Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
kucing..!


__ADS_3

.


.


"sayang..? ". panggil Raka berlari mengejar istrinya yang tengah merajuk karna Raka minta anak 5 sekaligus.


"sana kawinkan kucing betina! sama kucing itu abang bakal dapatkan anak 5 EKOR". ketus Raya menekankan kata Ekor nya.


Raka terkekeh gemas, ia berlari menahan tangan Raya, "sayang..! aku mau kamu kucingnya".


"aku bukan kucing jadi tidak bisa memberimu anak 5 Ekor..!". ketus Raya dengan galak.


"kamu kucingku sayang..! kamu suka gigit bahu aku dan juga suka cakar-cakar punggung aku saat bercint*". kata Raka dengan senyum tampannya.


Blussh...!


wajah Raya merona seketika, "issh.. malas ah sama abang..! pokoknya abang cari kucing betina diluar sana, biar bisa ngasih abang anak 5 Ekor".


Raka berusaha membujuk Raya yang wajahnya masih kepanasan,


"mau apa kau? ". ketus Raka membuat Raya berbalik badan.


"tuan..! apa anda benar tidak tertarik padaku? anda tidak mengenalku? ". tanya Anne berusaha merayu.


Raka melangkah mundur, "pergi..! jangan merusak mood ku". usir Raka dengan dingin.


Raya bersidakap memperhatikan Anne yang sedang berusaha merayu suaminya.


"anda benar-benar berbeda tuan..! aku suka hal baru yang menantang". kata Anne tersenyum genit


Anne melebarkan kakinya dan berpose seksi, "aku bisa memberimu anak 5 sekaligus tuan..! tapi butuh waktu tiap tahun juga tidak masalah".


Raka memutar bola matanya dengan malas, ia sama sekali tidak tertarik dengan godaan Anne. jika saja saat ini mereka ada di tempat sunyi sudah pasti Raka patahkan jari tangan wanita didepannya, mungkin Raka bisa saja mematahkan hidung plastik Anne.


Raka bisa bertindak kejam pada wanita, ia tidak sama dengan Satria yang masih menghargai wanita. Raka pantang di pancing jika dirinya tak suka dan marah siapapun orangnya, jenis kelamin pelaku nya pasti akan Raka hancurkan tanpa tersisa.


"oh ya..? kau mau hamil anak suamiku? berapa bayaranmu? ". tanya Raya mendekat hingga beberapa orang melihat ke arahnya


Anne langsung menatap sinis ke Raya, ia segera pergi karna orang-orang sedang membicarakannya.


"waah.. senang ya? abang langsung nemuin kucingnya? ". cibir Raya sambil berkacak pinggang.


Raka menghela nafas, "gila dia sayang..! tenang saja sayang.. aku akan pastikan dia tidak akan bisa menjadi ulat keket diantara kita".


bibir Raya berkedut seketika mendengar perkataan suaminya, "ulat keket? ".


"yaah..! jika bukan di tempat ramai sudah aku patahkan hidung plastiknya itu, aku cabut bulu mata cetar nya itu, aku tarik benang bibirnya itu". gerutu Raka


Raya tertawa seketika, hilang sudah kemarahan nya tadi karna kata-kata suaminya yang lumayan menghibur dirinya.

__ADS_1


Raka tersenyum tampan menarik pinggang Raya dan memeluknya mesra.


"sepertinya abang harus berpuasa selama 1 minggu". kata Raya sambil tertawa.


"apaa..?? kenapa? ". protes Raka merasa dirinya tidak punya kesalahan hingga harus di hukum tidak dapat menyentuh tubuh istrinya.


"aku dapat tamu bulanan suamiku". kata Raya


"apa..? bagaimana bisa? apa tidak hamil juga? ". kata Raka dengan nada lumayan tinggi hingga orang yang mendengarnya terkikik mesum.


Raya melototkan matanya melihat ke arah Raka yang berbicara seperti itu dengan suara keras.


"kecilku volume suaramu abang". geram Raya


"bagaimana bisa tidak berhasil? apa aku harus periksa ke dokter? kenapa tidak hamil juga? apa yang salah dengan adik kecilku". gumam-gumam Raka sambil mondar-mandir gelisah di depan Raya.


Raya menepuk jidatnya seketika lalu dengan cepat membekap mulut suaminya yang mulai meracau perihal Raka yang tidak juga berhasil membuat Raya mengandung.


"hahaha". Raya tertawa canggung lalu membawa pergi suaminya keluar dari acara.


Anne menatap kesal Raya yang sangat dekat dengan Raka, "tidak ada yang bisa lolos dari jeratanku..!". gumamnya dengan percaya dirinya.


"kau tidak berhasil". ejek Robert muncul di samping Anne.


"masih permulaan tuan..! saya semakin tertarik dengan target saya". senyum genit Anne merangkul lengan Robert.


"hal itu sangat biasa bagiku tuan..! saya di kenal sebagai biangnya pelakor..! saya bisa mendapatkan pria manapun yang saya inginkan". seringai Anne menyentuh tubuhnya sendiri yang menjadi kebanggaannya.


"buktikan saja..! aku melihat sendiri Raka tidak tertarik dengan tubuhmu jadi gunakan saja cara curang tidak usah cara goda-menggodamu itu yang sangat receh".


Anne mendelik kesal saat Robert mengejeknya dengan tutur kata pedasnya itu,


"aku akan gunakan caraku jika tidak berhasil barulah aku gunakan cara C". Anne berkata dengan arogannya.


.


.


"abang..! kenapa abang bisa tidak punya malu hah? issh.. pake bilang-bilang milik abang lagi bermasalah, aku lihat sendiri para wanita tadi langsung menatap milik abang dengan pandangan menjijikkan tau". geram Raya


"benarkah? tapi aku benar-benar memikirkan kenapa aku tidak juga berhasil membuatmu mengandung sayang". Raka menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Raya menghela nafas panjang lalu mengelus rahang suaminya, "abang harus ingat? anak itu rezeki dari yang Maha Kuasa, percayalah jika Dia memberi kita kepercayaan mudah-mudahan aku hamil".


Raka tersenyum mengecup pipi Raya, "tapi aku harus periksa ke dokter".


"baiklah..! saat kembali ke kota kita nanti, aku akan menemani abang ke dokter Jekky". senyum manis Raya.


"kenapa ke Jekky? ". tanya Raka tak suka

__ADS_1


"bukannya dia dokter pribadi abang? ". tanya Raya tertawa.


"jangan sebut namanya lagi, aku cemburu". kata Raka


Raya mengerutkan keningnya, "hanya menyebut namanya juga tidak boleh? terus aku sebut apa? pada Jekky, Jon, Rio, Boy? ".


"ck.. kenapa mereka harus punya nama? ". gerutu Raka


"hah?". Raya bengong sendiri akan cemburu suaminya yang tidak lucu.


"panggil Jekky si dokter, panggil Jon si Asisten 1, panggil Rio si Asisten 2, panggil Boy si Asisten 3". jawab Raka


Raya tertawa lepas, "kenapa aku harus menyebut mereka seperti itu? kamu sedang mengerjaiku ya? aku tidak mau memanggil mereka seperti itu, terlalu panjang".


Raka mencubit Pipi Raya, Raya memukul dada bidang suaminya.


"cemburu abang ngga bisa lebih irit apa? kenapa boros sekali panggilan mereka, abang suka aku bicara lama dengan mereka karna panggilan si asisten 1,2,3". Raya


Raka tampak berpikir sejenak, "ya udah..! tidak usah berbicara dengan mereka".


"itu baru masuk akal". kekeh Raya mengacak rambut Raka dengan gemas.


"huh..! sayangnya aku tidak bisa memakanmu". ucap Raka dengan lesu.


Raya menggeleng kepalanya, "kenapa otak abang hanya ada kotoran saja saat bersamaku? ".


"iya..! Kotoran itu membuatmu senang kan? aah.. ah.. ah.. ". goda Raka memperagakan Raya yang mendes*h karna nya.


"abang...! ". protes Raya memukul tubuh suaminya.


Raka tergelak,


"abang..! sini abang..! biar aku cekik sampai matii". teriak Raya dengan kedua tangan mengudara dan berjalan cepat mengejar Raka yang berlari menjauhinya.


aksi kejar-kejaran pun terjadi, mereka selalu bersenang-senang setiap kali sedang berduaan. masalah tadi tidak teringat lagi oleh Raya maupun Raka.


.


.


.


selamat beraktifitas..! jaga kesehatan juga ya?


Nama negara yang disebutkan dalam Novel Nae kedepannya cuma khayalan semata ya? Negara asli tidak Kekaisaran tapi hanya cerita karangan Nae saja.


.


.

__ADS_1


__ADS_2