Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
masalah tersendiri


__ADS_3

.


.


di Indonesia Raka dan Raya sedang bahagia, maka di ruangan bawah tanah negara lain ada Zain yang ikut bahagia, bukan karna apa-apa tapi karna sang istri Almira telah terbangun dari tidur panjangnya.


"Mira? sayang.. ini aku". Zain mengelus lembut kepala Almira.


"apa aku lumpuh? ". tanya Almira serius


"tidak sayang..! anggota tubuhmu hanya kaku tidak pernah bergerak selama puluhan tahun, jadi kamu masih bisa sembuh dengan berusaha keras untuk mengikuti pelatihanku". Zain


"kenapa aku tidak mati saja? ". Almira berkata dengan nada lirih.


"lalu? aku bagaimana sayang? anak kita bagaimana? kamu mempertaruhkan nyawamu saat melahirkannya dan sekarang kamu bilang mau mati? apa perjuanganku menjagamu selama ini sia-sia? ". Zain


Almira melihat ke Zain dengan serius, "apa anakku masih hidup? ".


"iya.. Mira.. dia masih hidup dan dia sangat kuat dan cerdik sepertimu". jawab Zain.


Almira berkaca-kaca, walaupun ia terkenal kejam dan tak punya hati tapi mengenai anaknya pasti ia akan jadi lemah dan tak berdaya namun rela mempertaruhkan nyawa demi melahirkan nya.


"dimana anak kita Zain? ". tanya Almira serius menghapus air matanya.


"dia di Indonesia, tempat pertama kali kita bertemu sayang, dia seorang bos Mafia yang terkenal". jawab Zain.


"aku harus bangkit demi dia kan? ". gumam Almira


"iya.. kamu harus bangkit demi dia dan aku sayang, sudah cukup penderitaan kita karna Edward. kita akan hadapi bersama". Zain


"apa kamu bisa beladiri? ". tanya Almira meledek


"kamu mengejekku sayang? aku bisa beladiri, selama kamu tertidur panjang aku selalu latihan seorang diri". Zain


Almira tersenyum tipis, "baiklah..! bantu aku bangkit! demi mu juga anak kita aku akan kembali pulih".


Zain tersenyum lebar, ia membantu Almira bangkit dan akan membuat otot-otot tubuh Almira kembali berfungsi setelah ikut tertidur selama puluhan tahun lamanya.


setelah berjam-jam lamanya Zain tetap setia membantu Almira berjalan tapi tidak bisa, otot-otot kaki Almira belum bisa dipaksakan, ia mencoba untuk berdiri saja kakinya gemetar.


Zain dengan bangga membantunya sebab Almira begitu semangat latihan supaya bisa berjalan lagi demi melihat sang anak nantinya.


"ak..ku harus.. bisa berj.. jalan nor. mal, a.. ku tidak ma.. u ter.. lihat menye dihkan bertemu dengan anakku". Mira berkata sambil terbata-bata.


.


"sayang.. ada sesuatu yang belum aku katakan..". kata Zain dengan serius.

__ADS_1


"apa? ". tanya Mira yang kembali berbaring di ranjangnya.


"Smith meninggal dunia". jawab Zain memejamkan matanya.


"apa maksudmu Zain?". tanya Mira tak senang.


"dia mati tertembak karna menyelamatkan nyawa anak kita". lanjut Zain lagi.


Mira berkaca-kaca, Smith memang bukan saudara kandung Mira tapi Smith sudah seperti adik kandung Mira, betapa sayangnya Mira pada Smith begitu juga sebaliknya.


Zain tidak pernah cemburu, tapi ia percaya pada Mira yang mengatakan Smith adalah adiknya walau tidak ada ikatan darah sama sekali diantara mereka.


"aku mendengar dia selalu membawa anak kita berpindah-pindah negara Sayang..! demi anak kita dia rela jadi buronan orang Edward dan aku juga tau kalau anak kita menyembunyikan jati dirinya walaupun sempat terkenal di media beberapa saat". Zain


"Edward...! kau membunuh adikku.. tidak ada kata ampun dariku untukmu.!". Mira berkata dengan mata memerah dan berair antara sedih dan marah menjadi satu lewat tatapan matanya itu.


"aku harus latihan lagi". Mira mencoba untuk duduk tapi malah terjatuh kebawah namun cepat di tangkap Zain.


"lepas Zain..! aku harus bisa berjalan dan membalaskan dendam Adikku.. Zain.. ". Mira menjerit meminta Zain melepaskan dirinya.


"tidak sayang..! Smith melindungi anak kita itu sebabnya dia meninggal, anak kita juga di buang oleh kerabat-kerabat nya dikatakan pembawa sial hingga hidup anak kita benar-benar menderita itu semua pasti ulah Edward". Zain


"aku sudah bilang... aku mau latihan.. aku mau bisa berjalan lagi.. Zainnn... " Amuk Mira saat Zain mengangkat tubuhnya dan meletakkannya kembali di ranjangnya.


"dengar sayang? otot-ototmu sudah bekerja sampai beberapa jam sejak tadi, kamu tidak bisa memaksa nya, semua butuh proses sayang! mari kita lewati bersama". bujuk Zain.


Zain ikut sedih melihat istrinya begitu terpukul, ia tidak bisa apa-apa selain terus berada disisinya.


.


.


di Indonesia.


"Bagaimana? kau sudah menemukan dalangnya? siapa yang memasang bom itu? ". tanya Robert dengan serius.


"maaf tuan..! saya sudah mencari tau semuanya tapi tidak ada jejak sama sekali tuan, bahkan hotel CerLix tampak tenang-tenang saja padahal sudah rugi besar hingga belasan milyar".


"jadi maksudmu CerLyx juga ikut terlibat? ". tebak Robert


"iya tuan..! saya berpikir si pelaku membayar mahal untuk sengaja meledakkan hotel itu".


Robert memukul meja nya seketika, "bedebah sinting..! dia merencanakan semuanya dan mengkambing hitamkan diriku? berani sekali dia".


"polisi juga akan datang kesini tuan!".


"apaaa...? jadi aku benar-benar dijadikan kambing hitam masalah ledakan itu? ". Robert makin frustasi dengan orang yang berani mempermainkannya.

__ADS_1


"kami akan berusaha mencari barang bukti dan menyatakan ketidakbersalahan anda tuan..! saya akan lakukan apapun untuk itu".


Robert hanya bisa marah-marah tak jelas melampiaskan emosi nya karna menjadi tersangka dari ledakan tersebut.


Robert sibuk dengan masalahnya sendiri jadi tidak sempat menyerang Raka untuk sekedar balas dendam, bahkan Robert tidak tau Raka dan Raya sudah merayakan pesta pernikahan.


(Robert kan tidak diundang wkwkwk.. )


.


"abang? ". panggil Raya


"iya sayang". sahut Raka membantu melepaskan resleting gaun belakang Raya.


"apa dansa kita tadi bagus? ". tanya Raya


"iya sayang..! Alya merekamnya dan barusan mengirim vidio itu pada kita". jawab Raka mengeluarkan ponselnya dan memberikannya pada Raya.


Raya dengan senang hati mengambilnya, ia tau sandi ponsel suaminya begitu juga Raka yang tau sandi ponsel Raya, mereka tidak pernah menyembunyikan apapun dan saling percaya satu sama lain.


"haha... waaah.. aku cantik sekali disini". Raya tertawa senang menonton rekaman vidio itu.


"apa kamu mau mandi sayang? ". tanya Raka


"tidak bang..! aku lap-lap badan aja pakai air hangat". jawab Raya


"kenapa kamu jadi malas mandi sayang? ". kekeh Raka


"issh.. abang aku bukannya tidak mandi tapi lap-lap badan aja". elak Raya tak terima dikatakan tidak mandi.


"iya sayang.. iya..! " jawab Raka pasrah


Raka tidak mau Raya tersinggung sebab istrinya itu sangat sensitif, bisa saja Raka ditendang keluar dari kamarnya sendiri.


Kamar Raka yang dulunya adalah miliknya kini menjadi hak milik sang kekasih hati, bahkan saat Raka dilarang tidur di kamar itu pun Raka tidak bisa melawan seolah dirinya hanya menumpang saja di kamar itu.


"kirimkan aku vidionya bang, aku mau lap-lap badan dulu ya? ". Raya mengembalikan ponsel Raka


"iya sayang, hati-hati jangan sampai terpeleset". peringatan Raka


Raya mengangguk, sebenarnya bisa saja Raka mengikuti Raya masuk tapi ia harus menjaga diri juga supaya tidak melakukan hal lain sebab ada anak yang harus ia jaga sekali.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2