"tidak usah.. abang tau bahasa negara ini". tolak Raka membaca artikel itu dengan serius.


"tapi ayahku bukan seorang dokter". jawab Raka masih bisa menjawab padahal dirinya tengah membaca artikel itu.


"benarkah? apa ayah abang tidak pernah mengobati seseorang? ". tanya Nola


"tidak.. Ayahku terlihat seperti pria biasa saja, hanya saja bisa bertarung". jawab Raka


"lalu siapa wanita yang dicintai tuan Edward ini bang? bukannya dia mencintai seorang mafia cantik yang dijuluki Macan Asia?". Alvan


"Macan? ". gumam Raka terhenyak.


"iya.. Tuan Edward ini terlibat cinta segitiga dengan Wanita bernama Almira seorang Mafia ternama bang, terus pria yang dicintai Wanita yang disebut Macan Asia namanya Tuan Zain, dia seorang Tabib ternama dari negara lain". sambung Nola


"maksud kalian bagaimana? tidak mungkin ayahku palsu, dia bahkan mempertaruhkan nyawanya demi aku, aku rasa ibuku bukan dia. Tuan Dubai ini pasti salah faham". Raka mengelak


"coba cermati semuanya bang..! lihat ini!". Alvan menarik lengan Raka membawanya ke tempat komputernya.


Alvan mengotak-ngatik sesuatu dan muncullah semua daftar anggota Mafia yang kehebatan penguasanya disebut Macan Asia,


Raka fokus melihat layar komputer itu dan jantungnya berdetak 2 kali lebih cepat, ia bisa melihat wajah ayahnya dibawah foto Almira.


"sangat mudah membobol data-data ini karna penguasanya sudah tidak terlihat, entah masih hidup atau tidak". Alvan

__ADS_1


"ini yang Papi Raya sebutkan bang? wanita cantik ini pemimpin mereka semua? ". Nola menunjuk wajah Almira.


"iya.. dialah wanita satu-satunya yang ditakuti dunia hitam, dia di juluki Macan Asia karna kekejamannya membantai musuh, kalau masalah bantai membantai dialah ratunya". Alvan


"lalu kenapa dia tidak lagi terlihat bang? ". tanya Nola penasaran.


"ada berita kecil abang baca dari komentar seseorang katanya Nyonya Almira ini mengalami pendarahan hebat saat melahirkan anaknya, tapi tidak diberi tau jenis kelamin anaknya, kata orang itu saat dokter menyarankan untuk merelakannya pergi meninggalkan dunia ini tapi suaminya tidak terima dan akhirnya dokter membiarkan Nyonya Almira ini pergi dibawa suaminya, sejak saat itu mereka tidak terlihat lagi batang hidungnya". jelas Alvan.


"hidup perempuan cantik sangat mengerikan ya? kenapa dia bisa pendarahan hebat bang? ". tanya Nola


"sepertinya dia terus saja berkelahi dan bertarung padahal dia sedang hamil besar hingga begitulah akhirnya". Alvan.


"tapi kalau di lihat-lihat abang ipar memang mirip sama wanita ini". Alvan membandingkan wajah Raka dengan Almira.


"apa cerita yang kalian katakan itu benar? ". tanya Raka dengan nada pelan dan terdengar lirih.


"benar bang..! kami sudah konfirmasi". jawab Alvan serius, Nola mengangguk.


.


.


Raka tiba di mansionnya dan kini masuk ke kamarnya, Raka menatap Raya yang tertidur cukup lama, ia menangis dalam diam.


"apa dia ibu kandungku? apa ayahku tangan kanan ibu kandungku? lalu kenapa ada pria bernama Zain? tabib hebat? sebenarnya apa yang terjadi? ". batin Raka menghapus air matanya dengan cepat.


Raka masuk ke balik selimut Raya dan memeluk istrinya dengan erat,


"ngguhh..! ". Raya menggeliat saat tubuhnya terasa berat seperti ada yang menimpa badannya.


Raka tak juga melepaskan pelukannya, ia makin merapat dan memeluk Raya dari belakang begitu mesra.


Raka tidak tau bisa tidur apa tidak jam 2 pagi ini tapi ia akan berusaha mengistirahatkan kepalanya yang terasa berat memikirkan masalah yang menimpa nya saat ini, teka-teki jati dirinya mulai terungkap tapi ia tidak tau siapa ayah kandungnya yang sebenarnya. Raka yakin ayahnya bukan orang jahat.


.


.


.


hehe.. selamat beraktifitas..! maafkan Nae cuma bisa Up 3 ...wkwk...


.


.

__ADS_1


__ADS_2